
Kyrie terlalu tenggelam dalam tumpukan berkas dihadapannya untuk sadar bahwa Suiren sudah berdiri di hadapannya. Kalau bukan karena wangi parfum dari tubuh Suiren, ia mungkin tidak akan menyadari kehadirannya.
"Duduklah." Ucap Kyrie, mempersilahkan Suiren duduk di kursi diseberang mejanya.
"Jadi, apa rencananya?" tanya Suiren. "Rencana untuk mengalahkan Permaisuri Eleanor."
Kyrie menatap Suiren dengan tatapan aneh. "Kau berbicara seakan-akan Permaisuri Eleanor adalah raja iblis."
"Memang seperti itu."
Kyrie menghela napas. "Aku berencana untuk memperkenalkanmu ke publik sebagai putri Kekaisaran ini. Secara keturunan, kau berhak untuk menduduki takhta."
Suiren hampir melupakan fakta itu. Fakta bahwa ia bukanlah anak kandung Ayahnya dan kemungkinan bahwa ia adalah seorang putri kekaisaran.
"Mengapa kau begitu yakin bahwa aku adalah putri Kaisar? Maksudku, tidak ada bukti yang cukup untuk mengatakan itu. Lagipula, Ayahku juga tidak yakin jika Ibu Kandungku dan Kaisar itu...be-berselingkuh."
"Apa kau sudah pernah bertemu langsung dengan Kaisar?" tanya Kyrie. "Kalau dilihat-lihat, kau lebih mirip dengannya dibanding Jenderal Themisree. Kalau rambutmu pirang, mungkin orang-orang tidak akan percaya kalau kau adalah putri Jenderal Themisree."
Suiren menggelengkan kepalanya. Ia sama sekali belum pernah bertemu dengan sang Kaisar, memikirkan untuk bertemu dengannya pun tidak. Tetapi, setelah mengetahui fakta sebenarnya Suiren sedikit merasa ingin bertemu dengan sosok yang merupakan ayah kandungnya itu.
"Lagipula, kalau mereka tidak percaya ada satu cara yang bisa dilakukan untuk membuktikan bahwa kau adalah keturunan keluarga imperial."
Suiren tahu cara apa yang dimaksud oleh Kyrie. Ia ingat bahwa ia pernah membaca buku mengenai sejarah Kekaisaran Helianthus. Jauh sebelum Kekaisaran mekar dan kuat seperti saat ini, Kaisar yang bertakhta diperbolehkan memiliki lebih dari satu istri. Itu artinya selain ada Permaisuri di samping kaisar, terdapat pula selir-selir yang setia menunggu. Tetapi bagi seorang Kaisar sekalipun, membagi hati untuk para selirnya bukanlah sesuatu yang mudah maka tidak jarang para selir itu ditelantarkan.
__ADS_1
Ketika selir-selir itu ditelantarkan tanpa kepastian, menunggu, menunggu, dan menunggu terus, ada kalanya mereka dimakan oleh iblis di dalam dirinya sendiri. Mereka akan berselingkuh dan kalau kurang beruntung, akan mengandung anak hasil dari perselingkuhan itu. Sejak dulu, para selir memang tidak di posisi yang menguntungkan, mereka hanyalah seseorang yang menyediakan rahim bagi kaisar selanjutnya. Sehingga apabile mereka mengandung anak yang bukan berasal dari benih kaisar itu sendiri, maka mereka dan anak yang dikandung itu tidak akan ada artinya.
Suatu ketika, seorang selir mengandung bersamaan dengan Permaisuri. Ketika bayi yang dikandung oleh masing-masing ibu ini terlahir ke dunia, mereka berdua secara resmi menjadi pewaris takhta kekaisaran. Keduanya adalah seorang pangeran, dan mereka tumbuh menjadi sosok yang sama-sama mampu dalam memimpin Kekaisaran. Tetapi pada akhirnya, pangeran yang lahir dari rahim selirlah yang terpilih menjadi Putra Mahkota.
Di hari penobatan Putra Mahkota itu, ketika Kaisar melakukan seremoni untuk mengalihkan kekuatan sihir api yang dimilikinya kepada sang Putra Mahkota, terjadi suatu kejadian yang membuat semua orang terkejut. Putra Mahkota yang seharusnya menerima dan kemudian mendapatkan tanda berupa ukiran bunga matahari di bagian tubuhnya justru terbakar. Sekujur tubuhnya terbakar dan tak lama setelah itu ia pun meninggal dunia. Itu adalah saat dimana semua orang paham bahwa sang Putra Mahkota bukanlah keturunan dari sang Kaisar. Karena hanya Keturunan Kaisarlah yang dapat menerima kekuatan sihir api dan mendapatkan tanda ukiran bunga matahari dibagian tubuhnya. Dengan kata lain, takhta Kekaisaran hanya bisa ditempati oleh orang yang benar-benar merupakan keturunan imperial.
"Jadi, kau mengusulkan agar aku mati terbakar?" tanya Suiren.
"Kau tidak akan terbakar." Balas Kyrie. "Kalaupun kau terbakar, aku bisa memanipulasi aliran waktu ditubuhmu sampai sebelum kau terbakar. Asal kau tidak tewas ketika itu terjadi, karena aku tidak bisa memanipulasi aliran waktu di tubuh orang yang sudah meninggal."
Suiren tertawa tidak percaya dengan perkataan laki-laki dihadapannya ini. "Asal kau tahu, aku bukan seorang masokis yang menikmati rasa sakit."
"Dengar, untuk mencapai sesuatu butuh pengorbanan." Kyrie menghela napas dan memberikan tatapan lelah menjelaskan kepada Suiren. "Lagipula aku sembilan puluh sembilan persen yakin kau adalah putri sang Kaisar."
Kyrie menatap Suiren dengan tatapan suram. "Aku tidak yakin jika kau bisa melakukan hal itu lagi."
"Apa maksudmu?"
"Akhir-akhir ini, menggunakan sihir waktu dalam skala kecil saja membuatku mimisan dan tubuhku terasa berat. Aku rasa menggunakan sihir terlarang akan berakibat fatal bagi diriku."
Mulut Suiren menganga lebar ketika ia mendengar perkataan Kyrie. "Lalu apa yang membuatmu berpikir kau bisa menyelamatkanku kalau aku terbakar nanti?!" pekiknya.
Kyrie menatap Suiren dengan tatapan kesal. "Kau tidak mengerti perkataanku sama sekali ya? Aku bilang kalau menggunakan sihir secara normal, aku bisa. Tetapi aku tidak menjamin aku bisa menggunakan sihir terlarang lagi." Ia memijit-mijit dahinya dengan jarinya. Gadis dihadapannya ini benar-benar mengesalkan dengan segala paranoid yang ia miliki.
__ADS_1
Suiren menarik napas dalam dalam kemudian menahannya selama beberapa detik dan menghembuskannya keluar. "Baiklah. Aku akan memercayakan nyawaku kepadamu. Lagipula, aku, secara harafiah, memang berutang nyawa kepadamu."
Kemudian Suiren berdiri dari duduknya dan kemudian bergegas menuju pintu keluar.
"Kau mau kemana?" tanya Kyrie. matanya menatap Suiren dengan tatapan menyebalkan.
"Bukankah pembicaraan kita sudah selesai?"
Kyrie tertawa keras dan sarkastik. "Tidak. Belum selesai. Terimakasih untukmu karena memperumit pembicaraan kita, mungkin kita harus melanjutkan pembicaraan ini sampai waktu makan malam."
Suiren mengernyitkan dahinya.
"Sekarang, duduk."
Suiren mengerang, tetapi ia menuruti permintaan Kyrie.
"Putra Mahkota memiliki banyak pendukung, tidak melebih-lebihkan kalau kubilang semua orang di Kekaisaran mendukungnya menjadi Kaisar selanjutnya. Karena dia memang terlahir sebagai seorang Putra Mahkota tunggal. Walaupun kita memperkenalkanmu sebagai Putri Kekaisaran, belum tentu kau akan langsung memiliki pendukung."
"Tentu saja, kau punya dukungan penuh dariku. Mungkin, para bangsawan dari wilayah timur juga akan mendukungmu mengingat jasa Ayahmu yang begitu besar. Tetapi itu saja tidak akan cukup. Oleh karena itu, kau harus memperoleh dukungan itu dengan kemampuanmu sendiri."
Suiren mengangguk.
"Ini adalah saat dimana kau bisa membuat dirimu berguna." Ujar Kyrie dengan senyum diwajahnya. "Pergunakanlah hari-harimu di kediaman ini untuk membuat dirimu berguna."
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan memikirkannya." Suiren berkata dengan kilat di matanya. Mungkin untuk pertama kalinya, ia bisa melakukan sesuatu untuk membuat dirinya lebih kuat dan hal itu membuatnya merasa bersemangat.