My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Kyrie Wisteria


__ADS_3

Aroma teh Chamomile semerbak mengharumi ruang tamu kediaman Themisree. Entah para pelayan bisa membaca suasana atau mereka hanya gugup, sepertinya mereka menuangkan terlalu banyak daun teh di dalam teko.


Chamomile adalah teh dengan aroma yang menenangkan. Sangat cocok untuk suasana menegangkan dan canggung seperti ini.


"Jadi, apa maksud kedatangan anda disini?" Tanya Jenderal Themisree langsung pada poinnya.


Kyrie menyesap teh Chamomilenya dengan anggun. Pergerakannya yang lembut tetapi tegas membuat pernyataan bahwa ia bukanlah orang biasa.


"Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Lady Themisree sebagai salah satu kandidat Putri Mahkota."


Kalau kabar sudah menyebar sampai ke telinga Duke Wisteria, itu artinya semua orang sudah mendengar kabar ini.


"Walau begitu, saya bisa melihat bahwa anda tidak terlihat senang, Jenderal Themisree." Ia berkata dengan nada sarkastik. Seakan-akan ia sudah tau alasan mengapa Jenderal Themisree tidak merasa senang.


"Dan kau sepertinya sudah tahu alasannya." Jenderal Themisree membalas. Walau begitu, ia berharap bahwa Kyrie tidak mengetahui alasan sebenarnya mengapa dirinya sangat gusar dengan fakta terpilihnya Suiren menjadi kandidat Putri Mahkota.


Disisi lain, Suiren tidak bisa mengalihkan pandangan dari karakter favoritnya itu. Ia sama sekali berbeda dari apa yang telah ia bayangkan selama ini. Berbeda dalam arti yang bagus.


Rambut hitamnya yang segelap malam hari membingkai wajah pucatnya. Bulu matanya begitu panjang sampai sampai membuat bayangan di bawah matanya.


"Saya bisa membantu anda." Lanjutnya.


"Bagaimana dan mengapa anda akan membantu saya?"


"Singkatnya," Ia berkata dengan senyuman di wajahnya. "Saya benci ketika apa yang menjadi milik saya diambil oleh orang lain."


Kemudian Kyrie mengalihkan pandangannya dari Jenderal Themisree dan menatap Suiren.


"Bertunanganlah dengan saya, Lady themisree." Mata ungu pucatnya sekilas terlihat menyala. Ia bukannya sedang meminta, ia sedang memberi perintah.

__ADS_1


“Maaf apabila pendengaran saya kurang tepat, Duke Wisteria. Tetapi barusan anda terdengar seperti sedang memerintahkan saya untuk bertunangan dengan anda.” Setelah menelan gumpalan kegugupan dari dalam dirinya, Suiren akhirnya berhasil angkat bicara.


Kyrie mungkin pintar menyembunyikan raut wajahnya, tetapi kali ini Suiren dapat melihat dengan jelas bahwa Kyrie tidak menyangka akan mendapat balasan seperti itu. Matanya tidak berbohong.


Setelah itu Kyrie tergelak. Suara tawan renyahnya memenuhi telinga Suiren.


‘Jadi seperti ini suara tawa yang selama ini hanya dibayanganku saja.’


“Lady Themisree, anda berbeda dari rumor yang beredar.” Akhirnya ia berkata setelah tertawa dengan puas.


“Hanya orang bodoh yang percaya akan rumor,” balas Suiren. “Bukan begitu, Duke Wisteria?”


Kyrie tidak membalas. Ia kemudian menghabiskan teh di dalam cangkirnya.


“Sebelum dikeluarkannya daftar kandidat Putri Mahkota ini, keluarga imperial sama sekali tidak pernah mediskusikan hal ini kepada keluarga Themisree, benar bukan? Artinya, Keluarga Imperial bertindak sepihak tanpa mendengarkan pendapatmu terlebih dahulu. Maka dari itu, mereka tidak akan tahu apapun mengenai dirimu. Karena itu, mereka juga tidak akan tahu kalau pertunangan kita merupakan suatu kebohongan.”


Suiren memahami apa sedang Kyrie coba katakan kepadanya. Bahwa saat ini, Kyrie mengusulkan untuk mempergunakan keterbatasan informasi yang dimiliki oleh keluarga imperial atas dirinya untuk melarikan diri dari proses seleksi kandidat Putri Mahkota.


“Percaya atau tidaknya mereka tergantung dengan sikap Lady Themisree dan saya, Jenderal Themisree. Itu adalah pertanyaan yang belum bisa kujawab saat ini.”


Suiren dan Ayahnya hanya bertukar pandang dan kemudian mengernyit.


Sebenarnya, jika dibanding-bandingkan, antara menerjang ke dalam istana imperial tanpa persiapan atau bertunangan dengan Kyrie Wisteria keduanya sama-sama terdengar sebagai rencana gila. Justru yang lebih masuk akal adalah dengan mengikuti proses seleksi kandidat dan menampilkan yang terburuk.


Suiren berdeham sebelum kemudian mengutarakan ide briliannya itu tadi.


“Sejujurnya, Saya berniat mengikuti proses seleksi dan kemudian menampilkan penampilan terburuk saya. Jadi sepertinya, kami harus menolak tawaran (menarik) Anda, Duke Wisteria.”


Mendengar jawaban Suiren, Kyrie hanya tersenyum tipis. Walau begitu senyumnya terlihat menyembunyikan sesuatu. Ia terlihat seolah-olah ia mengetahui apa yang tidak diketahui Suiren.

__ADS_1


“Anda benar, Lady Themisree.”


Suiren hanya tersenyum mendengar bahwa Kyrie Wisteria telah menyerah. Kemudian ia berdiri dari duduknya. “Baiklah kalau begitu, tidak ada yang perlu dibica-”


“Walau begitu ‘memerintahkan’ terdengar sedikit berlebihan.”


Seketika Suiren tersadar bahwa apa yang dimaksud dengan ‘benar’ yang dikatakannya tadi bukanlah terhadap idenya barusan, melainkan terhadap komentarnya sebelumnya.


“Saya hanya meminta anda untuk membalas budi kepada saya karena saya telah menyelamatkan nyawa anda.” Kyrie berkata sembari menyilangkan kaki kiri diatas kaki kanannya.


'Menyelamatkan nyawaku?' Pikirnya. 'Memangnya kapan aku sempat nyaris mati selain… ketika aku tenggelam?'


“ITU KAU?!” pekik Suiren. Ia tidak bisa menyembunyikan kekagetannya. Habisnya, Kyrie Wisteria mungkin adalah orang terakhir di benaknya yang mungkin menjadi penyelamat nyawanya.


“Sama-sama.” Kali ini ia berkata dengan senyum sarkastiknya.


Ini semakin tidak masuk akal. Mengapa seorang Kyrie Wisteria menyelamatkannya dari ambang kematian? Lagipula bagaimana ia bisa berada di kediaman Themisree pada saat itu?


“Melihat reaksi Ayah anda, sepertinya anda belum memberi tahu beliau tentang kejadian sebenarnya.”


Jenderal Themisree menatap kedua orang dihadapannya dengan tatapan bingung. Ia jelas butuh penjelasan.


Suiren lebih bingung lagi. Bagaimana seorang Kyrie Wisteria berbicara seakan-akan ia mengetahui kejadian yang sebenarnya? Apakah ia benar-benar orang yang menyelamatkan nyawa Suiren?


“Jenderal Themisree, saya yakin putri anda memiliki suatu hal yang harus ia sampaikan kepada anda. Mungkin penawaran saya ini akan lebih masuk akal setelah anda mendengarkan cerita puteri anda.” Kyrie berkata sembari beranjak dari kursinya. “Kalau begitu, saya permisi dulu.”


Kemudian ia berjalan menuju pintu untuk meninggalkan Suiren dan Ayahnya di dalam.


Sebelum ia sepenuhnya keluar dari ruang tamu, ia memutar lehernya untuk menatap Jenderal Themisree.

__ADS_1


“Satu hal yang saya tahu pasti, Jenderal Themisree.” Ujarnya. “Bahwa Keluarga Imperial tidak memasukan Putri anda di dalam daftar Putri Mahkota untuk berkompetisi menjadi Putri Mahkota.”


__ADS_2