
****
tampak di sebuah rumah besar berwarna hijau muda seorang wanita sedang memaki-maki beberapa orang pria bertubuh tegap.
ya... dia adalah kilan.
" dasar bego lu pada ya ngurus satu cewek aja gak becus "
" culik dia sampai dapat dan bawa ke tempat biasa " ucap kilan marah.
setelah kepergian empat orang pria seram dengan pakaian serba hitam, kilan tampak menekan nomor ponsel caramel dan menghubungi nya guna berbasa-basi .
sementara caramel masih sedang sibuk di dapur dan tidak mengeluarkan ponsel nya yang sedari tadi ia letakkan di dalam tas kecil selempang berwarna hitam dimana tas itu berada di kamar nya .
alfino yang baru keluar dari kamar mandi mendengar bunyi ponsel berbunyi.
DRRRTTT....DRRRTTTTT....DRRRTTTT
" ada apa kilan " tanya alfino di sambungan ponsel caramel ternyata kilan lah yang menghubungi nya.
" kami sedang berada di desa dirumah caramel bersama kedua orangtua ku untuk melamar nya malam ini "
ketus alfino yang tampak hanya memaki handuk yang terlilit di pinggang nya.
" caramel...caramel.."
alfino memanggil caramel dari pintu kamar dengan mengelurakan sedikit kepala nya.
karena rumah caramel kecil maka jarak dari ruangan ke ruangan lain nya itu sangat dekat.
caramel dan ibu nya tampak sibuk di dapur memasak cemilan dan menyeduh teh melati hangat untuk calon mertua yang sedang asik bermain dengan kedua anak caramel.
__ADS_1
setelah mengantarkan teh dan cemilan ke ruang keluarga caramel bergegas menuju alfino yang berteriak memanggil nya.
" ada apa sayang ? " tanya caramel dan masuk ke dalam kamar.
" tadi kilan nelpon dan aku tidak suka kamu berteman dengan nya "
ucap alfino yang sedang duduk di kasur caramel hanya dengan memakai handuk yang di lilitkan di pinggang nya dan menampakkan dada bidang nya serta rambut nya yang setengah basah dan acak-acakan menambah nilai ketampanan nya.
" pakai baju kamu " perintah caramel sambil menutup mata nya.
" hei ayolah bahkan kamu sudah melihat ku tanpa busana " goda alfino.
alfino menarik tangan caramel dan mendudukkan tubuh nya di pangkuan nya.
" hei jangan macam-macam rumah ku tidak kedap suara seperti kamar mu "
ucap caramel sambil melihat alfino yang sedang memanyun kan bibir nya.
goda alfino
" cup " cium caramel hanya menyentuh bibir nya dan alfino menahan leher belakang caramel sehingga terjadi lah cium** yang singkat namun mengasyikkan.
setelah menyudahi cium** nya alfino kembali mengingat kan caramel .
" jangan buat aku khawatir karena kamu berhubungan dengan kilan "
" kilan tidak sebaik yang kamu fikir kan "
caramel yang masih setia duduk di atas handuk lembab yang melilit pinggang alfino mengangguk dan mengecup cepat bib** alfino.
" bu, pak sudah adzan mari kita shalat "
__ADS_1
ajak ibu caramel ke ruang shalat yang sangat kecil di rumah caramel.
" oh shalat ya ehmm kami tidak shalat bu "
jawab mommy alfino dan melirik ke daddy.
" apakah ibu dan bapak muslim atau non muslim ? " tanya ibu caramel agak kaget.
" kami muslim tapi kami tidak mengerjakan nya karena bagi kami berbuat baik dan baik hati lah tujuan kita hidup " jawab daddy alfino.
" tidak tidak bukan begitu konsep nya pak bu "
" shalat adalah wajib bagi muslim dan di barengi dengan kebaikan itu baru benar pak bu "
" maaf pak bu bukan maksud saya menghakimi namun saya ingin sekali mengajak bapak ibu dan nak alfino untuk shalat berjamaah siapa tahu setelah ini kita tidak bisa berkumpul seperti ini lagi "
ucap ibu caramel lembut.
tampak alfino dan caramel yang keluar dari arah kamar dan melihat mommy sudah memakai mukena bersamaan dengan ibu caramel dan nabila.
" mommy cantik sekali " alfino menghampiri ibu nya.
" oma cantik sekali " nino memuji mommy alfino .
mereka pun shalat berjamaan dengan alfino sebagai imam nya.
alfino kini sudah bisa mengaji dan shalat karena guru yang ia panggil datang ke kantor setiap hari jumat.
BAHAGIA SEKALI YA π€
SIAPKAN MENTAL KARENA BAKAL ADA PROBLEM YANG TIDAK DI SANGKA-SANGKA MUNCUL DI EP SELANJUTNYA.
__ADS_1
KASI LIKE DAN KOMEN BANYAK BANYAK YA π₯