
" sayang, kenapa sih kamu selalu cantik ? "
" aku tuh gak rela kamu dilihatin mereka seperti ingin menerkam "
ucap manja alfino memeluk caramel yang sedang berdandan pagi ini.
caramel yang sedang memoles sedikit bagian mata nya hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
" ohiya sayang rencana nya sepulang dari sini aku mau kirimin laptop ke rumah kamu di desa karena kemarin nino dan nabila videocall dan mereka bilang ingin bermain game seperti yang mereka lihat di youtube "
" uang bulanan mereka aku tambahin ya sayang agar ibu bisa membeli apa yang dia inginkan jangan sampai mereka kekurangan sedikit pun "
ucap alfino yang masih memeluk caramel sambil menatap istri nya dari pantulan cermin.
" sayang, kamu tuh jangan manjain mereka nanti kebiasaan sampai besar mereka manja dan selalu minta ini itu ke kamu "
jawab caramel.
" aku gak merasa manjain mereka, zaman sudah semakin maju sayang. mereka juga butuh barang seperti laptop "
" sayang, kamu setuju gak kalau misal nya nino dan nabila aku sekolahin di luar negeri agar kelak ketika mereka lulus dengan mudah mereka bisa mendapatkan pekerjaan karena perusahaan zaman sekarang lebih mengutamakan mereka yang lulusan luar negeri "
ucap alfino meminta pendapat istri nya.
" aku setuju aja sih tetapi aku gak mau nyusahin kamu dengan membiayai anak aku ke luar negeri karena aku tahu biaya nya akan sangat besar apalagi mereka berdua "
ucap caramel.
" sayang, kamu gak usah fikirin biaya dan lain lain karena aku akan mengurus semua nya "
__ADS_1
ucap alfino dan mengecup rambut istri nya dengan wangi yang khas.
setelah berkumpul di halaman depan villa akhirnya para rekan bisnis termasuk devan , kilan dan nuko pergi pulang menuju kota.
" sayang, boleh gak nanti kita mampir ke babyshop sebentar ? "
" aku ingin membelikan baby nya rini dan deni sesuatu "
ucap caramel yang mana mereka sedang berada di perjalanan pulang.
" hemm siap ibu negara "
ucap alfino sambil meletakkan tangan nya seperi sedang hormat.
alfino menekan sebuah tombol yang bisa menghubungkan nya dengan pak dadang yang sedang menyetir mobil nya
alfino memerintahkan pak dadang berhenti di sebuah babyshop yang tak jauh dengan supermarket terbesar di kota ini.
" saya belum berhasil pak maafkan saya "
" saya akan melakukan rencana B kita secepat mungkin "
" kali ini saya tidak akan membiarkan wanita ****** itu hidup "
ucap kilan yang tengah berbicara lewat ponsel nya sedangkan tangan kanan nya memegang stiur mobil.
ia berangkat sendiri dan pulang sendiri menggunakan mobil putih yang diberikan oleh paman risa kepada nya.
sepulang nya dari baby shop alfino dan caramel memutuskan untuk pulang kerumah terlebih dahulu.
__ADS_1
rencana nya besok mereka akan berkunjung ke rumah deni dan rini.
karena deni sudah memberitahukan alfino bahwa ia akan mulai bekerja besok.
maka alfino berjanji akan mengantar caramel ke rumah rini terlebih dahulu, lalu ia ke kantor dan pak dadang akan kembali ke rumah deni untuk menunggu caramel hingga ia ingin pulang.
" non, tuan sudah pulang "
" hati-hati non "
bi tuti menyambut caramel yang baru turun dari mobil.
" makasih ya bi tuti "
ucap caramel.
" sama-sama non, bibi juga sudah menyiapkan makan siang kesukaan non caramel "
bisik bi tuti sementara alfino mengernyitkan dahi nya melihat kedua makhluk yang sedang berbisik lalu tertawa ceria.
" eehhemmm ehhemmm " alfino berdehem sementara bi tuti melonjak kaget dan menundukkan kepala nya.
" apa yang sedang kalian bicarakan ? "
" kalian sedang menceritakan saya ? "
tanya alfino lalu duduk di meja makan.
" wahhh enak sekali menu siang ini bi, bibi tau saja kesukaan saya "
__ADS_1
ucap caramel kegirangan.
HAI LIKE DAN KOMENTAR BANYAK BANYAK YA ❤️