My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Pertemuan di perbatasan timur


__ADS_3

Kyrie menatap penampakan di hadapannya dengan tatapan tidak percaya. Di depan tenda berwarna merah tua dengan bendera Kekaisaran Helianthus, sesosok gadis dengan senyuman lebar di wajahnya melambaikan tangan kepadanya. Rambut perak menyilaukan gadis itu berterbangan di belakangnya.


“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyrie segera setelah ia berada di dekat gadis itu.


“Aku hanya ingin jalan-jalan.” Jawab gadis itu dengan senyuman di wajahnya. Senyuman itu nampak seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


“Kau memilih tempat yang buruk untuk berjalan-jalan, Lady Suiren.” Sembur Kyrie, ia memberikan tatapan bingung kepada sosok yang tak lain adalah sosok tunangannya.


Ia baru saja sampai di lokasi tambang emas Kekaisaran Helianthus yang terletak diperbatasan timur wilayah kekaisaran. Sudah banyak tenda yang didirikan baik di sisi wilayah kekaisaran maupun Kerajaan Ginryuu. Kebanyakan yang hadir adalah pasukan militer dari masing-masing wilayah. Tetapi Kyrie sama sekali tidak mengharapkan tunangannya juga ada di sini.


“Definisi burukmu dan burukku berbeda, Duke Wisteria.” Suiren tergelak. “Aku bisa melihat banyak Ksatria tampan dari sini. Aku bahkan tidak keberatan jika harus mati besok setelah melihat pemandangan ini.”

__ADS_1


Suiren memicingkan matanya kearah tempat berkumpulnya pasukan Kekaisaran Helianthus dan membuat lingkaran dengan jarinya didepan kedua matanya. Seolah-olah ia memiliki teropong.


Para Ksatria Kekaisaran sedang beristirahat dari pos mereka masing-masing. Ia bisa melihat sebagian Ksatria sedang bersantai-santai tetapi ada juga yang sedang berlatih pedang satu sama lain.


Ini adalah sesuatu yang ia sadari setelah ia memperoleh ingatan kehidupan lampaunya, bahwa orang-orang di dunia ini sangatlah menarik. Hampir jarang ada seseorang yang tidak terlihatmenawan. Tetapi tentunya karakter utama di dunia ini memiliki wajah yang kelewat rupawan.


“Kau bergurau soal kematian dengan sangat mudah, padahal kau sendiri hampir tewas waktu itu.” Ucap Kyrie.


“Yang tak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat.” Suiren berucap tanpa menoleh kearah Kyrie.


“Sebenarnya aku merasa takut jika Ayahku tidak ada disampingku.” Akhirnya Suiren berkata. “Jadi aku mengikutinya kemari.”

__ADS_1


Kyrie menghentikan langkahnya. Ia kemudian membalikkan tubuhnya. “Kau takut seseorang datang untuk membunuhmu lagi?”


Suiren mengangguk. “Setelah kupikir-pikir, mungkin alasan kenapa aku masuk ke daftar kandidat Putri Mahkota adalah karena Permaisuri Eleanor ingin membunuhku dengan lebih mudah. Itu artinya dia belum menyerah sampai aku benar-benar mati.”


“Waktu kita pertama kali bertemu di kediamanku. Sepertinya kau juga mengatakan sesuatu tentang maksud dibalik masuknya namaku di daftar kandidat Putri Mahkota.” Suiren berjalan mendekati Kyrie. Angin segar berhembus searah jalannya, menerbangkan helaian rambut peraknya ke sekitar wajahnya. Ketika Suiren mendekat, Kyrie mundur dan memberikan jarak diantara mereka berdua. Sepertinya Kyrie masih merasa trauma atas apa yang dilakukan oleh Suiren kepadanya beberapa hari yang lalu.


Melihat reaksi manis Kyrie, Suiren tidak bisa tidak menggodanya. Ia tetap maju mendekati Kyrie.


“Apakah kau tahu alasan dibalik perbuatan Permaisuri Eleanor, Duke Wisteria?” tanya Suiren. Mata emasnya beradu tatapan dengan mata ungu Kyrie.


Kyrie tidak merespon. Ia hanya menatap Suiren dengan tatapan datar.

__ADS_1


Suiren mendengus. “Karena sepertinya tidak ada orang yang mau memberi tahu alasannya, maka aku akan mencari tahu sendiri.”


“Kuharap kau tidak akan menghalangiku, Duke Wisteria.” Suiren berkata sembari memutar tubuhnya dan berjalan menuju tendanya.


__ADS_2