
“Dimana Suiren?!” Suara Jenderal Themisree menggelegar di sepanjang koridor.
Semua pelayan hanya bisa saling menoleh satu sama lain tanpa menjawab pertanyaan Jenderal Themisree.
Gilbert pun hanya bisa menundukkan kepalanya. Biar bagaimanapun, tugas menjaga Suiren adalah tugas utamanya dan ia gagal menjalankan tugas itu dengan baik.
Jenderal Themisree tidak bodoh. Ia tahu bahwa putrinya seringkali menyelinap keluar kediaman tanpa sepengetahuannya. Ia paham bahwa putrinya juga butuh menghabiskan waktu sendiri tanpa diikuti oleh pengawal. Walau begitu, ini bukanlah saat yang tepat untuk menyelinap keluar tanpa pengawasan satu pengawal pun.
Kali ini berbeda. Segalanya telah berbeda, sehingga ia tidak bisa diam saja ketika tahu putrinya tidak dapat ditemukan dimanapun di dalam kediamannya.
“Gilbert kau hanya punya satu tugas!” kali ini amarahnya ditujukan kepada Gilbert. Matanya menunjukkan amarah yang luar biasa.
Gilbert tahu suasana hati tuannya sedang tidak bagus hari ini, tetapi ia tidak menyangka suasanannya seburuk ini.
__ADS_1
Belum sempat Gilbert menjawab pertanyaan Jenderal Themisree, penjaga pintu depan membuka pintu masuk utama. Dua kali di hari yang sama, penjaga tadi terlihat tergopoh-gopoh. Walau kali ini daripada khawatir seperti tadi pagi ia lebih terlihat lega.
“Du-Duke Wisteria-” ini kedua kalinya ia mendengar nama itu keluar dari mulut penjaganya hari ini.
Jenderal Themisree mengerutkan wajahnya dan menatap penjaga pintu utama kediamannya itu. Dari tatapan matanya, seolah-olah ia sedang berkata 'Bicara yang jelas kalau kau masih ingin hidup.'
“Lady Suiren sudah ditemukan!”
“Tuan Puterimu sudah menunggu.” Kyrie menyender di dinding kereta dengan kedua tangan saling menyilang. Kyrie mmeberikan tatapan aneh kepada Gilbert. Seolah-olah ia sedang menatap seseorang yang sangat tidak becus dalam menjalankan tugasnya. tatapan meremehkan yang sangat menyebalkan.
Gilbert sama sekali tidak suka dengan nada bicara Kyrie Wisteria. Walau begitu ia tetap harus menghormati sang Duke dari utara itu. Setelah membungkuk ia kemudian masuk ke dalam kereta dan melihat Suiren sedang tertidur dengan wajah merah dan dengkuran.
Ia kemudian bergegas mengangkat tubuh mungil Suiren dan membawanya keluar kereta. Ia bisa mencium bau bir keluar dari napas Suiren. Ia segera tahu apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
'Apakah Lady Suiren sedang ada di masa pemberontakannya?' Ia tidak pernah melihat Suiren meminum minuman keras sebelumnya. 'Hari ini benar-benar hari yang aneh.'
“Terima kasih karena telah membawa Lady Suiren kembali dengan selamat.” Setelah mengatakan itu ia langsung melenggang masuk ke dalam kediaman tanpa berbasa-basi sedikitpun.
Gilbert melewati Jenderal Themisree yang sedang berdiri di depan pintu masuk. Wajah sang Jenderal terlihat lebih tenang daripada sebelumnya.
“Baiklah kalau begitu, saya pamit dulu.” Satu kakinya telah menaiki kereta sebelum Jenderal Themisree mencegatnya.
“Saya harus berterima kasih dengan pantas atas kebaikan anda, Duke Wisteria.” Jenderal Themisree berkata. “Sekaligus melanjutkan pembicaraan kita di pagi hari tadi.”
Mendengar hal itu, Kyrie Wisteria menyeringai tipis dan kemudian ia memutar balik tubuhnya. Ia tidak menyangka bahwa ia akan menerima respon yang ia harapkan secepat ini.
“Dengan senang hati, Jenderal Themisree.” ujarnya sambil berjalan masuk menuju kediaman Themisree.
__ADS_1