
" ehemm tes tes "
tampak alfino mengetes apakah pengeras suara di hadapan nya berfungsi atau tidak.
" selamat sore rekan-rekan wartawan semua nya "
sapa nya tanpa senyum sedikitpun.
alfino bukan hanya dikenal sebagai pria tampan biasa namun pewaris tunggal sakura group telah melekat di nama nya sejak ia di lahirkan.
CEO tampan dengan harta kekayaan yang tidak akan habis hingga puluhan keturunan nya.
" duduk sini sayang "
alfino meminta caramel yang baru datang ke aula bersama bi putri dan bara untuk duduk di sebelah nya.
caramel pun mengambil bara dari gendongan bi putri dan membawa nya menghadap para rekan media.
para wartawan terheran dan tampak berbisik satu sama lain melihat perlakuan alfino gilberto kepada istrinya.
sungguh sangat lemah lembut dan romantis.
" saya sudah mendengar permintaan para rekan media untuk mengekspos baby saya beserta nama nya "
" saya langsung saja ya dengarkan baik-baik karena tidak akan ada pengulangan "
" nama bayi laki-laki saya adalah BARA ADRYAN GILBERTO "
para rekan media pun hening karena mereka tahu betul sikap alfino yang super cuek dan jarang sekali mau berbagi informasi pribadi kepada mereka.
" foto "
deni memberi kode dari kejauhan kepada para awak media.
tampak alfino memeluk caramel yang sedang menggendong bara sambil tersenyum dan sesekali mengganti gaya foto.
mulai malam ini hingga kedepan nya akan banyak berita serta foto-foto keluarga kecil alfino terus bermunculan di televisi dan majalah bisnis mengingat bara adalah cucu pertama pemilik sakura group.
serta wanita cantik dan paling beruntung seperti caramel yang mampu menjadi bagian keluarga mereka.
di perjalanan pulang tampak alfino yang kelelahan memejamkan mata nya beberapa saat.
caramel suka sekali melihat alfino sedang tertidur.
hidung mancung, bibir agak merah muda, bulu mata yang panjang serta alis yang beraturan membuat caramel gemas sendiri ingin mencubit pipi nya.
namun caramel mengurungkan niat jahil nya itu dan mencium lembut pipi kiri alfino.
sementara bara yang sedang tertidur di gendongan bi putri berada di depan bersama pak dadang.
" cupp "
caramel mengecup lembut pipi suami nya.
tercium aroma parfum maskulin khas alfino yang tentu nya dari merk ternama asal prancis.
" aroma nya saja sudah membuat candu, apalagi orangnya "
batin caramel yang mana masih mengecup alfino.
ketika caramel hendak melepaskan kecupan nya, alfino tiba-tiba menarik tubuh nya dan memeluk nya erat dengan kedua mata yang masih terpejam.
" sayang "
caramel panik.
berarti sedari tadi ia memandangi wajah nya alfino tidak tidur beneran.
malu-maluin saja fikir nya.
" ternyata kamu gak tidur "
__ADS_1
caramel mencubit pinggang alfino.
" aww aww ampun sayang sakit "
pekik alfino lalu reflek membuka kedua mata nya.
" lebih sakit dari pukulan mommy ihh "
rengek alfino sambil memegang pinggang bagian kiri nya yang tertutupi oleh kemeja hitam nya.
*****
apartemen semewah ini tidak menjamin kebahagiaan sang empunya.
justru ia merasa sangat amat kesepian sehingga sering kali menghabiskan malam panjang nya pergi ke club.
apalagi di tambah hari pertama kerja yang menurut nya sial.
alih-alih bisa mendekati alfino, hari pertama nya kerja malah di suguhkan oleh aksi drama romantis yang sama sekali tak ia harapkan.
sesekali ia berfikir bahwa tidak akan bisa ia mendapatkan alfino dari genggaman istri nya yang seperti nya sangat ia cintai.
namun di satu sisi ia sangat mengingingkan seseorang seperti alfino untuk mengisi kekosongan di hidup nya setelah sekian lama bahkan puluhan tahun.
ia tidak mengincar harta nya sama sekali, tetapi ia hanya menginginkan alfino untuk tetap berada di sisi nya.
" aku harus gerak perlahan namun pasti "
batin viona sambil tengkurap di kasur nya.
" bukti nya ketika aku telfon malam itu dia datang walaupun aku tidak diantar nya pulang dan malah di turunkan di jalan "
viona berbicara sendiri.
*****
" sayang, ayo tidur "
" baby tampan , ayo donk bro berbagi "
" dia istri ku bro, tak akan ku biarkan kamu merebut nya dariku "
alfino bercanda sambil menggendong dan mengunyel-ngunyel bara dengan gemas nya.
bi putri terkekeh mendengar candaan majikan nya itu kepada bayi nya.
" goodnight bara mmuuahh "
caramel mencium kening anak ketiga nya itu dan tercium aroma parfum bayi yang khas.
" udah bisa belum ? "
alfino menyenggol lengan caramel dengan genit ketika baru masuk ke dalam kamar.
" sini mendekat "
" dekat lagi "
pinta caramel agar alfino mendekatkan telinga nya kepada caramel lalu ia membisikkan sesuatu.
" belum "
caramel membisikkan nya dengan pelan.
" aaaiisshhhhh ngeselin ih "
" aku kira udah bisa "
alfino kecewa dan menjatuhkan tubuh nya di kasur dengan posisi tengkurap.
caramel menggeleng-gelengkan kepala nya dan tiba-tiba ia memanggil alfino.
__ADS_1
" sayang lihat lah "
panggil caramel yang masih berdiri namun ia sudah mengganti pakaian nya dengan lingerie berwarna pink terang yang hanya menutupi tubuh nya hingga batas area sensitif nya.
tapi tetap saja yang nama nya lingerie pasti bagian atas tubuh yang memakai akan terbuka setengah.
" hemm aku mau tidur aja "
alfino belum juga menoleh ke arah sumber suara.
alfino tak menyadari caramel yang kini sedang berdiri menggoda di belakang nya.
" gak mau lihat ya "
" awas nyesal kamu ya "
" kesempatan tidak datang dua kali "
ucap caramel.
" apaans....sii....sihh "
alfino gugup ketika membalikkan tubuh nya mendapati istri nya yang sudah memakai baju dinas nya.
" sayang, jangan menggoda ku atau aku tidak akan mematuhi peraturan mu "
ancam alfino langsung melompat dari tidur nya dengan posisi duduk.
sebenarnya tadi caramel bercanda dan cuma ingin membuat alfino kesal dengan mengatakan belum bisa.
padahal dirinya sudah mandi bersih ketika akan berangkat ke perusahaan untuk konferensi pers tadi siang.
" oke aku tanya sekali lagi "
" udah boleh belum ? "
" stop jangan mendekat "
tanya alfino sambil memejamkan mata nya takut tergoda dengan pemandangan indah di hadapan nya.
caramel sedikit mendekat dan menjahili alfino dengan menundukkan sedikit tubuh nya, mendekatkan wajah nya ke alfino.
posisi itu membuat pemandangan gunung kembar terlihat jelas menggantung di balik lingerie pink caramel.
" sayang, tolong jawab pertanyaan ku "
" aku semakin melemah dan gemetaran "
alfino bertanya dengan salah tingkah.
" cup "
caramel mengecup si merah muda milik alfino yang rasanya sudah lama sekali tidak ia rasakan manis nya.
" udah bisa ? "
alfino terus bertanya dan caramel menjawab nya hanya dengan anggukan kepala.
" asseeeekkkkkk "
" kita gaskan "
alfino segera membuka piyama tidur cream yang sedang ia kenakan dengan hati yang gembira.
" hahahaha "
caramel tertawa geli ketika alfino menggendong nya menuju kasur dan merebahkan tubuh nya disana sambil menggelitik pinggang nya karena sudah menjahili nya sejak tadi.
" jangan coba-coba menjahiliku lagi atau aku tidak akan mengampuni mu sayang "
ucap alfino.
__ADS_1