
" temani saya makan "
" ini perintah bukan pertanyaan "
perintah alfino kepada caramel
" maaf pak tapi saya sudah kenyang "
elak caramel
caramel tidak mau sesuatu terjadi diantara mereka.
bukan kepedean tetapi kebanyakan cerita novel benih-benih cinta akan timbul karena sering bersama.
" duduk atau pecat " alfino menjawab seenak jidat
" baiklah pak " caramel pasrah dan duduk tepat disamping alfino karena alfino yang menyuruhnya.
caramel pun membuka bungkusan makanan yang dibelinya tadi dan menyajikan nya untuk alfino.
"silahkan dimakan pak"
ucap caramel merasa tidak nyaman karena duduk disamping bos nya itu.
bagaimanapun caramel adalah wanita normal yang sudah lama tidak mendapat kasih sayang dan perhatian dari seorang pria.
" ini untuk kamu" alfino memberi sepasang sumpit untuk caramel .
" terimakasih pak " ucap caramel sambil tersenyum
" kenapa dia jadi baik?"
" kenapa tidak dingin lagi?"
" kenapa tiba-tiba berubah?"
caramel bertanya-tanya dalam hati sambil melirik ke arah sushi yang belum juga dimakan nya.
" awas lompat sushi nya" goda alfino
karena disindir alfino caramel pun akhirnya memakan sushi nya dengan lahap dan tak tersisa sedikitpun berhubung dirinya sangat lapar karena cuma sarapan telur ceplok .
" pelan-pelan makan nya "
" itu di sini ada....itu..itu "
ucap alfino sambil menunjuk
__ADS_1
caramel tidak mengerti apa yang dikatakan bos nya .
dia hanya mengerutkan dahinya
alfino yang tidak sabaran langsung mengambil sisa makanan yang menempel diujung bibir caramel.
"hemmm ada apa pak" caramel panik saat alfino mendekat
" ini sisa makanan" jawab alfino gugup
jantungnya seperti akan melompat keluar saat caramel menatap matanya
begitupun caramel,
perasaan yang sudah lama sekali tidak pernah ia rasakan akhirnya kembali terasa jantung yang berdebar kencang seperti remaja yang sedang jatuh cinta.
alfino menatap bibir ranum caramel
bibir tipis dengan polesan lipstik nude pink membuat bibir caramel terasa sangat manis bila dikecup.
"cup" alfino tanpa basa basi mengecup bibir caramel
membenamkan nya dalam-dalam dan melu**t nya dengan lembut .
caramel membelalakkan matanya dan melotot karena terkejut.
panggil caramel sambil mengayunkan tangan nya di depan mata alfino membuyarkan lamunan alfino
" ehh.. iya.. apa " sahut alfino gugup
" ternyata aku cuma menghayal "
" dasar otak mesum " ucap alfino dalam hati
" kamu jangan sampai gak datang ke acara saya besok ya " alfino mencoba mengalihkan caramel agak tidak bertanya mengapa ia melamun
" ohiya pak insyaallah saya datang"
" saya datang bersama pak deni "
jawab caramel
" deni?" alfino bertanya kaget
" iya bareng pacarnya juga , pak" jawab caramel sambil membereskan sisa makanan mereka
" kalau begitu saya permisi keluar ya pak "
__ADS_1
" udah waktunya shalat pak"
ucap caramel sembari membungkukkan sedikit kepalanya
" oke baiklah " jawab alfino sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" shalat?"
" aku islam tapi tidak pernah mengerjakan nya"
" apa itu penting?"
alfino berbicara sendiri
" caramel, darimana saja kamu?"
tanya deni melihat caramel keluar dari lift
" tadi katanya gak mau makan siang"
" katanya diet "
" makan siang dimana kamu "
" sama gebetan ya "
deni meledek caramel
" hussss, pak deni "
" saya tadi disuruh bos membeli makanan karena pak deni tidak ada ditempat "
jawab caramel
" trus kok lama sekali " deni semakin penasaran
" iya tadi aku dibentak sama bos disuruh makan bareng dia "
" aku kan gak enak ya pak "
" masak asisten makan bareng bos "
jelas caramel ke deni
deni hanya terkekeh mendengar cerita dari caramel
" dasar modus lo alfino " ucap deni dalam hati sambil senyum senyum
__ADS_1