My Brondong CEO

My Brondong CEO
masker dan topi


__ADS_3

* sakura company


sudah beberapa hari ini semenjak kelahiran putra nya, alfino absen datang ke kantor dan menyerahkan semua tugas kepada deni.


sampai-sampai deni harus merelakan weekend nya di kantor demi melaksanakan tugas dari bos sekaligus sahabat nya itu.


" selamat siang pak deni "


sapa gula yang berpapasan dengan deni.


" siang "


deni menjawab cuek karena kelelehan.


deni kewalahan menghandle pekerjaan alfino sehingga ia meminta gula dan beberapa staff untuk lembur di weekend kali ini.


" pak deni, tunggu "


panggil gula.


" ya ada apa "


deni memberhentikan langkah nya dan bertanya.


" saya cuma mau nanya keadaan bu caramel "


ucap gula ragu-ragu.


" she's okey dan hari ini mereka kembali ke rumah "


jawab deni.


deni kembali bertanya


" mengapa kamu tidak menjenguk nya saja ? "


" saya takut kepada pak alfino "


" bisa-bisa belum sampai pintu udah di usir pak "


jawab gula dengan wajah lemas.

__ADS_1


" haha kamu kira alfino hantu sampe sebegitu takut nya kamu "


deni terkekeh dan berlalu pergi meninggalkan gula yang masih bingung.


" orang kaya memang aneh "


ucap gula sambil berjalan menuju ke ruangan nya.


*****


alfino yang kini sedang berada di resepsionis rumah sakit guna melunasi tagihan nya membuat beberapa pasang mata terus memandang ke arah nya.


entah terlalu tampan entah terlalu aneh karena saat ini alfino memakai masker hitam yang berwarna senada dengan topi nya.


karena sebelum ia beranjak ke resepsionis caramel memberi nya dua benda tersebut agar tidak ada seorang pun yang bisa menikmati wajah tampan suami nya itu.


awalnya alfino menolak, namun akhirnya ia harus menuruti perintah istri nya tersebut sebab jika alfino tidak menuruti nya maka caramel tidak akan berbicara dengan alfino selama lima puluh hari.


salut sekali bukan ?


alfino yang awalnya pria tampan , kaya raya serta pewaris tunggal sakura group bisa-bisa nya saat ini bucin kepada istri nya.


" tujuh puluh enam juta pak alfino "


alfino segera menyerahkan black card limited edition membuat kedua bola mata si resepsionis membulat sempurna.


" pak, boleh minta nomor whatsapp nya ? "


tanya si resepsionis sambil menyerahkan kartu kredit milik alfino.


namun alfino hanya menjawab ketus tanpa basa-basi.


" istri saya suka membunuh pelakor "


kata-kata alfino membuat para perawat yang berada di sekitar mereka menertawakan si resepsionis.


" mimpi lu ya ngegebet pak alfino hahaha "


ledek salah seorang perawat kepada si resepisonis.


" usaha kan gak salah "

__ADS_1


jawab nya kepedean.


" dia hanya bintang yang hanya bisa kita lihat keindahan nya namun tidak akan pernah kita genggam "


ucap salah seorang perawat dengan tubuh berisi.


" drama lu "


ucap teman perawat mengusap wajah nya kasar.


*****


" sudah sayang ? "


tanya caramel yang melihat kedatangan alfino ke ruangan nya.


" udah, ayo kita pulang "


pak dadang yang sudah menunggu di depan membantu alfino mengangkat barang-barang milik mereka sedangkan ibu caramel menggendong bayi nya.


caramel duduk di kursi roda karena jarak dari kamar menuju lobby rumah sakit lumayan jauh mengingat rumah sakit ini adalah rumah sakit terfavorit di kota ini.


" alfino "


" bener kan kamu alfino "


seorang wanita dengan pakaian super seksi menyapa alfino tepat di depan rumah sakit.


caramel membelalakkan matanya melihat tangan kekar suami nya di pegang-pegang oleh wanita seksi.


" hemm kalau tidak salah, kamu...kamu... viona ? "


alfino mencoba mengingat-ingat.


" yes i'm viona "


" and...."


viona menunjuk ke arah caramel di kursi roda yang mana sedang di pegang alfino.


" ohh she's my wife "

__ADS_1


jawab alfino.


HAI LIKE DAN KOMENTAR BANYAK BANYAK YA ❤️


__ADS_2