
“Jenderal, apakah rumor itu benar? Bahwa alasan kenapa Kerajaan Ginryuu menambah jumlah pasukan di perbatasan karena mereka akan mencoba membongkar sindikat perdagangan manusia?” Gilbert bertanya kepada sang Jenderal.
Sang Jenderal sedang mengamati miniatur situasi di perbatasan saat ini. Sesekali ia memindahkan beberapa buah miniatur untuk membayangkan strategi baru.
Tepat sebelum ia berangkat ke perbatasan, sebuah surat dari istana imperial datang untuknya. Itu kali kedua minggu ini sebuah surat datang dari keluarga imperial. Walau surat yang kedua ini tidak membuatnya kaget seperti surat yang pertama ia terima. Surat itu ditulis langsung oleh sang Kaisar yang berisikan tentang perintah untuk menjaga perbatasan dengan segenap jiwa untuk menghalangi tujuan dari pasukan Kerajaan Ginryuu yaitu untuk membongkar sindikat perdagangan manusia di tambang emas milik kekaisaran.
Walau Ksatria Kekaisaran tidak berada langsung dibawah komando Kaisar ataupun Keluarga Imperial, tetap saja mereka tidak bisa lepas dari pengaruh keluarga imperial. Wilayah kekaisaran yang terbagi menjadi empat masing-masing memiliki dewan perangnya sendiri. Wilayah Timur yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Ginryuu berada dibawah jurisdiksi Jenderal Themisree. Segala hal yang berhubungan dengan pertahanan dan keamanan wilayah timur diserahkan sepenuhnya ke tangan sang jenderal.
Walau begitu, tidak menutup kemungkinan bagi keluarga imperial untuk intervensi didalamnya, seperti yang sekarang mereka lakukan.
“Para Ksatria akan sangat kooperatif apabila anda memerintahkan kami untuk membantu pasukan kerajaan Ginryuu, Jenderal.” Lanjut Gilbert.
“Tidak. Kita diberi perintah untuk menjaga perbatasan dengan segenap jiwa raga kita. Itu artinya apapun yang terjadi, Pasukan Kerajaan Ginryuu tidak boleh menembus pertahanan kita.” Jawab sang Jenderal.
__ADS_1
Gilbert mengerutkan dahinya. “Aku tidak mengerti, Jenderal. Apakah anda mengatakan bahwa kita harus melindungi sindikat perdagangan manusia?”
“Apa kau mendengarkanku Gilbert? Kita harus menjaga perbatasan timur dari pasukan Kerajaan Ginryuu. Ini adalah masalah keamanan Kekaisaran, Gilbert. Itu adalah tugas utama Ksatria Kekaisaran.” Balas sang Jenderal.
Ia tahu betul bagaimana jalan pikiran anak buahnya itu. Idealis dan murni. Ia juga dulu seperti itu, sebelum ia menjadi seorang Jenderal yang merasakan sendiri apa yang dirasakan pendahulunya sebelumnya. Cengkeraman keluarga imperial dan tekanan yang datang bersamanya tidak bisa dielakkan. Setiap orang memiliki kepentingan sendiri, dan setiap orang berusaha untuk mewujudkan kepentingannya itu. Walaupun cara yang dilakukan akan menimbulkan penderitaan bagi orang lain.
Ia juga memiliki banyak hal yang ingin ia lindungi. Karir. Keluarganya. Hidupnya. Apabila ia tidak melakukan apa yang diperintahkan, hal-hal yang ingin ia lindungi itu akan terusik.
Gilbert mengepalkan tangannya. “Dua musim panas yang lalu, seorang cucu dari pemilik toko roti di kampung halaman saya menghilang tanpa kabar. Waktu itu ia sedang mencari pekerjaan ke kota tetangga, tetapi ia tidak pernah kembali. Sampai saat itu, pemilik toko itu masih menunggu kepulangan cucunya itu.”
Jenderal Themisree melirik kearah Gilbert.
“Ia meminta tolong kepada saya untuk menemukan cucunya, maka saya membantunya. Saya menelusuri sampai ke kota tetangga hanya untuk mendapati bahwa tempat yang dituju oleh cucu pemilik toko roti tadi dikelola oleh salah sindikat perdagangan manusia. Cerita saya hanya sebagian kecil dari cerita-cerita rekan saya, Jenderal Themisree. Banyak sekali yang sudah menjadi korban dari sindikat perdagangan manusia ini dan selama ini belum ada perintah untuk membongkar dan meringkus mereka.”
__ADS_1
“Apakah ini berarti Keluarga Imperial benar turut ikut campur di dalamnya?” tanya Gilbert.
Jenderal Themisree menarik napas panjang dan mengeluarkannya. Ia paham betul apa yang dirasakan oleh anak buahnya ini.
“Kau benar, Gilbert. Aku akan membebaskanmu melakukan apa yang kau inginkan. Jika kau keberatan dengan misi kita kali ini, aku akan membebaskanmu dari tugasmu sebagai pemimpin pasukan. Kau boleh membantu pasukan Kerajaan Ginryuu dan mencoba untuk membongkar sindikat perdagangan manusia.”
“Tetapi, aku tidak akan berada dibelakangmu. Aku terikat dengan Keluarga Imperial dan apabila aku tidak melakukan apa yang mereka minta, mereka akan mengambil dan merampas semua kebahagiaanku. Aku memang pengecut, tetapi walau aku harus menjadi pengecut untuk melindungi hal-hal yang kucintai, maka biarkanlah aku menjadi seorang pengecut.”
“Aku mengatakan ini semua kepadamu karena kau sudah lama berada di sisiku. Ini adalah nasihat tulus yang kuberikan kepadamu sebagai seorang keluarga, bukan sebagai seorang atasan. Saat ini kau akan menganggapku sebagai pemimpin yang tidak kompeten, Gilbert. Tetapi suatu saat nanti, kau juga akan berada di posisi dimana sebenarnya kau bisa memilih tetapi memutuskan untuk menganggap bahwa kau tidak memiliki pilihan.”
Setelah berbicara panjang lebar, Gilbert hanya menatap sang Jenderal. Ia menelan ludahnya dan menghela napasnya. Ia menatap bola mata biru langit milik sang Jenderal yang sedang balik menatapnya dengan tatapan tulus. Ia mengingat seseorang yang pernah memberikannya tatapan seperti itu. Mendiang Ayahnya.
“Saya akan menjaga perbatasan dengan segenap jiwa raga saya, Jenderal.” Setelah mengatakan hal itu, ia membungkuk dan pergi meninggalkan tenda sang Jenderal. Ia telah membuat pilihannya, dan ia telah memilih untuk menjadi seorang pengecut yang mementingkan kepentingan pribadinya.
__ADS_1