
Ketika Kyrie memasuki tenda Jenderal Themisree, ia menemukan bahwa Jenderal Themisree sedang duduk di kursi kerjanya. Dahinya ditopang dengan kedua tangannya yang saling berkaitan seolah-olah sedang berdoa.
Kyrie tahu apa yang sedang ada di benak sang Jenderal. Ia ingin menyelamatkan putrinya tetapi ia tidak bisa membiarkan sindikat perdagangan manusia di tambang emas kekiasaran terbongkar. Mengabaikan perintah Keluarga Imperial sama saja seperti menjadikan Keluarga Imperial sebagai musuh dan ia tidak bisa membahayakan nyawa puterinya lebih dari saat ini.
“Anda mungkin sudah menyadarinya semenjak melihat keadaan tenda Lady Suiren, Jenderal. Tetapi penculikan seharusnya tidak terlihat seperti itu.” Kyrie memulai. Ia memainkan miniatur diantara jemarinya. "Itu seolah-olah Lady Suiren pergi dengan sukarela."
“Semenjak Suiren tenggelam, sesuatu di dalam dirinya berubah.” Ujar Jenderal Themisree tanpa mengangkat wajahnya. “Tatapan matanya, gestur tubuhnya, semuanya. Dulu ia sering termenung, seolah-olah tidak memikirkan apapun dikepalanya. Tetapi akhir-akhir ini ia seakan memiliki beban pikiran yang sangat besar.”
“Dulu, Ia lebih senang diam di dalam ruang tidurnya atau membaca buku dipinggir danau di kediaman kami, tetapi ia bersikeras untuk ikut denganku ke perbatasan.”
Kemudian Jenderal Themisree mengangkat wajahnya. “Seolah-olah ia mendapatkan kepribadian baru.”
“Ada sesuatu yang harus anda ketahui, Jenderal.” Ujar Kyrie.
__ADS_1
Jenderal Themisree menatap Kyrie dengan mata biru langitnya.
“Lady Suiren mengetahui bahwa Permaisuri Eleanor mencoba membunuhnya.” Kyrie membuka fakta kepada Jenderal Themisree. “Saya yang memberitahunya.”
Jenderal Themisree mengernyitkan dahinya, ia terlihat berusaha menahan amarahnya. “Kau berjanji untuk tidak melibatkan Suiren dalam permasalahan ini!” Suaranya terdengar dingin.
“Lady Suiren sudah terlibat semenjak ia hampir mati tenggelam, Jenderal Themisree. Menyembunyikan fakta ini dari dirinya tidak akan membawa keuntungan bagi kita.” Balas Kyrie.
Kemudian Kyrie menyodorkan tali merah yang ia dapat dari Putra Mahkota Frederick kepada Jenderal Themisree.
“Ini ditemukan oleh Putra Mahkota Frederick di kaki tenda Lady Suiren.” ujarnya. “Saya menduga bahwa Lady Suiren sengaja mengikatkan ini sebagai tanda untuk mempermudah siapapun yang akan ‘menculiknya’.”
Jenderal Themisree meraih tali merah tersebut. 'Suiren… apa yang sedang kau coba lakukan?'
__ADS_1
“Putra Mahkota Frederick memberi tahu saya tentang rencana anda." Kyrie berjalan meninggalkan Jenderal Themisree. "Anda bisa fokus kepada masalah dengan pasukan kerajaan Ginryuu, biar saya yang mencari Lady Suiren."
“Duke Wisteria.” Panggilnya sebelum Kyrie benar-benar keluar dari tendanya. “Setelah ini semua selesai, kau harus membawa Suiren pergi bersamamu. Dengan apa yang akan kulakukan sekarang, Permaisuri Eleanor akan semakin berusaha untuk melukainya dan aku tidak akan bisa melindungnya setiap saat. ”
Kyrie Wisteria tersenyum kecil. "Sebelum itu, ada hal yang harus anda lakukan terlebih dahulu."
Kyrie menutup kembali pintu tenda yang tengah disibaknya dan menatap Jenderal Themisree dengan serius. “Anda tidak bisa menyembunyikan kebenaran dari putrimu selamanya, Jenderal. Kalau anda tidak akan mengatakannya, saya yang akan mengatakannya.”
Kemudian ia keluar dari tenda untuk menjalankan rencananya.
Jenderal Themisree menatap pintu tenda lama setelah Kyrie keluar. Ia teringat dengan pembicaraan yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu.
Sampai sekarang ia masih belum menemukan jawaban atas pertanyaannya. Tentang bagaimana Kyrie Wisteria bisa mengetahui rahasia yang ia tutup rapat-rapat. Rahasia yang hanya ia dan mendiang istrinya ketahui. Tetapi saat ini, hal itu tidak penting. Walau ia tidak bisa sepenuhnya memercayai Kyrie Wisteria, tetapi setidaknya dengan bergabung dengannya masalah akan berkurang. Karena dengan informasi yang dimiliki Kyrie Wisteria, akan lebih berbahaya jika ia menjadi musuhnya.
__ADS_1