
“Jadi, kau memutar balik waktu untuk menyelamatkan Serena dan Putra Mahkota Frederick dari nasib tragis mereka?” Suiren bertanya dengan tatapan tidak percaya. Laki-laki yang berdiri di hadapannya ini melakukan hal sejauh itu untuk menyelamatkan wanita yang ia cintai. Ia tidak salah ketika memilihnya sebagai karakter favoritnya di kehidupan sebelumnya.
“Untuk menyelamatkan Serena.” Kyrie mengkoreksi perkataan Suiren.
“Lalu apa? Kau berharap setelah kau memutar balikan waktu Serena akan jatuh cinta kepadamu?” tanya Suiren.
“Satu hal yang perlu kau tahu, aku tidak melakukan ini semua untuk mendapatkannya. Aku melakukan ini semua karena aku ingin melihatnya bahagia selamanya. Walau jika kebahagiaannya adalah ketika ia bersama orang lain yang bukan diriku.”
“Bukankah menceritakan ini semua kepadaku bisa berakibat pada gagalnya rencanamu? Awalnya kan kau ingin mengendalikanku seperti aku ini seorang boneka.”
Kyrie kemudian tersenyum. “Tidak. Aku berniat mengajakmu bekerja sama. Kemampuanmu melihat masa depan sangat berguna bagiku, walau terkadang apa yang kau lihat sedikit melenceng. Tetapi setidaknya aku bisa menggunakan kemampuanmu sebagai pedoman, sebagai mercusuar untuk rencanaku.”
"Sepertinya akan sia-sia mengajakku bekerja sama, Duke Wisteria. Seperti yang kau ketahui, banyak yang berubah dengan masa depan setelah kau memutar balikkan waktu."
Kyrie menatap Suiren dengan matanya yang berbinar. "Aku tetap ingin bekerja sama denganmu. Setelah melihat aksimu dengan sindikat perdagangan manusia tadi, kurasa akan lebih baik kalau kita menggabungkan otak kita."
Suiren mendengus. “Apa yang membuatmu berpikir aku mau bekerja sama denganmu?”
“Kita memiliki tujuan dan kepentingan yang sama, bukankah alasan itu saja sudah cukup?” balas Kyrie.
__ADS_1
“Tidak, Duke Wisteria. Di dalam suatu perjanjian harus ada kepercayaan diantara satu sama lain dan kita tidak memiliki hal itu.”
“Aku mempercayaimu.” Kyrie tersenyum.
“Aku tidak.”
Kyrie kemudian menghela napas panjang. Ketika mengeluarkan napasnya, terdapat asap keluar dari mulutnya. “Seandainya ada saat dimana kau merasa aku akan menghianatimu, kau bisa mengungkapkan rahasia besar yang kumiliki.”
Suiren memicingkan matanya. Walau ia memegang rahasia sebesar itu, ia tetap tidak bisa percaya kepada orang dihadapannya ini. Orang yang memutarbalikkan waktu untuk menyelamatkan orang yang dicintainya. Tetapi apa yang dikatakan olehnya ada benarnya, bahwa mereka berdua memiliki tujuan dan kepentingan yang sama, dan dengan bekerja sama mereka akan lebih cepat mencapai tujuan itu.
“Lalu kalau aku yang menghianatimu?” lanjut Suiren.
Suiren menelan ludahnya.
Kalau ia menghianati laki-laki di hadapannya ini, nyawanya adalah taruhannya.
“Lagipula rahasia yang kau pegang itu bernilai sama seperti nyawaku. Jadi sepertinya kita berdua memiliki tawaran yang seimbang.”
Suiren memegang dahinya.
__ADS_1
Di satu sisi ia ingin membalaskan dendamnya kepada sang Permaisuri tetapi disisi lain ia takut jika Kyrie Wisteria akan menggunakannya seperti barang sekali pakai yang apabila ia sudah mencapai tujuannya ia akan dibuang begitu saja.
Kyrie mengulurkan tangannya. Ia tersenyum dengan senyumnya yang menyebalkan.
Suiren lama menatap Kyrie di kedua matanya. Ia mencari-cari jika ia bisa mengetahui ketidak jujuran dari tatapannya tetapi itu sia-sia. Ia sama sekali tidak bisa membaca apa yang ada dipikiran laki-laki ini.
Akhirnya setelah lama berpikir, Suiren menghela napas panjang. “Baiklah. Tetapi aku tetap tidak memercayaimu sepenuhnya.” Ia kemudian menjabat tangan Kyrie.
“Tentu saja. Kita bisa menumbuhkan rasa percaya itu sembari bekerja sama.” Jawab Kyrie. “Kalau begitu rencananya dimulai dari sekarang.”
“Maksudmu?”
Kyrie kemudian berbalik dan berjalan kembali menuju perkemahan pasukan Kekaisaran. “Kau akan tinggal bersamaku di Utara mulai dari sekarang.”
Suiren membelalakkan matanya. Ia merasa kedua matanya akan copot jika ia melebarkan matanya lebih dari ini. “HAH?!!!!!! APA MAKSUDMU?”
“Kita kan bertunangan, tidak aneh jika kita tinggal bersama. Lagipula, akan lebih mudah untuk melindungimu dari segala macam bahaya dengan kau berada dekat di sisiku setiap saat.”
“Ayahku tidak akan mengizinkan.”
__ADS_1
Kyrie menghentikan langkahnya. Kemudian ia berbalik dan menatap Suiren dengan tatapan penuh kemenangan. “Kau salahpaham. Ini adalah usul Ayahmu sendiri, Suiren.”