
" TOK..TOK..TOK.."
CEKLEK
" PLAK "
mommy menampar bokong alfino yang sedang tertidur pulas memeluk caramel.
" AWWW "
Alfino melompat kaget ketika dalam tidur nya ia merasa seseorang telah memukul nya dan ternyata adalah mommy.
" mommy "
ucap caramel yang baru saja terbangun karena teriakan alfino.
" sayang, jangan dekat-dekat dengan buaya kalau daging kamu tidak ingin di gigit nya "
sindir mommy.
" hei buaya , kamu tahu caramel masih belum boleh kamu sentuh "
" kamu tidur di kamar tamu malam ini "
pekik mommy.
caramel tertawa melihat perdebatan antara anak dan ibu di hadapan nya.
" cup "
alfino mengecup pipi caramel dan berlari ke kamar mandi.
ia senang sekali menjahili mommy semenjak kasih sayang mommy sudah beralih ke menantu kesayangan nya.
pagi ini caramel dan alfino akan menceritakan semua hal terutama mengenai almarhum bobi sebelum ibu caramel , mommy dan daddy pulang.
" ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian "
ucap caramel di tengah-tengah sarapan.
" aku dulu ya "
potong alfino.
" besok berita kelahiran cucu pertama sakura group akan di luncurkan ke berbagai sosial media dan majalah bisnis "
" hari ini aku akan mengunggah di instagram caramel perihal nama bayi kami "
" aku akan beri dia nama " BARA ADRIAN GILBERTO "
" yang mana BARA artinya adalah pemilik kekuasaan "
alfino menjelaskan.
" gimana menurut kamu sayang nama anak kita ? "
tanya alfino dan menoleh ke arah caramel yang duduk tepat di samping nya.
" masih tampan "
caramel yang memandang suami nya itu malah melamun dan ngebatin.
" sayang "
" hei "
alfino memecahkan lamunan istri nya.
" bagus "
" aku suka "
jawab caramel lalu menoleh ke arah alfino dan melempar senyum manis nya.
" papi, jadi kita panggil dede bayi dengan BARA atau adrian atau dede aja ? "
__ADS_1
tanya nino dengan polos nya.
sambil mengusap rambut anak sambung nya dengan lembut alfino menjawab pertanyaan nino.
" apa ya "
" bara aja kali ya "
" bagus gak menurut nino dan nabila ? "
tanya alfino kembali.
" bara aja pi , pasti nanti kalau udah gede banyak yang naksir karena nama nya bara hehehehe "
jawab nabila sambil menampakkan jejeran gigi putih nya.
" masih kecil kamu ya udah ngerti naksir-naksiran "
ucap caramel dan mengundang tawa orang-orang yang berkumpul di meja makan.
kini bara sedang di gendong oleh babysitter baru yang datang pagi tadi dari sebuah agensi langganan keluarga alfino.
namanya putri yang sudah berusia cukup matang namun belum menikah.
lebih tepat nya sering di sebut perawan tua.
" papi, aku akan sangat merindukan mu "
nabila memeluk alfino yang kini telah menjadi papi sambung nya.
" semenjak ada papi alfino, ibu jadi terlupakan "
caramel berkata sambil melipat kedua tangan nya di perut.
" kalau nanti nabila dewasa, nabila akan mencari pacar seperti papi "
" harus mirip papi ,,,...."
nabila menghentikan ucapan nya dan mendekat ke telinga alfino.
bisik nabila.
" hahaha "
alfino terkekeh mendengar bisikan putri nya itu.
sementara yang sedang menyaksikan drama korea itu tersenyum begitu sumringah walaupun mereka tidak tahu apa yang sedang di bisikkan nabila kepada alfino.
" oma, opa terimakasih ya kado nya "
ucap nino dan nabila bersamaan.
ternyata mommy dan daddy alfino membelikan mereka barang-barang keperluan sekolah serta sebuah ipad dengan merk apel yang di gigit di bagian belakang nya hanya untuk main game.
" sama-sama sayang "
" rajin-rajin belajar nya biar lulus di universitas seperti papi kalian ya "
mommy alfino memeluk nino dan nabila secara bergantian begitupun daddy alfino.
akhirnya mereka kembali ke rumah nya masing-masing dan menjalani kegiatan seperti biasa nya.
kini giliran caramel yang kesepian di rumah karena alfino juga harus berangkat ke kantor mengingat ia sudah libur beberapa hari sejak kelahiran baby BARA dan deni sudah bolak balik mengingatkan alfino agar masuk ke kantor sebab beberapa proyek perlu penanganan dari CEO nya sendiri.
" non caramel ada tamu di depan , mau di suruh masuk atau gimana non ? "
tanya bi tuti menghampiri caramel yang sedang duduk di ruang keluarga dengan ponsel pintar di tangan nya.
Bara sudah kembali tertidur sejak di berikan asi oleh caramel dan di bawa ke kamar nya oleh bi putri.
berhubung asi nya cuma sedikit maka dokter bella menyarankan agar memberi baby bara susu formula juga demi pertumbuhan nya.
alfino juga sebenarnya meminta untuk memberi bara susu formula yang paling bagus dan mahal agar caramel tidak repot-repot bangun tengah malam untuk menyusui baby mereka.
namun setelah mendapat penjelasan dari mommy dan ibu mertua nya maka alfino tidak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
kata-kata mommy nya bak sambaran petir yang tidak bisa di ganggu gugat apalagi kalau soal menantu dan cucu cucu nya.
" siapa bi ? "
tanya caramel menoleh ke bi tuti yang berdiri di samping nya.
" tidak kenal non, padahal sudah di tahan di pos satpam di depan pintu gerbang tapi dia bilang ingin bertemu non caramel "
beritahu bi tuti dan membuat caramel bangkit dari duduk nya menuju pos satpam dengan bi tuti yang mengikuti dari belakang.
dari kejauhan caramel melihat seorang wanita dengan setelan pakaian kerja yang cukup sopan dan seperti nya ia mengenali wanita tersebut.
" tolong buka pintu nya ya pak "
perintah caramel kepada security sambil berjalan terus mendekat ke pintu gerbang.
caramel hanya dapat melihat samar-samar wanita itu dari celah-celah kecil pintu gerbang rumah nya sebab tinggi pintu gerbang tersebut memang sengaja di buat menjulang agar menutupi rumah caramel.
pak security pun menekan remot control dan pintu hanya terbuka sedikit.
" gula "
caramel kaget dengan kedatangan gula kerumah nya di jam kerja seperti ini.
" ibu "
" maaf bu sudah mengganggu "
gula berkata sambil menunduk karena takut kepada orang-orang di rumah caramel.
" ayo masuk ada keperluan apa ? "
caramel menarik tangan gula dan membuat security serta bi tuti panik.
" maaf non, pesan dari tuan alfino tidak di izinkan siapapun yang tidak dikenal masuk ke dalam "
security berkata ragu-ragu.
" sampaikan kepada tuan alfino sekarang bahwa yang datang adalah teman saya yang merupakan karyawan tetap di perusahaan "
ucap caramel sambil berlalu masuk bersama gula.
" bi siapin minum ya "
pinta caramel yang baru duduk di ruang tamu.
gula celingak celinguk melihat ke sekeliling rumah caramel yang ia rasa seperti rumah berbie yang sangat mewah dengan nuansa putih dan pink menambah keceriaan setiap memandang nya.
" hei gula kok bengong terus sih "
" ada apa kamu kesini emangnya kamu gak kerja ? "
tanya caramel.
" saya ingin sekali menjenguk ibu tapi saya sangat takut kepada pak alfino maka dari itu saya datang kesini setelah pak alfino pergi ke kantor hehehe "
" maaf ya bu sudah merepotkan "
ucap gula gugup.
" saya malah senang kamu mau jenguk saya soalnya saya tidak punya teman "
jawab caramel.
" jadi kamu gak kerja nih ? sudah jam sepuluh loh "
tanya caramel.
" saya sudah izin ke hrd , saya bilang kalau saya sedang sakit hehehe "
" jangan bilang pak alfino ya bu hehehe "
gula berkata sambil memasang dua jari tanpa peace.
" hahaha aman asal kamu temeni saya ngobrol soalnya aku gabut dirumah doank nih "
__ADS_1
ucap caramel sambil tertawa.