
" gimana sayang rasanya ? "
tanya caramel sambil tersenyum dan melihat ke arah jarum jam pukul dua belas yakni alfino yang sedang duduk tepat di hadapan nya.
" hemmm "
alfino membulatkan kedua mata nya seperti orang yang sedang terkejut.
" kenapa sayang ? "
" gak suka ya ? "
tanya caramel ragu.
" enak sayang , enak banget malahan "
jawab alfino dan terus melahap nasi goreng nya lalu meneguk minum yang telah di pesan tadi.
" apa aku bilang, enak kan makan di emperan "
ucap caramel.
" heemm " jawab nya sambil memasang seatbelt.
alfino langsung mengajak caramel meninggalkan tempat itu karena sudah merasa tak nyaman dengan kerumunan orang-orang yang memperhatikan mereka.
bahkan ada yang memotret mereka diam-diam.
kini alfino dan caramel sedang berada di perjalanan pulang.
yap niat awal mereka adalah pulang.
namun ketika tiba di lampu merah kedua, niat alfino tiba-tiba berubah.
jalan menuju perumahan elit itu harus nya terus lurus sejauh lima ratus meter ke depan.
" sayang, ini bukan jalan pulang deh "
caramel mencoba mengingatkan suami nya yang tiba-tiba membelokkan stiur ke sisi kanan persimpangan setelah lampu merah telah berubah warna menjadi hijau.
" siapa yang bilang mau pulang ? "
ucap alfino sambil mengelus pipi kanan istri nya dengan tangan kiri nya sementara tangan kanan nya tetap berada di stiur mobil limited edition milik nya.
caramel semakin bingung ketika alfino terus melajukan mobil nya menuju jalan tol yang mana seperti nya ia akan keluar kota.
" is it surprise ? "
tanya caramel.
" maybe "
jawab nya singkat.
" come on , sayang "
" where are we going ? "
caramel semakin penasaran.
" sssttt "
alfino meletakkan jari telunjuk nya di bibir ranum istri nya itu.
satu jam kemudian tiba lah mereka di sebuah rumah yang mana ternyata adalah sebuah villa.
" ayo turun "
ajak alfino lalu keluar dari mobil nya.
" kita dimana sayang ? "
caramel yang baru turun dari mobil langsung memperhatikan sekitar villa yang di dominan dengan warna putih.
tak lama setelah itu, muncul seorang pria paruh baya yang bernama pak sardi dengan sebuah sarung yang menyilang di pundak nya.
__ADS_1
ternyata pak sardi adalah orang yang menjaga dan membantu membersihkan villa ini dan ia juga bilang bahwa istri nya telah menyiapkan air hangat untuk kami bersih-bersih.
" sayang, kita dimana ini ? "
tanya caramel yang sungguh masih penasaran mengapa alfino tiba-tiba membawa nya kesini.
" ayo ada yang ingin aku tunjukkan ke kamu "
alfino menarik tangan caramel menuju kamar utama.
begitu masuk caramel sudah di suguhi oleh perabotan klasik yang di dominan dengan warna gold.
sungguh villa yang sangat nyaman untuk self healing seperti nya.
ketika tiba di kamar utama, alfino membuka pintu balkon dan betapa kaget nya caramel dengan pemandangan luar biasa dari tempat ini yang menyuguhkan kelap kelip cahaya dari rumah-rumah masyarakat di kota bisa terlihat sangat indah.
caramel juga bisa melihat cahaya dari berbagai sumber termasuk pepohonan tinggi di sekitar villa membuat udara disana sangat sejuk dan segar.
" indah bukan ? "
ucap alfino sambil memeluk caramel dari belakang.
tak sengaja ia memegang lengan caramel yang berbintik kecil seperti sedang merinding menahan dingin nya udara disini.
" so beautiful "
caramel masih kagum dan terus melihat pemandangan indah malam ini.
" kamu dingin ? "
alfino semakin mengeratkan pelukan nya.
" sedikit "
jawab nya yang mulai merasakan hangat oleh pelukan suami tampan nya .
aroma maskulin dari parfum branded nya mampu membuat caramel berdebar hebat.
wangi tubuh yang tak pernah berubah sejak dulu.
tanya alfino berbisik ke telinga kanan caramel yang membuat bulu kudu nya berdiri karena geli.
" i think i know "
" berastagi , alright ? "
jawab caramel.
" yes "
" aku sengaja membeli villa ini seminggu setelah kita pertama kali bertemu "
" kamu masih ingat dimana kita pertama kali bertemu ? "
alfino bertanya kembali dengan membisikkan nya lagi dan lagi.
" hemm funland ? "
jawab caramel gugup karena jantung nya yang tidak bisa kompromi terus berdetak kencang.
padahal alfino suami nya tetapi ia tetap saja mampu menggetarkan perasaan dan tubuh caramel seperti tersengat listrik.
" ehem..you're right "
jawab alfino lembut dan mencium leher caramel dengan aroma parfum feminim nya.
" sssshhh " caramel mulai merasakan hal yang sudah tidak aneh bagi nya.
" you know ? "
" aku membeli villa ini dengan satu keyakinan bahwa suatu hari nanti aku akan membawa kamu kesini "
" ini adalah kota dimana kita pertama kali bertemu dan aku ingin mengingat nya seumur hidup ku "
ucap alfino.
__ADS_1
" ketika kita pertama kali bertemu, kita belum saling mengenal, belum saling dekat , tapi kenapa kamu membeli villa ini karena aku ? "
" bisa saja aku adalah istri orang atau aku tidak menyukai mu "
" bisa saja bukan ? "
ucap caramel.
" because of you "
" kamu yang meyakinkan diriku bahwa kamu lah wanita yang akan menemaniku hingga akhir nanti "
jawab nya lembut.
" i love you at the first sight "
ucap alfino.
" bukankah waktu itu kamu sudah memiliki pacar ? "
" wah tipe-tipe fuckboy nih papi nya BARA "
ledek caramel.
" kamu sudah mengetahui jalan cerita nya sayang "
" jangan meledek ku seperti itu "
" atau...."
" akan ku terkam kamu malam ini sampai pagi "
ancam alfino sambil mengeratkan pelukan nya.
caramel terkekeh mendengar ancaman mudah tersebut.
" okay i'll do it for you "
ucap caramel lalu membalikkan tubuh nya menghadap alfino.
ia mencium tepat di bib** merah jambu dan agak tebal milik pria tampan yang kini telah sah menjadi papi dari anak-anak nya.
sambil melum** nya dan bermain di area mul** nya membuat alfino tidak tahan kalau harus terus-terusan berdiri di balkon.
ia menuntun caramel masuk ke kamar dan mendekati kasur king size dengan seprei berwarna putih tanpa melepaskan tautan nya dengan istri nya tersebut.
tangan nya juga tidak tinggal diam, alfino bergegas menurunkan resleting yang terdapat di dress caramel bagian punggung.
" sreeetttt "
kancing dress sudah terbuka sempurna dan memperlihatkan keindahan caramel yang tiada tandingan nya bagi alfino.
bagi nya tubuh caramel lah satu-satu nya yang dapat membuat nya seperti tak karuan.
caramel juga seperti membalas tindakan alfino dengan membantu nya melepaskan pakaian nya.
kini mereka telah berada di kasur dengan alfino yang memegang kendali.
desa*** demi desa*** terdengar memenuhi kamar yang di lengkapi dengan gorden berwarna gold.
" i want it again after this, okey ? "
ucap caramel dengan suara bergetar karena alfino sedang menggerakkan nya.
" ohh really ? "
" jangan minta udahan di tengah jalan ya sayang "
ucap alfino dengan suara yang sudah ngos-ngosan.
udara yang begitu dingin di daerah pegunungan sudah tak dapat mereka rasakan lagi.
kini hanya hawa panas yang sedang mereka nikmati untuk menghabiskan malam ini di tempat mereka pertama kali bertemu beberapa tahun silam.
HAI HAI LIKE DAN KOMEN BANYAK BANYAK YA π
__ADS_1