
" CUPP "
" Morning kiss sayang "
kecupan alfino membuat caramel terbangun dari tidurnya.
" SREETTTT "
alfino menekan remote control untuk membuka horden pink muda di kamar mereka guna masuknya sinar mentari pagi ini.
" hemm morning "
caramel menggeliat di kasur.
badan nya terasa lelah dan pegal-pegal akibat peraduan yang mereka lakukan semalam.
alfino hampir membunuh nya sebab meminta nya berulang kali.
Maklum saja, sudah beberapa bulan ini alfino tidak di beri jatah oleh caramel.
Maka alfino menghabisi caramel habis-habisan hingga titik tenaga terakhir.
" stop sayang "
pekik caramel ketika alfino mulai menc**** nya kembali.
" please...."
alfino memohon dengan nanar mata yang seksi menurut caramel.
setiap alfino sedang bergairah, sorot matanya semakin tajam dan menambah nilai ketampanan wajah oriental nya.
" aku masih ingin melakukan nya lagi mumpung kita belum berpakaian "
ucap alfino memohon.
" hemm ayolah sayang ini sudah siang, aku belum memberi bara ASI ku "
jawab caramel.
" sini biar aku saja yang meminum nya "
goda alfino dan segera membalikkan tubuh nya agar menimpahi caramel.
" aaahhhh NO..... "
teriak caramel namun di lanjutkan dengan teriakan lembut.
" one more time sayang okay ? "
pinta alfino lembut seraya mengelus rambut di samping telinga istri nya.
" cantik "
puji alfino lalu dengan sigap ia menancapkan nya kembali ke dasar nya.
sungguh pagi yang melelahkan bagi kedua nya namun gejolak itu terus-terusan muncul seperti tidak ingin mengakhiri nya.
akhirnya alfino yang sedari tadi memegang kendali ambruk di samping caramel dengan keringat yang bercucuran.
udara pendingin ruangan sudah tak mampu menembus kulit nya.
" ayo pakai ini "
alfino mengajak caramel menuju balkon hanya dengan mengenakan bercover tebal yang menutupi tubuh nya.
alfino memeluknya dari belakang, menghirup udara pagi yang segar dengan orang terkasih merupakan impian alfino sejak dulu.
" kenapa kamu suka udara pagi begini hem ? "
tanya caramel sambil mengangkat sedikit kepala nya ke arah samping.
" sejuk, bisa menyegarkan fikiran "
" sekarang tambah segar semenjak kamu bersamaku "
" that's it "
__ADS_1
jawab alfino.
*****
" viona "
" berhenti kamu "
teriak deni yang melihat viona kembali datang terlambat.
memang hanya lima menit tapi apabila alfino mengetahui ini bisa berabe semua nya.
bisa-bisa viona di pecat secara tidak hormat.
" maaf pak saya kesiangan "
jawab nya singkat.
" saya tidak mau mendengar alasan apapun lagi "
" jika besok kamu terlambat, kamu akan tahu akibat nya "
ancam deni.
setelah kepergian deni, viona ngomel dalam hati sambil mengejek deni dari belakang.
" awas aja lo kalau aku udah jadi nyonya alfino gilberto "
" akan ku pecat lo brengsek "
di ruangan alfino tampak berkutat dengan laptop nya.
pekerjaan hari ini memang benar-benar menumpuk karena pembangunan di lahan nya sedang di kerjakan.
maka dari itu, alfino juga harus sering pulang pergi ke daerah lahan nya yang akan di bangun sebuah pabrik kosmetik terbesar di indonesia.
" bro, hari ini kita berangkat bareng sama mereka "
deni memberitahu alfino ketika mereka hendak berangkat.
namun alfino memasang wajah pura-pura tidak mengenal nya sehingga itu yang membuat viona kesal.
setelah dua jam perjalanan darat mereka tiba di sebuah lesehan untuk makan siang.
lesehan yang menyediakan seafood dan ikan laut.
deni pun memilih sebuah tempat outdoor yang menghadap ke arah danau buatan dan di hiasi berbagai jenis tanaman yang membuat suasana nya tampak begitu asri..
mereka duduk bersama dengan tim satu di satu lesehan.
" silahkan disini pak "
manager memberi petunjuk agar alfino duduk di tempat yang telah di sediakan lalu baru lah para tim akan duduk setelah alfino.
selagi menunggu makanan di hidangkan, mereka saling mengobrol dan sedikit bercanda.
para tim sedikit canggung dengan atasan salju berada di tengah-tengah mereka.
karena alfino memang benar-benar super pendiam dan enggan berbicara jika tidak terlalu penting kepada staff nya.
DDRRTT...DRRTTT....DRRTTT....
Ponsel alfino yang berada di sakunya bergetar.
ternyata panggilan tersebut adalah panggilan video dari caramel.
" assalammualaikum sayang "
terdengar suara caramel dari seberang telfon oleh para staff yang kurang lebih terdiri dari sebelas orang.
" waalaikumsalam sayang "
" halo jagoan papi lagi apa sayang sama mami "
alfino menyapa bara di panggilan video tersebut dengan mimik wajah yang berubah jadi ceria.
para staff terperangah kaget melihat ekspresi wajah atasan mereka yang selama ini di kenal sebagai si salju karena saking dingin nya.
__ADS_1
ada yang berbisik, ada yang mulutnya terbuka dan ada yang saling colek.
deni yang melihat nya hanya dapat menahan tawa.
" aku di luar kota sayang, tapi entar kalau udah selesai kerjaan langsung pulang kok "
ucap alfino yang mana sedang mengarahkan kamera ponsel nya tepat ke wajah nya.
ia tidak menyadari beberapa pasang mata tengah mengamati nya dengan heran.
" gemesin banget kan , vi ? "
" uuhhhh kapan ya aku punya suami seperti pak alfino "
bisik vina kepada viona terang-terangan.
" kamu suka dengan nya ? "
tanya viona dingin.
" udah lama doi jadi incaran ku "
jawab vina spontan.
" permisi pak, bu "
tampak seorang pelayan rumah makan lesehan ini datang membawa satu nampan yang berisi beberapa jenis minuman yang di pesan oleh para staf alfino lalu di susul oleh beberapa pelayan yang membawa bermacam-macam makanan nya.
" kamu sudah makan siang ? "
tanya caramel.
" nih lagi mau makan bareng anak-anak marketing "
jawab alfino seraya mengarahkan kamera ponsel nya ke makanan yang ada di meja.
" yaudah kamu makan dulu ya, aku ingin kembali bermain bersama bara "
" bara, ayo bye kan papi "
" bye papi assalammualaikum "
ucap caramel seraya mematikan panggilan video nya.
alfino masih saja tersenyum ketika panggilan tersebut sudah berakhir, namun senyuman itu hilang begitu saja seperti di telan bumi ketika alfino menyadari para karyawan nya sedang memperhatikan nya.
" ayo cepat makan nya kerjaan belum beres "
ucap nya dingin lalu menyantap ayam bakar andaliman nya.
" pedes den gila pedes banget "
alfino panik ternyata sambal kecap sebagai pelengkap ayam bakar nya sangatlah pedas.
alfino tidak menyukai makanan pedas sedari dulu dan deni tahu persis apa yang akan terjadi dengan alfino ketika ia tidak sengaja menyantap makanan pedas maka ia akan sakit perut.
" ini nih minum yang banyak , al "
" lagi al jangan sampe lo sakit perut "
deni panik dan bangkit dari duduk nya dengan posisi setengah berjongkok.
para staff juga panik dengan hal itu,
mereka tidak mengetahui hal ini dan sedikit geli sih sebenarnya sebab lelaki maco dan tampan seperti alfino tidak tahan pedas.
" mules perutku den "
alfino memegangi perut nya dan deni panik menuju mobil untuk mencari stok obat yang biasa alfino konsumsi.
" al, hei al pucet banget muka nya "
ucap viona mendekati alfino yang sudah berkeringat dingin menahan sakit.
******
❤️ kasi like, komen dan vote ya dears ❤️
__ADS_1