
di sebuah rumah sederhana tampak ibu caramel sedang mengompres kening nino dengan air hangat
sudah dua hari ini nino demam dan tidak berselera makan padahal sudah dibawa ke bidan desa.
ibu caramel berusaha untuk tidak menghubungi caramel dikarenakan takut anaknya itu khawatir dan menyetir pulang malam-malam begini.
" sebaiknya besok pagi - pagi saja aku hubungi caramel " ucap ibu caramel dalam hati sambil terus mengompres nino
nabila yang sudah terlelap dalam mimpi diselimuti oleh neneknya.
nabila tidur ditempat tidurnya sendiri tepat di samping tempat tidur nino.
mereka memang sekamar tapi tidak satu tempat tidur.
tampak di gedung dimana acara resepsi pernikahan deni dan rini sedang berlangsung acara puncak yaitu minum teh sebagai tradisi karena deni dan rini adalah keturunan tionghoa
caramel dan alfino pun ikut dalam acara tersebut sebagai rasa saling menghargai.
setelah acara tersebut selesai deni mengajak alfino
karena deni menghampiri alfino maka caramel memutuskan ngobrol dengan rini
" hei bro yuk kita minum disana "
alfino melirik ke arah minuman keras yang ditunjuk deni
" rini selamat ya semoga langgeng sampai kakek nenek " ucap caramel sambil memeluk rini
" ciyeee yang jago nyanyi "
ledek rini
" suara jelek gitu masak jago nyanyi "
jawab caramel
" bagus banget suara kakak "
__ADS_1
" kak alfino saja sampai gak kedip ngeliatin kakak "
ucap rini
caramel tersenyum malu sambil berkata
" husss pak alfino sudah punya tunangan "
" pak alfino suka nya sama kakak bukan sama tunangan nya " jawab rini
" sok tau kamu anak kecil " ledek caramel
" hei kecil-kecil gini sudah punya suami "
jawab rini sambil mencubit perut caramel pelan
mereka pun tertawa bersama .
mereka terus mengobrol sambil duduk di meja dekat para pria minum - minum.
" caramel " panggil deni
" yaampun pak alfino " caramel kaget
" mabuk dia sayang ? " tanya rini kepada deni
" biasalah alfino kan minum dikit langsung pingsan " ledek deni
alfino memang tidak bisa minum minuman keras, sedikit saja dia minum langsung tepar gak karuan
" kamu antar dia pulang ya " pinta deni kepada caramel
" kerumah nya ? " tanya caramel
" dirumahnya ada bu risa pak "
" saya takut bu risa mikir yang macem-macem " ucap caramel
__ADS_1
" tidak tidak "
" kamu antar dia ke apartemen nya "
beritahu deni
deni yang menyadari bahwa caramel tidak tahu alamat apartemen alfino segera mengirim pesan ke caramel melalui pesan whatsapp .
" itu sudah saya kirim alamatnya ke whatsapp kamu " ucap deni
" baik pak saya permisi " pamit caramel sambil menarik tangan alfino ke bahunya.
" rin aku pulang dulu ya kapan-kapan kita ngobrol lagi " ucap caramel ke rini
" hati-hati kak " ucap rini sambil melambaikan tangan nya.
" aduh berat banget sih kamu pak " keluh caramel sambil mendudukkan tubuh alfino di kursi penumpang bagian depan yaitu disebelah kemudi
" bismillah " ucapnya
caramel sangat gugup mengendarai mobil mewah alfino.
karena baru pertama kali bagi caramel mengendarai mobil mewah seperti ini
" wahhh mewah sekali apartemen nya " ucap caramel sambil mulutnya terbuka
" salut banget sama pak alfino "
" masih 27 tahun tapi udah tajir melintir "
ucap caramel
ketika pertama bekerja di sakura company caramel mencoba mencari di google tentang keluarga gilberto
tujuan nya adalah agar dia lebih mengetahui tentang perusahaan sakura
dan caramel mendapat artikel tentang alfino
__ADS_1
mengetahui bahwa bosnya itu lebih muda 3 tahun dari dirinya, caramel terkagum kagum dengan pencapaian bos nya di usia yang masih sangat muda.
" pak..pak.." panggil caramel mencoba membangunkan alfino