My Brondong CEO

My Brondong CEO
janda menggoda


__ADS_3

" bangs*t lo "


"mau dipotong gaji 50 persen hah?"


ancam alfino


"iya iya ini serius ya"


"caramel janda karena suaminya meninggal kecelakaan tabrak lari 11 bulan lalu"


"suaminya meninggal ditempat"


"katanya sih yang nabrak mobil mewah berwarna kuning"


"sayangnya keluarganya tidak tahu berapa nomor plat mobil tersebut"


jelas deni kepada alfino


alfino pun hanya menjawab " oooo"


"ooo aja lo curut "


"panjang lebar aku jelasin lo jawabnya ooo doank "


kesal deni sambil mengarahkan lengan nya ke arah perut alfino .


* kos kosan *


"alhamdulillah kenyang" caramel sampai bersendawa saking kenyangnya


malam ini walaupun hanya menyantap mi instan dengan telur ceplok rasanya sudah nikmat sekali karena perut caramel yang sangat lapar berhubung dari siang belum memakan apapun.


di rumah alfino


" kapan lo mengadakan resepsi?"


tanya alfino ke deni


itulah sebabnya deni hendak cuti sementara karena dia ingin menikah dengan kekasihnya dan dia mendapatkan caramel sebagai penggantinya.


" setelah selesai acara pertunangan lo dengan risa" jawab deni


entah mengapa alfino langsung malas saat mendengar nama risa


"pulang lo sana" usir alfino ke deni


mobil jazz merah melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan padat kota.


walau hanya sarapan dengan telur ceplok caramel tetap semangat menjalani hidupnya untuk bekerja sebagai asisten ceo sakura company.


"pagi pak" sapa caramel kepada security yang bertugas didepan pintu masuk perusahaan

__ADS_1


"pagi neng"


"neng karyawan baru ya?"


tanya security tersebut


"iya pak nama saya caramel" jawab caramel tersenyum


hari ini caramel memakai setelan serba coklat susu dengan rambut yang digerai tapi tetap terlihat tapi


caramel langsung menekan angka 26 di lift seperti deni kemarin.


ting...


pintu lift terbuka dan belum ada siapapun disana


tak berapa lama


"pagi caramel" sapa deni


alfino yang datang bersamaan dengan deni tidak menyapa caramel .


"pagi pak" sapa caramel kepada alfino


alfino hanya membalas dengan senyuman tanpa menghentikan langkah kakinya menuju ruangan nya


namun didalam hati alfino berkata


meja kerja caramel tepat berada didepan meja kerja deni.


" dingin amat mirip es batu"


ucap caramel sepelan mungkin


tak disangka deni mendengar perkataan caramel


" dia emang dingin kayak salju"


ledek deni sambil terkekeh


caramel tersenyum antara malu dan takut.


takut pak deni melaporkan kata-katanya yang mencela bos nya.


"aduh mati aku habislah aku"


"kok bisa denger sih pak deni"


"tajem juga ya pendengaran nya"


ucap caramel dalam hati

__ADS_1


deni hanya terkekeh melihat wajah caramel yang memerah.


" kamu sungguh cantik natural " deni berkata dalam hati sambil melihat caramel tersenyum garing.


caramel melihat seorang lelaki dan wanita paruh baya dengan tampilan glamour jalan menuju ruangan ceo nya


dia melirik deni seolah bertanya itu siapa


" hai sayang "


alfino kaget saat daddy dan mommy nya masuk ke ruangnya nya.


"are you ready, honey?"


tanya mommy alfino


"alfino belum siap kalau bertunangan dengan risa mom" alfino memohon


"siap gak siap kamu harus siap"


daddy menegaskan


tok..tok..tok..


terdengar suara pintu diketuk


"masuk" suruh alfino


ternyata caramel masuk dengan membawa nampan ditangan nya yang berisi 3 cangkir teh untuk orangtua bos nya


caramel disuruh deni membuatkan minuman


untuk orangtua alfino.


"silahkan diminum pak, bu "


sapa caramel ramah sambil tersenyum


"ini siapa fin"


tanya mommy penasaran


"dia asisten magang yang akan menggantikan deni karena deni akan segera menikah "


jawab alfino


"pinter kamu milih asisten ya fin, selain cantik dia juga ramah" puji mommy alfino


"semoga kinerja kamu memuaskan ya nak"


ucap mommy alfino sambil tersenyum ke arah caramel.

__ADS_1


"insyaallah bu, insyaallah saya akan bekerja dengan baik " jawab caramel sambil permisi keluar


__ADS_2