My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Jenderal Perang dari Kerajaan Ginryuu


__ADS_3

Rumor tidak berbohong. Kazuma Enkai mungkin berusia diakhir dua puluh tahunnya, tetapi aura yang ia keluarkan tidak berbohong. Aura yang sama dengan Ayahnya. Aura seseorang yang sudah berkali-kali terjun ke medan perang dan pulang membawa kemenangan. Aura yang mengintimidasi yang bisa membuat seseorang bertekuk lutut hanya karena bernapas udara yang sama dengan dirinya. Aura yang laki-laki ini keluarkan berbeda dengan aura kedua penjaga yang ia temui tadi. Ia tidak mudah mengintimidasi laki-laki ini dan sebaiknya ia tidak mencoba melakukan hal itu.


Rambut panjang hitamnya yang terlihat sangat halus diikat longgar dan dibiarkan jatuh dari Pundak kirinya ke dada kirinya dan ia mengenakan kimono longgar berwarna merah yang memperlihatkan sebagian besar dada bidangnya. Tubuhnya setinggi Kyrie, namun massa tubuhnya lebih besar. Ketika berhadapan dengannya, Suiren merasa seolah-olah ia sedang behadapan dengan beruang hutan.


Kazuma Enkai hanya duduk di kursinya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Walau begitu, ia tetap terlihat tampan. Dia tidak terlihat senang karena sepertinya waktu tidurnya terganggu.


“Sa-saya kemari untuk menawarkan sesuatu.” Setelah berhasil menelan seluruh kegugupan di dalam dirinya, Suiren akhirnya berkata.  Ia bisa mendengar getaran dari suaranya.


Kemudian Suiren menarik napas panjang dan mencoba menenangkan dirinya sebelum berbicara.


“Saya ingin menawarkan kerja sama, Jenderal Kazuma Enkai.” Ucap Suiren dibawah napas beratnya. “Untuk membongkar perdagangan manusia di tambang emas Kekaisaran Helianthus.”


Jenderal Kazuma Enkai berjalan kedepan meja yang berisikan miniatur wilayah tambang emas di perbatasan timur, lengkap dengan miniatur Ksatria Kekaisaran Helianthus dan Kerajaan Ginryuu di masing-masing sisi. Mirip dengan miniature yang selalu Suiren lihat di ruang kerja ayahnya dengan tata letak yang berbeda.


“Jadi, kerja sama seperti apa yang anda maksud barusan tadi, Lady…?” Kazuma mengalihkan pandangannya kearah Suiren.


“Suiren Themisree, Putri dari Jenderal Arnold Themisree. Tetapi anda bisa memanggil saya Suiren.” jawab Suiren. Kazuma tak merespon, ia hanya menatap Suiren dengan tatapan dalam. Seolah-olah ia sedang berusaha membaca pikirannya.


“Aku mengenal Ayahmu. Seorang pria yang benar-benar menakutkan. Aku tidak menyangka ia akan memiliki seorang putri yang terlihat seperti kelinci.”


Dengan kata lain, Kazuma Enkai sedang mengatakan bahwa Suiren terlihat lemah.


Suiren tidak merespon perkataan sang Jenderal, ia langsung mengemukakan  penawarannya. “Aku tahu, bahwa saat ini Pangeran Ketiga Kerajaan Ginryuu sedang menyusup di dalam markas perdagangan manusia dengan berpura-pura menjadi salah satu tawanan.”


Kazuma Enkai terlihat sedikit terkejut mendengar pernyataan Suiren. Sebab ia tidak menyangka bahwa informasi yang hanya diketahui segelintir orang dari Kerajaan Ginryuu bisa diketahui oleh gadis yang berdiri dihadapannya ini. Tetapi ia memutuskan untuk mendengarkan perkataan gadis ini sampai akhir. Jika ia tidak cocok dengan apapun yang akan ditawarkan olehnya, maka dengan berat hati ia harus membungkam gadis ini untuk selamanya.


“Perbatasan Timur merupakan jurisdiksi Jenderal Themisree, sehingga untuk bisa masuk ke dalam tambang emas milik kekaisaran anda harus melewatinya terlebih dahulu.” Suiren berkata. “dan itu tidak akan mudah untuk dilakukan.”


“Saat pasukan Kerajaan Ginryuu melakukan perlawanan kepada pasukan Kekaisaran, detik itu juga sindikat perdagangan manusia akan berusaha memindahkan korban perdagangan manusia. Walaupun anda akan menang melawan pasukan Kekaisaran Helianthus, anda tidak akan sempat meringkus sindikat perdagangan manusia.”

__ADS_1


Kazuma Enkai menatap Suiren dengan tatapan dalamnya. Ia memang telah memikirkan kemungkinan itu, tetapi sampai sekarang ia belum memikirkan solusi atas kemungkinan itu. “Lalu apa yang kau usulkan untuk kami lakukan?”


“Saya berpikir bahwa anda telah memiliki orang kepercayaan anda di dalam sindikat perdagangan, sehingga anda bisa menyelundupkan Pangeran Ketiga Kerajaan Ginryuu menjadi salah satu objek perdagangan manusia. Maka dari itu, saya menawarkan diri untuk menjadi salah satu korban perdagangan manusia.”


Jenderal Kazuma Enkai mengerutkan dahinya dan menatap Suiren seolah-oleh ia adalah orang yang tidak waras.


“Ayahku tentu setia kepada Keluarga Imperial. Tetapi ketika sesuatu yang berharga bagi dirinya diusik, ia bisa melawan semua perintah yang diberikan Keluarga Imperial tanpa berpikir dua kali.” Suiren berkata dengan wajah bangga.


“Apa yang membuatmu berpikir rencanamu akan berjalan sesuai keinginanmu?”


“Akan ada dua kemungkinan. Kemungkinan yang pertama adalah bahwa Ayah saya akan menjalin kerja sama dengan anda, Jenderal Kazuma Enkai. Kemungkinan yang kedua adalah bahwa Ayah saya akan berkooperasi dengan anda dan secara tidak langsung membantu anda untuk meringkus sindikat perdagangan manusia.” Suiren mengangkat jari telunjuk dan tengahnya kehadapan sang Jenderal.


Kazuma Enkai hanya menatap Suiren dengan tatapan datar.


“Rencana yang kau utarakan barusan adalah rencana paling berantakan yang pernah saya dengar. Tingkat keberhasilannya hanya lima puluh persen, itu artinya rencanamu murni mengandalkan pada keberuntungan. Dengan kata lain sebuah taruhan.” Akhirnya Kazuma Enkai angkat bicara. “Tetapi tanpa mencobanya, kita tidak akan tahu bagaimana akhir dari rencana itu.”


“Aku memahami itu, Jenderal” balas Suiren sambil tersenyum.


Kazuma tidak segera meraih uluran tangan Suiren. Ia kemudian menyenderkan tubuhnya di ujung meja miniatur dan menyilangkan kedua tangannya di dada. “Mengapa anda ingin melakukan hal ini?” tanyanya.


“Ini masalah pribadi. Tapi singkatnya aku ingin membalas dendam terhadap keluarga imperial.”


“Dan apa hubungan semua ini dengan balas dendam anda?”


“Walau keluarga imperial tidak memiliki keterlibatan langsung dengan sindikat perdagangan manusia ini tetapi mereka mendapatkan keuntungan darinya. Jika terbukti bahwa keluarga imperial menutup-nutupi perdagangan manusia yang terjadi di dalam tambang emasnya, tidak menutup kemungkinan bagi Kerajaan Ginryuu untuk menuntut ganti rugi dengan mengambil alih wilayah tambang emas milik kekaisaran.”


“Jadi kau ingin melihat keluarga imperial kehilangan sesuatu yang menjadi miliknya?”


Suiren mengangguk. “Itu dan aku sama sekali tidak bisa menoleransi praktek perdagangan manusia.”

__ADS_1


Kazuma terdiam sambil menatap Suiren dengan mata cokelatnya.


“Aku tidak akan bisa menjamin keselamatanmu, Lady Suiren. Apa kau yakin akan melakukan ini?”


“Aku tahu konsekuensinya, dan aku yakin Ayahku akan menyelamatkanku tepat pada waktunya.” Suiren tersenyum lebar. Ia kemudian kembali mengulurkan tangannya.


Kazuma akhirnya menjabat tangan Suiren. Tangan besarnya terasa kasar di kulit Suiren. “Kalau begitu kita punya kesepakatan.”


*****


Kazuma duduk dipinggir kasurnya sembari membaca surat yang ia terima dari Pangeran Kaen. Surat rahasia yang disalurkan oleh pangeran ketiga Kerajaan Ginryuu kepada Kazuma melalui perantara mata-mata yang ditaruhnya didalam sindikat perdagangan manusia.


‘Mereka akan bergerak memindahkan barang dalam waktu tiga hari.’


Begitu isi surat singkat yang ditulis tangan oleh Pangeran Kaen. Walau singkat, informasi yang diberikan oleh nya sudah lebih dari cukup.


Dalam tiga hari, Kazuma harus berhasil membongkar sindikat perdagangan manusia di tambang emas Kekaisaran Helianthus. Sejujurnya, Kazuma sudah bersiap untuk yang terburuk. Ia sudah bersiap untuk masuk ke dalam perang dengan pasukan Kekaisaran Helianthus yang pasti akan menumpahkan banyak darah. Tetapi hari ini seolah-olah dewa mendengar doanya.


“Tendaku terletak disamping tempat latihan Ksatria Kekaisaran Helianthus. Aku akan memasang penanda untuk memudahkan anda. Sisanya akan kuserahkan kepada anda, Jenderal Enkai.”


Ia teringat akan percakapannya dengan Suiren Themisree yang baru saja terjadi beberapa waktu yang lalu. Ia ragu apakah ia bisa memercayai perkataan seornag gadis yang bahkan tidak ia kenal itu. Tetapi apa yang dikatakan gadis itu ada benarnya dan akan sia-sia untuk melepas kesempatan emas seperti itu.


Satu-satunya misi yang harus ia jalankan saat ini adalah untuk menjamin keselamatan Pangeran Kaen yang merupakan sahabatnya. Walau akhirnya ia tidak berhasil membongkar sindikat perdagangan manusia, ia harus bisa menyelamatkan Pangeran Kaen. Karena ia sudahberjanji kepada kekasihnya, Putri Sayoko.


Dari awal rencana ini dimulai, Ia sadar bahwa ini adalah misi sekali jalan. Misi ini tidak boleh gagal. Tetapi akhir-akhir ini, ia merasa bahwa peluang keberhasilan misi ini semakin menurun setiap harinya. Dengan keluarga imperial Kekaisaran Helianthus yang sama sekali tidak kooperatif, perang menjadi salah satu alternatif carayang ada di benak Kazuma.


Dengan kemunculan Suiren Themisree yang juga memiliki tujuan sendiri dibalik penawarannya, Kazuma melihat secercah harapan. Saat ini ia hanya berharap gadis tadi tidak mengelabuinya.


Kemudian Kazuma mengambil kertas dan mencelupkan kuasnya kedalam tinta dan mulai menuliskan sesuatu diatas kertas. ‘Lotus air’. Ia berharap Kaen memahami kode yang ia tulis diatas kertas tadi. Kode itu menunjuk kepada Suiren Themisree, sebab dalam bahasa lokal Kerajaan Ginryuu, suiren berarti bunga Lotus air.

__ADS_1


Kemudian ia menjentikkan jarinya dan sesosok berbaju hitam masuk. Sosok itu mengenakan pakaian serba hitam dan penutup wajah. Kazuma langsung menyodorkan surat itu dan secepat kilat sosok tadi menghilang bagaikan ditelan bumi.


__ADS_2