
" aku gak bisa lama-lama karena caramel seperti nya sedang curiga sama aku keseringan aku tinggal "
ucap alfino sambil duduk di sebuah kursi rotan yang terdapat di rumah kilan.
" emang kamu gak cerita ke caramel ? "
tanya kilan.
" aku gak berani , aku takut dia pergi karena salah faham " jawab alfino.
kilan pun hanya mengangguk karena tidak tahu harus menjawab apa.
karena seperti nya alfino sangat mencintai caramel .
namun kilan tak ingin mundur begitu saja mengingat rumah dan mobil yang di janjikan oleh paman risa akan menjadi hak milik nya apabila ia bisa menghancurkan alfino.
" aku buatin kamu nasi ayam teriyaki cobain deh " ucap kilan sambil memberi alfino sebuah piring yang berisi masakan nya.
" ayo donk komen gimana rasanya " ucap kilan yang duduk tepat di samping alfino.
" tidak seenak masakan caramel " batin alfino
" enak kok " jawab alfino.
*****
" pergi kemana lagi dia ? " batin caramel yang sudah mencari alfino ke seluruh ruangan namun tak menemukan nya.
__ADS_1
DRTTT...DRRTTTT...DRRTTT
ponsel di tangan caramel berbunyi dan mommy alfino lah yang menghubungi nya.
" halo sayang gimana kamu suka gak gaun pengantin pilihan mommy ? " tanya mommy dari seberang telepon.
caramel mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu saat menerima panggilan telepon dari mommy alfino dan setelah berdiskusi panjang lebar , mommy pun mengakhiri panggilan itu.
caramel masih tetap kekeh tidak menghubungi alfino dan kembali masuk ke kamar nya walaupun ia belum makan malam.
" sayang....sayang kamu belum bangun ya "
teriak alfino memanggil caramel yang belum terlihat di dapur.
pagi-pagi sekali caramel yang sudah memakai pakaian kantor nya memutuskan untuk mengendarai mobil baru yang di belikan daddy alfino buru-buru pergi entah kemana pun ia tak ada tujuan.
akhirnya ia memutuskan untuk duduk di sebuah taman kota yang mana banyak sekali penjual makanan disana.
" mas bubur ayam nya satu ya gak pedes "
pinta caramel kepada seorang pria paruh baya penjual bubur ayam.
caramel duduk di kursi yang telah di sediakan si penjual dan melihat beberapa orang yang sedang jogging serta sedang berkumpul sambil tertawa.
" caramel " devan kaget melihat sesosok wanita seperti caramel.
ia memastikan dan berjalan mendekat. ternyata benar wanita itu adalah caramel calon istri pengusaha tampan alfino gilberto yang mana adalah wanita yang akan ia kejar jika suatu saat nanti alfio melukai hati nya.
__ADS_1
" devan kamu ngapai disini ? " caramel menoleh ke arah sumber suara dan bertanya.
" jogging sambil sarapan "
" boleh aku duduk ? "
tanya devan.
" sarapan di pinggir jalan gini gak batuk kamu ? " tanya caramel.
devan terkekeh mendengar ucapan caramel yang meledek diri nya.
" gak berubah-berubah kamu ya dari dulu selalu aja bisa buat aku ketawa " devan tersenyum menatap caramel yang sedang menikmati bubur ayam nya.
" masih suka bubur ayam kamu mel ? dulu kamu paling suka bubur ayam dekat sekolah kita , masih ingat gak kamu ? " ucap devan.
" masih ingat kamu ? "
" aku kira setelah belasan tahun kamu udah lupain kenangan kita dulu sewaktu di desa ? "
ucap caramel.
" semua hal tentang kamu aku ingat mel "
" kamu suka ayam, kamu suka sereal, kamu lebih suka telur ceplok , kamu lebih suka susu putih daripada susu coklat, kamu lebih suka mie kuah daripada mie goreng, kamu suka warna pink dan insyaallah kamu lebih suka aku daripada alfino " ucap devan panjang lebar.
caramel terkekeh mendengar penjelasan devan dan menampakkan barisan gigi rapi nya yang membuat nya semakin terlihat manis menurut devan.
__ADS_1