My Brondong CEO

My Brondong CEO
terciduk


__ADS_3

DRRTTT...DRRTT...DRRTTT


ponsel alfino berdering di saat jarum jam tengah menunjukkan pukul 23.00 wib.


ia mengerjap-ngerjapkan mata nya dan melihat caramel yang tertidur pulas di samping nya.


alfino terus memandangi wajah manis yang tidak pernah bosan ia pandangi, sampai ponsel nya berbunyi kembali.


panggilan tersebut dari nomor tak di kenal maka nya alfino tidak menjawab panggilan nya dan malah menyetel mode silent di ponsel pintar nya.


" DRTTT "


saat hendak memejamkan kembali mata nya, ponsel nya bergetar sekali.


alfino bergegas membaca pesan yang baru saja masuk dengan menyambar nya dan menyenderkan punggung nya di sandaran kasur king size dengan polesan warna pink di setiap bibir nya.


" alfino tolong aku "


" aku mabuk di club xxx , aku tidak bisa menyetir pulang "


alfino membaca pesan yang sudah masuk sebanyak dua kali ke ponsel nya di dalam hati karena tak ingin mengganggu caramel.


alfino berjalan ke balkon kamar nya dan menghubungi nomor yang belum ia ketahui itu siapa.


" siapa ? "


tanya alfino ketika panggilan nya di jawab oleh nya.


" VIONA ? "

__ADS_1


" what happened ? "


terdengar suara musik yang sangat kencang dan terdengar pula suara viona yang sudah lunglai.


" maaf viona, aku gak bisa menjemput mu sebab istri ku akan mencariku "


ucap alfino.


namun ketika mematikan sambungan telfon nya, alfino berfikir bahwa viona hanya sebatang kara di kota ini dan jarak dari rumah nya menuju club xxx tersebut hanya memakan waktu lima menit karena terletak di pusat kota.


" Ahhh ada-ada saja ! "


alfino bergegas mengambil kunci mobil dan melajukan mobil sedan mewah berwarna hitam yang jarang ia gunakan.


sebab ia berfikir bisa jadi beberapa orang mengenali mobil nya dan akan membuat berita yang tidak-tidak.


alfino juga mengenakan topi, jaket serta masker yang menutupi sebagian wajah nya.


" TUT..TUT..TUT.. "


sudah kedua kali nya ia mencoba menelfon viona namun tak sekalipun di angkat.


" **** "


alfino memukul stir mobil nya dan memutuskan untuk masuk ke dalam club.


" bismillah semoga caramel tidak mengetahui hal ini "


batin alfino saat akan memasuki club tersebut.

__ADS_1


*****


sudah setengah jam viona menunggu kedatangan alfino.


ia terus memandang ke arah pintu masuk club dari satu sudut.


" gelisah banget sih cantik "


goda salah seorang pria hidung belang yang sudah kenalan dengan nya beberapa saat lalu.


" ia nih, i'm waiting for another handsome boy "


balas viona menggoda nya.


viona tampak celingak celinguk dan kali ini ia benar-benar melihat kedatangan seorang pria yang ia incar dengan penutup wajah yang lengkap seperti seorang detektif.


" AHHWWW "


viona mencoba menggeliat di atas meja berpura-pura sedang mabuk.


padahal ia sama sekali tidak mabuk namun hanya karena ingin bertemu dengan alfino.


" hei viona hei "


" ayo pulang "


alfino memapah viona yang berpura-pura oyong dan langsung memeluk nya.


viona juga tak lupa menjatuhkan tubuh nya dan memeluk alfino menuju parkiran dengan menyungging kan senyuman licik di sudut bibir atas nya.

__ADS_1


devan yang berada di lokasi yang sama pada saat itu menyaksikan alfino sedang memeluk seorang wanita seksi dan memasukkan nya ke dalam mobil sedan mewah berwarna hitam yang sama sekali belum devan ketahui mobil itu milik siapa


apakah milik si wanita itu atau milik alfino entahlah devan juga masih penasaran.


__ADS_2