My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Sergei


__ADS_3

Keesokan harinya, Kyrie bangun seperti biasa sebelum matahari terbit. Ia menyiapkan dirinya dan ketika waktu menunjukkan tepat pukul enam pagi, ia bergegas menuju ruang makan. Tetapi apa yang menantinya di ruang makan, membuatnya terkejut.


"Selamat pagi Duke Wisteria!!!" Suiren menyapanya dengan riang. Rambut peraknya kali ini dibiarkan tergerai.


Kyrie menatap pemandangan dihadapannya ini dengan wajah bingung. Tetapi ia cepat-cepat mengubah ekspresinya dan menduduki kursi yang sudah disediakan untuknya.


"Kau bangun lebih pagi hari ini." Ucap Kyrie.


Suiren mengambil seoles mentega dan mengoleskannya diatas roti gandumnya. "Ketika di Sefath, aku selalu sarapan bersama Ayahku setiap pagi. Sarapan sendiri membuatku tidak nyaman."


Kyrie hanya menganggukan kepalanya. Ia meraih sendok dan menyendokkan sup ke mulutnya.


"Hari ini, pengawal pribadimu akan tiba di kediaman ini. Aku memilihnya dari pasukan yang dipimpin Jenderal Auburn. Ia yang terbaik dari yang terbaik." Kyrie berbicara disela makannya.


Jenderal Auburn adalah Jenderal yang bertugas menjaga keamanan wilayah utara, sama seperti Jenderal Themisree, ia memiliki reputasi yang cukup baik selama menjadi ksatria. Jenderal Auburn tidak banyak pergi berperang karena wilayah utara tidak berbatasan langsung dengan kerajaan apapun, tetapi apabila ia pergi berperang membantu wilayah lain, ia hampir selalu pulang membawa kemenangan.


"Kau tidak perlu khawatir tentang kesetiaannya, ia sama sekali tidak ada dibawah pengaruh keluarga Imperial. Aku memastikan hal itu dengan mataku sendiri."


"Terima kasih." Ketika Suiren mengucapkan hal itu, dari suaranya seolah-olah ada kata-kata yang tertahan di lidahnya. Seolah-olah ia ingin melanjutkan untuk mengatakan sesuatu tapi ada hal yang menghentikannya.


Kyrie melirik Suiren dan mendapati Suiren sedang menatapnya dengan tatapan aneh.


"Apa ada yang ingin kau katakan kepadaku?" tanya Kyrie. "Terakhir kali kau memiliki tatapan itu, kau mengungkapkan rahasia keluargaku dan traumaku."


Suiren tertawa canggung. Ia meraih segelas susu dan menghabiskannya dengan tergesa-gesa.


"Aku ingin meminta maaf." ujarnya akhirnya.


"Untuk apa?"


"Waktu itu aku menggunakan traumamu untuk mengancammu. Setalah kupikir-pikir, itu adalah perbuatan yang sangat jahat."

__ADS_1


"Apakah itu alasannya kau bangun lebih pagi hari ini?"


Suiren cepat-cepat menggelengkan kepalanya. "Tidak-tidak, aku benar-benar hanya ingin sarapan bersama."


Kyrie memandang Suiren dengan tatapan datar. Sebelum akhirnya meletakkan alat makannya di atas meja. "Aku tidak tahu apa imajinasi yang ada dikepalamu, tapi aku menerima permintaan maafmu."


Suiren kemudian memberikan Kyrie senyumnya yang paling cerah. "Terima kasih! aku tidak tahu harus melakukan apa kalau kau menolak untuk memaafkanku."


Setelah itu mereka berdua melanjutkan sarapan mereka yang ditutup dengan hidangan penutup berupa pudding cokelat yang meleleh dimulut.


Setelah itu Harry memasuki ruang makan dan kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Kyrie.


"Kalau kau sudah selesai makan, kita bisa langsung bertemu dengan pengawal pribadimu." Ujarnya sambil mengusap mulutnya dengan sapu tangan.


Suiren cepat-cepat menghabiskan hidangan penutupnya dan mengusap mulutnya dengan sapu tangan.


Setelah itu keduanya berjalan beriringan menuju ruang tengah yang sebelumnya belum pernah dimasuki oleh Suiren. Ketika pintu dibuka, Harry sudah ada di dalam bersama dengan sosok laki-laki yang belum pernah Suiren lihat sebelumnya.


"Saya menyambut Duke Wisteria dan Lady Themisree." Ujarnya dengan suara tenang dan penuh kelembutan.


Ketika ia mengangkat wajahnya untuk menatap kedua orang dihadapannya, mata hijau mudanya bersinar bagaikan batu giok. Laki-laki ini benar-benar terlihat cantik, ia tidak terlihat seperti seorang laki-laki dengan wajah seperti ini. Kalau saja Suiren tidak melihat tubuhnya, ia pasti sudah mengira bahwa laki-laki ini adalah seorang perempuan.


 "Saya Sergius Maxim, siap untuk melayani dan menjaga Lady Themisree dengan nyawa saya." lanjutnya.


'Sergius Maxim? mengapa nama itu terdengar familar?'


"Ser...gei?" tanpa sadar Suiren menggumamkan sesuatu dengan pelan.


Sang Ksatria melihat Suiren dengan wajah bingung, tetapi kemudian wajah bingungnya tergantikan oleh senyum ramah. "Bagaimana anda bisa tahu nama panggilan saya, Lady Themisree?"


"A-ah... tidak, um... aku hanya merasa nama panggilan itu cocok untuk anda, Sir Maxim." Suiren tergagap.

__ADS_1


"Tolong, kalau anda merasa nyaman, silahkan panggil saya Sergei." Sergius menatap Suiren dengan tatapan ramah, seolah-olah ia sedang melihat seorang teman yang lama tidak ia jumpai.


"Kalau begitu, senang bertemu dengan anda, Sir Sergei." balas Suiren. Ia menyodorkan tangannya kepada Ksatria yang berdiri dihadapannya itu. Sergei meraih tangan Suiren dan mennciumnya dengan lembut.


Suiren menoleh kearah Kyrie dan memberinya tatapan 'Aku tahu apa yang sedang kau coba lakukan disini' dan Kyrie hanya membalas dengan senyuman kecil yang penuh rahasia.


"Kalau begitu, silahkan tunjukan Sir Sergei ke ruang tidurnya. Ia butuh istirahat sebelum mulai menjalankan tugasnya esok hari." Kyrie berkata kepada Harry. Setelah itu, Harry menuntun Sergei untuk mengikutinya dan mereka kemudian hilang dari pandangan sepenuhnya.


"Itu licik, Duke Wisteria." sembur Suiren setelah Harry dan Sergei sudah tidak terlihat lagi.


"Aku tidak paham dengan maksud dari perkataanmu, Suiren." Kyrie memberi Suiren wajah polos.


"Bukankah ia seharusnya menjadi pengawal pribadi Putra Mahkota Frederick?" tanya Suiren.


"Tidak di masa ini." balas Kyrie singkat.


"Bukankah ini namanya pencurian?"


"Sergei terlalu hebat untuk menjadi pengawal Putra Mahkota Frederick. Lagipula, Frederick sudah dikelilingi puluhan Ksatria hebat, kurasa ia sudah cukup terlindungi. Kau disisi lain, akan sangat membutuhkan kehebatan Sergei untuk bertahan dari berbagai serangan yang akan datang kepadamu."


Suiren ingat bahwa di dalam novel 'Serena' ketika terjadi perang dengan Kerajaan Ginryuu, Jenderal Auburn mengirimkan bantuan pasukan dari utara. Ketika di medan perang, Putra Mahkota Frederick melihat bahwa Sergei, meskipun dengan tampilannya yang tidak meyakinkan, memiliki tenaga yang setara dengan 1000 orang Ksatria. Ia bagaikan sebuah intan yang belum digosok, dimana penampilannya membuat orang seringkali memandangnya dengan sebelah mata. Itu pentingnya pepatah 'jangan menilai buku dari sampulnya'. Setelah menemukan orang sehebat itu, Putra Mahkota mengangkatnya menjadi salah satu ksatria imperial dibawah pimpinannya.


Suiren menggelengkan kepalanya melihat perbuatan Kyrie. Tetapi ia tidak bisa memungkiri bahwa apa yang dikatakan Kyrie adalah benar.


Kyrie memandang Suiren dengan dalam untuk waktu yang cukup lama. "ternyata kau tidak berbohong ketika mengatakan bahwa kau bisa melihat masa depan."


Suiren balas menatap Kyrie dengan tatapan kesal. "Kukira kau percaya dengan perkataanku waktu itu."


"Aku percaya. Tetapi juga sedikit tidak percaya."


"Terserah." Setelah itu Suiren berbalik dan meninggalkan Kyrie di ruang tengah untuk kembali ke ruang tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2