My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Putra Mahkota dan Permaisuri


__ADS_3

Ketika sampai di Istana Imperial, seorang pelayan laki-laki yang terlihat lebih tua dari Edward menyambut kedatangan Suiren dan Kyrie.


“Silahkan ikuti saya, Duke Wisteria dan Lady Themisree.” Pelayan tua tadi memberikan gestur tubuh untuk mengikutinya dari belakang.


Ketiganya melewati Lorong demi lorong dengan karpet berwarna merah tua yang sama sekali tidak berdebu dan lukisan-lukisan yang dipajang di dinding lorong. Disepanjang perjalanan, sekali dua kali mereka berpapasan dengan Ksatria Imperial dengan seragam mereka yang berwarna putih lengkap dengan insignia berlambangkan bunga matahari.


Disamping Suiren, Kyrie berjalan menyamakan langkahnya tubuhnya menyusuri terowongan tetapi pikirannya seakan-akan tidak bersama tubuhnya. Wajahnya terlihat seakan-akan ia sedang memikirkan suatu hal penting.Tanpa disadari mereka sudah sampai di depan sebuah pintu besar berlapis emas yang berukiran bunga matahari besar.


Ketika mereka hampir sampai di depan pintu, seorang wanita keluar dari dalam aula kaisar. Ia mengenakan gaun dengan kerah leher berwarna hijau tua. Wajahnya yang tenang terlihat anggun dibingkai dengan rambut merah darahnya. Ketika melihat Kyrie dan Suiren, wanita itu membungkuk memberi hormat.


“Duke Wisteria,” sapanya. “dan Lady Themisree.”


Kyrie hanya mengangguk, sedangkan Suiren harus membungkuk memberi hormat. Wanita yang berada di hadapannya ini adalah Lady Tarance Rosa, putri dari Marquess Hardin Rosa. Susah untuk tidak mengenalinya dengan penampilannya yang menyerupai bunga mawar ini. Walau Suiren tidak begitu mengenalnya di kehidupannya kali ini, ia mengenalnya sebagai tokoh antagonis di novel ‘Serena’. Ternyata, penampilannya mendukung perannya di dalam novel.


Lady Rosa mungkin baru saja kembali dari audiensi dengan Putra Mahkota dan Permaisuri. Sudah menjadi rahasia umum kalau Lady Rosa masuk mejadi salah satu kandidat melalui pengaruh keluarganya.


“Putra Mahkota Frederick Helianthus dan Permaisuri Eleanor Helianthus telah menunggu di dalam,” ujar pelayan tua tadi sambil membuka pintu aula Kaisar.


Tiba-tiba, Kyrie menyelipkan tangannya diantara jari jemari Suiren dan menggandengnya. Tangannya yang kasar dan besar seolah-olah menelan tangan mungil Suiren. Mereka kemudian berjalan masuk sambil bergandengan tangan.


“Kemuliaan bagi bulan dan bintang Kekaisaran Helianthus, Putra Mahkota Frederick Helianthus dan Yang Mulia Permaisuri Eleanor Helianthus.” Suara Kyrie dan Suiren menggema di aula. Mereka berdua membungkuk sampai dipersilahkan bangun oleh kedua orang dihadapannya ini.

__ADS_1


“Angkat kepalamu, Duke Wisteria dan Lady Themisree.” Ujar suara laki-laki. Suaranya sangat lembut dan menenangkan, bagaikan hembusan angin segar di padang rumput.


Ketika Suiren mengangkat wajahnya, dihadapannya duduk seorang laki-laki berambut pirang platinum dan bermata biru langit musim dingin. Ia terlihat sangat cantik sekaligus tampan. Kontras dengan penampilannya yang menggambarkan musim dingin, justu ia memberikan aura hangat dan ramah.


“Sudah lama semenjak terakhir kali kita bertemu, Kyrie.” Putra Mahkota Frederick berkata kepada Kyrie dengan nada ramah. Seperti seorang teman yang sudah lama tidak bertemu. “Selamat untuk pertunanganmu.”


Kyrie tersenyum dan menjawab pertanyaan Putra Mahkota Frederick, “Terimakasih, Yang Mulia.”


“Sebaiknya anda mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi disini, Duke Wisteria.” Disisi lain, suara Permaisuri Eleanor terdengar penuh dengan tekanan.


“Sebelum itu, Ibu. Apakah tubuhmu sudah baik-baik saja, Lady Themisree?” Putra Mahkota Frederick berjalan mendekati Suiren. Ia harum seperti bunga mawar dan citrus yang dicampur. Dari dekat wajahnya seperti pahatan sempurna tanpa kerutan dan retak sedikitpun. Bagaimana bisa seseorang lahir dengan wajah cantik dan tampan sekaligus?


“Terima kasih atas perhatiannya, Putra Mahkota Frederick. Bunga yang anda kirimkan berperan besar dalam kesembuhan saya.” Suiren membalas dengan senyuman. Ia tidak habis-habisnya mengagumi wajah tampan Putra Mahkota Frederick.


“Eh-hem.” Permaisuri Eleanor berdeham.


“Sebelumnya, kami ingin memohon maaf atas kabar pertunangan kami yang tentunya menimbulkan kebingungan. Tetapi kabar tersebut memang benar adanya. Sebenarnya, kami berencana mengumumkan pertunangan kami di musim panas yang akan datang, tetapi kami memutuskan untuk melakukannya sesegera mungkin mengingat kesalahpahaman yang ditimbulkan baru-baru ini.” Kebohongan demi kebohongan keluar dari mulutnya dengan ringan dan tenang.


Suiren bisa melihat apa yang sedang Kyrie lakukan sekarang. Ia mencoba menyalahkan keluarga imperial secara halus karena telah memasukkan namanya di dalam daftar kandidat Putri Mahkota tanpa koordinasi terlebih dahulu.


“Kau pasti tahu bahwa keluarga imperial mengetahui segalanya, Duke Wisteria. Apakah kau mencoba mengatakan bahwa keluarga imperial telah bertindak sewenang-wenang tanpa mencari tahu fakta terlebih dahulu?” Permaisuri Eleanor membalas perkataan Kyrie.

__ADS_1


“Tidak, Yang Mulia. Saya mengakui bahwa sebagian kesalahpahaman ini merupakan kesalahan saya karena saya tidak memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa saya dan Lady Suiren sedang menjalani hubungan.” Kyrie tersenyum simpul. Senyuman yang terlihat tulus tetapi menyimpan sarkasme dibaliknya.


“Sejujurnya, alih-alih mendengar kabar dekatnya dirimu dengan Lady Themisree, rumornya mengatakan bahwa anda dekat dengan Lady Serena Tagates.” Eleanor tersenyum sinis. “Kuharap ini bukan semacam balas dendam, Duke Wisteria.”


Putra Mahkota Frederick tidak memberikan respon apapun terhadap perkataan ibunya, tetapi Suiren dapat melihat bahwa sang Putra Mahkota memberi lirikan kepada Kyrie. Antara terlihat seperti ia ingin mengetahui sesuatu tapi disaat yang bersamaan seperti tidak ingin mengetahui yang sebenarnya.


“Hubungan Saya dan Lady Tagates hanyalah sebatas teman masa kecil saja. Saya sudah menganggapnya sebagai adik saya sendiri.” Jawabnya setelah jeda singkat.


Permaisuri Eleanor bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Suiren. Wajahnya yang dingin tanpa ekspresi itu benar-benar menyeramkan. Ia terlihat seperti ia siap untuk menerkam kapan saja.


“Bagaimana dengan Anda, Lady Themisree? Apakah ada yang ingin anda sampaikan?”


“Hati saya satu dengan, Duke Wisteria. Apapun yang ia katakan adalah suara saya juga.” Suiren serasa ingin muntah mengucapkan kalimat itu.


Kemudian Permaisuri Eleanor menatap Suiren untuk waktu yang cukup lama. Suiren balas menatapnya dan keduanya seolah-olah sedang berkompetisi.


“Sepertinya kesalahpahaman ini sudah terselesaikan.” Putra Mahkota Frederick menepuk kedua tangannya dan memecah keheningan yang mencekam. “Dengan begitu, aku akan menganulir Lady Suiren Themisree dari daftar kandidat Putri Mahkota kekaisaran.”


“Sekali lagi, aku inginmengucapkan selamat atas pertunangan kalian.” Kemudian Putra Mahkota Frederick memegang kedua tangan Suiren dengan tangannya yang sangat hangat dan lembut.


“Anda tidak tahu betapa saya merasa terhormat karena anda telah memilih saya menjadi bagian dari kandidat Putri Mahkota, Yang Mulia. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.” Ujar Suiren.

__ADS_1


“Pfft!” Permaisuri Eleanor tertawa mencibir setelah mendengan pernyataan Suiren. Ia kemudian tertawa terbahak-bahak sampai-sampai orang-orang yang berada di dalam aula menoleh kearah mereka.


“HAHAHA!!! Kau salah paham, Lady Themisree.” Ujarnya akhirnya sambil tertawa. Suara tawanya sedingin angin di musim dingin. “Aku yang memasukkanmu kedalam daftar kandidat Putri Mahkota. Itu sebabnya aku merasa luarbiasa tersinggung dengan pertunangan kalian berdua.”


__ADS_2