
DRTTT...DRRTT...DRRTTT
ponsel alfino berbunyi dan terlihat di layar ponsel adalah nomor telfon rumah nya.
" Halo tuan "
ucap bi tuti di seberang telfon.
" ya bi tuti ada apa saya sedang meeting "
jawab devan dan deni melirik nya.
" baiklah setelah selesai ini saya pulang "
jawab alfino yang telah mendengar dari bi tuti kalau caramel tidak mau keluar dari kamar nya untuk makan siang.
hari sudah pukul 16.00 wib namun alfino belum juga menyelesaikan pekerjaan nya.
sesekali ia memijit-mijit dahi nya karena merasakan sedikit pusing akibat lelah nya bekerja.
namun ketika ia melihat sebuah bingkai foto di hadapan nya seketika lelah nya hilang.
hanya dengan melihat foto caramel saja ia sudah sangat bahagia.
*****
" apa yang harus aku lakukan ? "
" aku sungguh merasa bersalah terhadap mas bobi karena telah menikahi pria yang telah menghilangkan nyawa nya "
caramel menangis di balkon sambil mengelus-ngelus perut buncit nya.
__ADS_1
jujur ia sangat mencintai alfino, mencintai nya dengan sangat dalam.
" bi tuti, bibi tau gak mobil yang di dalam garasi yang warna kuning itu punya siapa ? "
tanya caramel spontan kepada bi tuti yang sedang menyetrika pakaian.
" hemmm setahu bibi itu mobil tuan alfino, non "
jawab bi tuti yang kaget caramel muncul tiba-tiba di pintu.
caramel berlalu pergi meninggalkan bi tuti yang masih kebingungan dengan ulah majikan nya.
" ibu hamil emang bertingkah aneh kali ya "
batin bi tuti yang belum pernah merasakan nya setelah sepuluh tahun berumah tangga dengan pak bahar.
sementara di balkon kamar devan, tampak devan sedang menikmati secangkir kopi dengan pandangan ke arah kamar caramel yang berada di seberang rumah nya.
rasa cinta rasa sayang yang belum mampu ia hapus dari hati nya untuk caramel membuat nya semakin hari semakin ingin dekat dengan caramel.
" devan, kemarin kamu bilang akan membantu ku apa aja kan ? "
" aku butuh bantuan mu, besok pagi aku akan menemui mu di kantor mu "
" kamu gak perlu balas pesan ini "
devan buru-buru menelfon caramel namun sayang ponsel caramel sudah tidak aktif lagi.
" ada masalah apa kamu mel "
batin devan penasaran sambil berjalan mondar-mandir di balkon kamar nya.
__ADS_1
*****
" CUPP "
alfino mengecup pucuk kepala istrinya yang kini tengah tertidur pulas dengan posisi miring.
belakangan ini caramel memang sudah agak susah tidur dengan posisi berbaring dikarenakan perutnya yang besar.
maka setiap mau tidur, alfino selalu mengelus kepala ataupun punggung nya sampai ia tertidur.
alfino pun membersihkan tubuh nya yang seharian sudah berada di luar rumah.
tentunya banyak kuman dan badan nya terasa lengket.
" hoamm "
caramel terbangun karena mendengar suara percikan air dari kamar mandi.
menghidupkan lampu tidur di samping nya dan segera melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul sebelas malam.
tak terasa ia ketiduran selagi memikirkan apa yang harus ia lakukan.
" KRUKK KRUKK KRUKK "
perut caramel keroncongan karena ia belum makan nasi sejak pagi.
tadi sebelum ia tertidur caramel sempat memakan coklat karena mood nya yang sedang berantakan.
coklat dan eskrim yang dibelikan alfino masih ada setengah kulkas lagi itupun sudah ia bagi-bagi kepada security, bi tuti dan pak bahar namun tak habis juga.
" sayang, kamu bangun "
__ADS_1
tanya alfino yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang melilit tubuh nya dan ia langsung mengecup lembut bib** caramel namun belum lagi sempat alfino melum** nya , caramel melepas nya paksa dengan wajah yang cemberut membuat alfino bertanya-tanya apa ada kesalahan yang ia sudah perbuat ?
HAI LIKE DAN KOMEN BANYAK BANYAK YA ❤️