My Brondong CEO

My Brondong CEO
silent berujung masalah


__ADS_3

" mel, tahan ya mel "


devan yang menyetir mobil sambil melihat caramel menahan sakit di kursi belakang mobil melalui kaca spion.


*****


" non caramel kenapa "


tanya bi tuti panik kepada security.


" non caramel mengeluarkan banyak air dan sedang di bawa ke rumah sakit oleh pak devan "


beritahu security gugup.


" APA !!! "


pak bahar panik.


" segera hubungi pak alfino dan kami akan menyusul ke rumah sakit "


" ayo bu "


ajak pak bahar dan segera pergi meninggalkan halaman rumah caramel dengan mengendarai mobil yang tadi mereka bawa ke swalayan.


barang belanjaan pun belum sempat di keluarkan dari mobil oleh bi tuti.


" telfon pak alfino "


ucap pak bahar yang sedang menyetir buru-buru.


" sudah tapi tidak di angkat "


" bagaimana ini pak , ibu takut terjadi sesuatu kepada non caramel "


bi tuti ketakutan sambil meremas tangan nya.


*****


" caramel "


dokter bella melihat caramel yang tengah di dorong oleh para perawat menggunakan ranjang dorong.

__ADS_1


namun ia juga kaget saat melihat lelaki yang ikut panik bukan lah alfino.


" ayo segera bawa ke ruang bersalin "


perintah dokter bella.


para perawat menyiapkan semua peralatan bersalin agar dokter bella bisa memeriksa keadaan caramel dan bayi nya.


" dimana alfino "


batin dokter bella.


dokter bella memeriksa nya namun walau sudah mengeluarkan tanda tetapi tidak ada tanda-tanda pembukaan untuk melahirkan secara normal.


" permisi pak, saya butuh alfino sekarang juga disini agar dapat menandatangani surat persetujuan untuk melakukan caesar kepada caramel "


ucap dokter bella.


" biar saya yang tanda tangani dan tolong selamatkan caramel beserta bayi nya "


" lakukanlah yang terbaik , dok "


" saya mohon "


" kamu siapanya ? "


tanya dokter bella.


" kerabat dekat nya "


jawab devan.


" hem baiklah saya akan segera melakukan tindakan caesar dan silahkan tanda tangan disini "


ucap dokter bella lalu pergi menuju ruang operasi .


bi tuti dan pak bahar yang baru tiba langsung panik bertanya kepada devan yang sedang mondar-mandir di depan pintu ruang operasi.


" mana alfino "


" suami macam apa dia berani-berani nya membiarkan istri nya seperti ini "

__ADS_1


devan berkata dengan nada yang naik satu oktaf.


*****


" terimakasih pak, senang bekerja sama dengan perusahaan anda "


ucap alfino sambil menjabat tangan rekan bisnis nya.


ia mendudukkan tubuhnya dengan bersandar dan menutup mata nya sejenak.


lalu deni datang mengetuk pintu menyerahkan berkas-berkas seperti biasa.


" gimana keadaan caramel sekarang ? "


tanya deni membuat alfino membuka mata nya sepertj tersentak.


ia baru menyadari bahwa ponsel nya telah ia matikan nada nya alias di silent oleh nya sebab klien yang meeting dengan nya tadi sangat penting bagi perusahaan yang sedang terganggu.


" astaga ! "


buru-buru ia memeriksa ponsel nya yang ia letakkan dalam saku celana nya.


" caramel "


alfino kaget bukan kepalang melihat puluhan panggilan tak terjawab dari bi tuti , pak security serta dokter bella.


" kenapa bro "


tanya deni yang melihat alfino berlari keluar ruangan nya.


alfino menelfon bi tuti dan seperti di sambar petir mendengar kabar bahwa caramel sedang berada di rumah sakit dan tengah menjalani operasi caesar sebab ada sesuatu kendala yang bi tuti tidak pandai jelaskan.


dengan kecepatan tinggi alfino menginjak pedal gas mobil BMW hitam nya menyusuri lalu lintas yang tidak terlalu padat di jam kerja seperti ini.


" ya tuhan selamatkan lah istri dan anak ku "


" aku benar-benar suami dan ayah yang bodoh karena tidak ada disana "


alfino memukul-mukul stiur mobil nya untuk meluapkan kekesalan nya kepada dirinya sendiri.


" harus nya aku tidak perlu pergi ke kantor "

__ADS_1


alfino merasakan sesak di dada nya karena belum juga tiba di rumah sakit.


HAI LIKE DAN KOMENTAR BANYAK BANYAK YA ❤️


__ADS_2