
satu jam kemudian caramel tampak di dorong keluar dari ruang operasi namun alfino tidak melihat baby boy nya ikut keluar ruangan.
" sayang, sakit kah ? "
" mana yang sakit ? "
tanya alfino selagi mengikuti arah dorongan ranjang caramel yang di dorong oleh para perawat.
tiga orang perawat yang tengah mendorong ranjang caramel menuju ruangan VVIP tersenyum-senyum mendengar perkataan alfino yang tiada hentinya bertanya kepada istri nya.
bagi mereka sikap alfino yang seperti ini begitu manis.
ditambah lagi wajah tampan alfino dengan kulit putih bersih yang membuat para perawat tidak berhenti menatap nya.
" aku baik-baik aja sayang "
jawab caramel tersenyum dengan suara pelan.
" aku sudah pesan kamar terbaik di rumah sakit ini jadi kamu jangan khawatir "
" aku tidak akan membiarkan kamu merasakan sakit sedikitpun "
ucap alfino.
" so sweet "
salah seorang perawat keceplosan.
" PLAK "
salah seorang lagi memukul lengan teman nya yang mengatakan tadi.
" maaf pak , bu "
" kami permisi keluar, jika ada perlu sesuatu silahkan tekan tombol yang ini ya "
beritahu salah seorang perawat setelah membenahi posisi caramel dan menunjukkan tombol nya.
caramel melihat sekeliling ruangan kamar nya.
kamar yang cukup nyaman dengan nuansa serba putih.
terdapat beberapa jenis tanaman hijau dengan gucci besar tinggi di setiap sudut kamar ini.
__ADS_1
sofa berwarna biru muda dengan fasilitas televisi, ac serta gorden dengan warna senada dengan sofa nya membuat rasa nyaman dan sejuk ruangan ini.
terdapat pula dapur kecil serta kulkas dengan isian nya yang telah di isi oleh pihak rumah sakit.
benar-benar seperti menginap di sebuah hotel berbintang lima dan bukanlah seperti rumah sakit.
" kamu suka ? "
alfino bertanya dan mengusap pucuk kepala caramel yang sedang terbaring.
" suka apanya ? "
" suka kamu ? "
canda caramel.
" haha udah begini bisa juga becanda "
alfino tersenyum.
" TOK TOK TOK "
terdengar suara ketukan pintu dan ternyata yang masuk adalah dokter bella.
" aku belum melihat nya sejak ia menghirup udara di bumi ini "
kesal alfino.
" kamu boleh melihat nya sekarang ikut aku "
ajak dokter bella.
" sayang "
panggil caramel sebelum alfino meninggalkan ruangan nya.
" ya sayang ada apa "
alfino mendekat kembali ke caramel.
" jangan lupa mengadzankan nya ya karena dia seorang anak lelaki "
ucap caramel.
__ADS_1
" iya gak mungkin aku lupa "
jawab alfino.
setelah kepergian alfino dan dokter bella terdengar seseorang kembali mengetuk pintu ruangan vvip dimana caramel sedang di rawat.
" devan "
caramel kaget.
" gimana keadaan kamu mel ? "
tanya devan dan memasuki ruangan tersebut.
" makasih ya udah bawa aku kesini, kalau kamu tadi gak ada aku gak tau gimana nasib aku dan bayi ku "
ucap caramel.
" ini semua takdir "
" takdir yang mengharuskan aku jagain kamu terus "
jawab devan yang sedang berdiri di samping ranjang caramel.
*****
alfino terharu melihat si kecil mungil nan putih dan tampan di sebuah ruangan full kaca.
wajah mungilnya di hiasi dengan kulit yang putih bersih, hidungnya mancung yang sudah pasti mirip sekali dengan nya tanpa ada sedikitpun mirip mami nya yakni caramel.
" ayo al segera adzankan baby kamu "
" karena ia belum bisa terlalu lama di luar tempat ini berhubung caramel melahirkan belum genap sembilan bulan "
beritahu dokter bella dan alfino mendekati inkubator dimana bayi nya di letakkan.
" nak, kamu tampan "
" bismillahirrahmannirahim "
alfino lalu mengumandangkan adzan tepat di telinga kiri bayi laki-laki nya.
HAI LIKE DAN KOMEN BANYAK BANYAK YA ❤️
__ADS_1