
" dimana aku ? " batin caramel melihat sekeliling nya.
ia benar-benar tak mengetahui dimana tempat ini.
seingat nya tadi ia sedang berada di area khusus frozen food di supermarket.
ketika ia hendak bangun dari pingsan nya, ia baru sadar jika tangan dan kaki nya di ikat di sebuah kursi kayu yang sedang ia duduki.
" sudah sadar ibu caramel yang terhormat ? "
tampak seorang wanita yang memakai masker dan topi memasuki ruangan dimana caramel di sekap.
sebuah ruangan dengan cat dinding berwarna krem serta tumpukan-tumpukan beberapa barang menandakan bahwa ruangan ini adalah sebuah gudang di rumah kilan.
" pengecut sekali anda ! "
" bermain curang dengan cara menculik saya "
ucap caramel sengaja memancing wanita tersebut yang sebenarnya sudah ia ketahui adalah kilan.
ketika membuka masker dan topi nya caramel sudah tidak kaget dengan seseorang di baliknya.
caramel sudah mengetahui akal busuk kilan yang ingin mencelakai nya, caramel juga tahu kilan mengikuti nya sejak dari rumah rini kemarin siang.
caramel sengaja tidak mengatakan nya kepada pak dadang karena ia ingin melihat apa yang ingin kilan lakukan.
tak ia sangka justru kilan berani berbuat sampai sejauh ini.
" nyawamu sudah berada di tangan ku janda ****** ! "
ucap kilan melotot sambil memegang kedua pipi caramel dan meremas nya kasar.
" ayo bunuh aku kalau kamu berani "
tantang caramel yang mana kedua tangan nya masih terikat di kursi.
__ADS_1
" janda ****** ! "
PLAK PLAK
kilan menampar keras caramel dua kali di pipi kanan dan kiri nya.
" hah cuma segini kekuatan kamu ? "
ucap caramel dengan senyum menyeringai.
" BUGH "
kilan menjambak rambut caramel lalu membenturkan kepala caramel ke kursi kayu yang sedang ia duduki.
darah segar tampak menetes dari dahi caramel yang terluka akibat benturan.
" gimana ? sakit ? "
" lebih sakit aku ketika kau merebut alfino dari tangan ku ! "
caramel merasa pusing akibat pukulan dan tamparan dari kilan.
ia sudah melemah, hanya satu yang ia fikirkan adalah bayi nya harus selamat.
*****
kini mobil pajero sport berwarna putih telah sampai di sebuah rumah krem yang berukuran tak terlalu besar.
tampak beberapa orang penjaga berbadan tegap dan tinggi sedang berdiri di pintu rumah tersebut.
" al, tolong gunakan akal sehat lo ikuti saja kemauan kilan dan please jangan gegabah karena kita harus menunggu polisi datang "
" hemm baiklah "
jawab alfino dan mereka pun turun dari mobil dan masuk ke rumah tersebut yang mana adalah rumah kilan yang di berikan oleh paman risa.
__ADS_1
tanpa alfino dan deni sadari sebuah mobil sport hitam mengikuti mereka.
ternyata devan sudah mendengar kabar hilang nya caramel di supermarket.
kebetulan manager disana adalah sepupu nya nuko asisten devan.
" selamat datang alfino ayo masuk dulu "
ucap kilan yang seperti tidak merasa bersalah.
" dimana istri ku? "
tanya alfino yang sedang duduk di ruang tamu bersama deni.
" aku akan beritahu kamu tapi kamu harus menuruti semua kemauan ku "
ucap kilan.
mata alfino tertuju pada sebuah pintu kamar yang di jaga oleh beberapa bodyguard berbaju hitam.
alfino tahu betul bahwa ada istri nya di dalam sana sedang di sekap.
" Aaahhh brengsek ! "
" BUGH BUGH BUGH "
alfino memukuli para bodyguard begitupun deni.
mereka hampir kewalahan karena jumlah dari bodyguard yang cukup banyak sekitar sepuluh orang belum termasuk yang berjaga di pintu masuk.
devan dan nuko masuk membantu alfino dan deni.
deni menatap heran namun ia hiraukan sebab devan membantu mereka menghabisi para preman yang di bayar oleh kilan.
HAI LIKE DAN KOMEN BANYAK BANYAK YA ❤️
__ADS_1