My Brondong CEO

My Brondong CEO
ayank ngeselin


__ADS_3

viona yang merasa seseorang menyentuh lengan nya terbangun dari tidur nya yang lelap karena sambil menggenggam tangan alfino.


momen yang sudah lama sekali ia nantikan.


walaupun perut nya terasa sangat lapar , viona enggan meninggalkan alfino sendirian sampai ketika seorang wanita yang merupakan istri sah nya membangunkan nya dari mimpi indah nya.


" ma..maaf bu "


viona tertunduk.


tanpa memperdulikan ucapan viona, caramel sedikit menabrak lengan viona secara sengaja sehingga viona tertolak mundur dari ranjang alfino.


" sayang, kamu bangun ? "


" yang mana yang sakit ? "


caramel bertanya dengan lembut nya.


alfino hanya menggeleng karena badan nya terasa sangat lemah.


pandangan nya tertuju pada wanita yang tak lain adalah viona.


" siapa yang teriak tadi ? "


tanya alfino lemah.


" aku "


jawab caramel.


" aku gak suka ya suamiku di pegang-pegang oleh wanita lain "


ketus caramel.


" maaf pak , tapi tadi saya di tugaskan oleh pak deni untuk menjaga bapak disini "


" perut saya sangat lapar sebab sedari pagi belum makan apapun, jadi saya putuskan untuk tidur saja agar rasa lapar saya hilang "


" sekali lagi maafkan saya bu "


viona akting dengan memasang wajah memelas.


selagi pertikaian tersebut berlangsung, tiba-tiba deni muncul dari arah pintu membawa sekantong makanan.


" mel, sudah lama ? "


deni menyapa caramel.


" barusan "


jawab caramel dengan senyuman.


" gimana ceritanya sampai alfino separah ini, den ? "


tanya caramel.


" biasalah anak mami gak bisa makan makanan pedes "


ledek deni sambil memanyunkan bibir nya ke arah alfino.


" brengsek lo kampret "


maki alfino.


ketika melihat viona yang tertunduk di sudut ranjang alfino, deni tiba-tiba teringat bahwa viona belum makan sedari siang tadi dan kini hari sudah gelap.


" ohiya viona, ini makanan untuk kamu "


" maaf saya tidak ingat kalau kamu belum sempat makan tadi siang "


ucap deni sambil menyerahkan sekantong plastik putih.


" maafkan sikap istri saya , viona "


" sekarang kamu boleh pergi dan terimakasih sudah menjalankan tugas dengan baik "


ucap alfino.


viona dan deni pun berjalan menuju pintu untuk keluar dari kamar inap alfino.


" mana yang sakit ? "


tanya caramel lembut kepada suami nya yang masih terbaring.


caramel mencoba diam dengan sikap alfino yang meminta maaf kepada viona karena telah memarahi nya tadi.

__ADS_1


ia mengabaikan rasa kesal nya dan mencoba fokus untuk kesembuhan alfino.


namun lagi-lagi perkataan alfino tadi mengganggu fikiran nya hingga ia memutuskan untuk mengatakan hal yang mengganjal hati nya kepada alfino.


" kamu tahu darimana aku disini, hem ? "


tanya alfino lembut sambil mengelus-ngelus lengan caramel.


" dari deni "


" maaf aku datang telat karena aku lambat angkat telfon deni "


ucap caramel.


" kesini nya dengan pak dadang ? "


tanya alfino.


" aku sendirian "


jawab nya.


" APA ? "


alfino kaget karena ia sudah menugaskan pak dadang beserta asisten rumah tangga nya untuk tidak membiarkan caramel pergi menyetir sendirian.


" iya aku sendirian "


" emang kenapa ? "


caramel bingung.


" tolong ambilkan ponsel ku di jas itu "


" aku akan memarahi mereka yang tidak becus menjaga istri ku "


kesal alfino.


" mereka siapa ? "


caramel semakin bingung.


" para pekerja di rumah kita lah, emang siapa lagi "


jawab nya singkat setelah mendapatkan ponsel dari caramel.


pekik caramel.


alfino menghentikan jari nya yang tengah menekan ponsel nya dan melirik caramel.


" maksud kamu viona ? "


" dia cuma karyawan biasa "


ucap alfino.


" sepertinya aku pernah melihat nya selain di kantor hemmm tapi dimana ya ? "


caramel mencoba mengingat-ingat.


" ohh ohh ohh kita pernah ketemu dia di lobby hotel ya kalau tidak salah dan kamu bilang dia itu temen kuliah kamu di luar negeri kan ? "


tanya caramel menyelidik.


" hemm "


alfino menjawab singkat.


" pantes aja ya kamu ngebelain dan lebih percaya dengan nya daripada istri kamu sendiri "


pekik caramel kesal.


" gak gitu sayang "


" ohya bara kamu tinggal ? "


tanya alfino mengalihkan pembicaraan.


" apa kamu udah gak suka lagi ya sama aku karena berat badan ku yang naik hanya beberapa kilo saja "


caramel malah berprasangka buruk terhadap alfino.


alfino hanya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan istri nya yang semakin hari semakin manja kepada nya.


padahal dulu sewaktu pertama kali bertemu, caramel lah yang bersikap dewasa.

__ADS_1


" awas kamu ya "


tiba-tiba caramel menunjuk wajah alfino dengan jari telunjuk nya sambil memasang wajah menggeram.


" berani kamu satu macam di belakang ku, aku akan melakukan seratus macam di hadapan mu "


" berani kamu merespon satu cewek di belakangku, maka akan ku buka kembali peternakan buaya yang sudah ku tutup "


ancam nya.


" kamu gak takut sama buaya , sayang ? "


" hahahaha ancaman yang cukup menggemaskan "


alfino terkekeh.


tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengintip dari celah pintu kamar inap alfino.


viona mengepalkan tangan nya melihat alfino memeluk dan menciumi istri nya di atas ranjang sambil tertawa ceria.


padahal tadi ia sempat tak siuman karena alergi namun kini ia seperti mendapatkan kekuatan nya kembali saat caramel datang menemui nya.


*****


keesokan pagi nya alfino sudah di izinkan pulang oleh dokter namun ia benar-benar dilarang memakan makanan pedas untuk sementara waktu hingga alergi nya pulih.


" loh, sudah ganti lagi yang jagain ya pak alfino "


canda dokter pria yang usia nya kira-kira seumuran daddy alfino.


" ini istri saya, dok dan yang kemarin hanya karyawan saya "


jawab alfino dan membuat dua orang perawat yang ikut masuk dengan dokter tersebut tercengang.


" maaf ya bu, kemarin saya sudah berprasangka yang bukan-bukan terhadap ibu "


" sekali lagi saya mohon maaf "


ucap salah seorang perawat dengan tubuh gemuk sambil membungkukkan sedikit kepala nya menghadap caramel.


sebenarnya caramel masih kesal dengan pelayanan rumah sakit ini, namun ia berusaha melapangkan hati nya untuk menerima permintaan maaf dari perawat tersebut.


deni yang ikut menginap di penginapan sekitaran rumah sakit pun bergegas menyelesaikan tagihan di resepsionis.


deni juga sudah menyuruh para staff untuk kembali ke kota termasuk viona.


rupanya diam-diam viona juga ikut menginap di penginapan yang sama tanpa sepengetahuan deni.


" ayo pak alfino, sudah di tunggu oleh supir di depan "


ucap deni yang berbicara formal kepada alfino di hadapan orang-orang.


" kami permisi ya dok "


pamit caramel sambil menggandeng tangan alfino.


" jangan lupa kembali lagi ya pak tampan "


teriak salah satu perawat yang ikut mengantar kepulangan alfino di depan pintu utama rumah sakit.


" hussss plakk "


perawat yang berbadan gemuk memukul lengan teman nya.


" kalau balik kesini lagi, kamu doain dia sakit lagi donk "


" gimana sih "


pekik si perawat gemuk tersebut lalu pergi masuk kembali.


" den, viona gimana ? "


tanya alfino kepada deni yang tengah menyetir mobil yang di bawa alfino kemarin.


sementara mobil yang di bawa oleh caramel, di bawa oleh beberapa orang suruhan alfino.


tadi nya bukan deni yang akan menyetir mobil alfino, namun caramel malah meminta deni untuk ikut bersama mereka.


caramel langsung melotot mendengar pertanyaan alfino untuk deni.


membuat deni yang melihat nya dari kaca spion mencoba memberi kode kepada alfino agar tidak membicarakan viona.


" dasar lemot ! "


batin deni kesal.

__ADS_1


HAI HAI LIKE DAN KOMENTAR BANYAK BANYAK YA ❤️


MAAF BEBERAPA HARI TIDAK UP EPISODE DIKARENAKAN SEDANG TIDAK ENAK BADAN SEKELUARGA 🙏


__ADS_2