My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Para Ksatria Kekaisaran


__ADS_3

Ketika Gilbert bergegas kembali ke pos perbatasan tempat dimana para Ksatria yang sedang tidak bertugas menjaga perbatasan berlatih pedang satu sama lain, ia terkejut dengan pemandangan yang terbentang dihadapannya.


“Lady Suiren?!” pekiknya ketika melihat sang Lady sedang mengayunkan pedang dengan kedua tangan mungilnya.


Suiren menoleh kearah suara dan melambaikan tangannya dengan tangan kanannya dan membuat pedang yang ia genggam dengan tangan kanannya terjatuh ke tanah.


“Ack!” Suiren meringis ketika beratnya pedang membuat pergelangannya seakan-akan terasa hampir patah. Ia seolah merasakan seluruh urat tangan kirinya tertarik oleh berat pedang yang ia pinjam dari salah satu Ksatria.


Gilbert berlari menghampiri Suiren. “Apa yang sedang anda lakukan?!” Matanya menunjukkan tatapan khawatir.


“Apa kau tidak bisa lihat, Gilbert?” balas Suiren.


“Ayahmu akan membunuhku.”


“Karena aku belajar untuk melindungi diriku sendiri?” lagi-lagi Suiren membalas. “Kau harus mengurangi kepanikan yang tidak beralasan itu, Gilbert.”


Suiren kemudian kembali mengayunkan pedang itu dengan kedua tangannya. Keatas dan kebawah dan kemudian membuat gestur berputar.


“Siapa yang memberimu pedang, Lady Suiren?” tanya Gilbert.


“Seorang Ksatria bernama Edwin Lambert. Laki-laki berambut merah yang sedang duduk di bawah pohon.” Suiren menunjuk kearah orang yang dimaksud dengan ujung pedangnya.


Gilbert memberi tatapan mematikan kepada sang tertuduh dari jauh.


Gilbert menghela napas dan kemudian mengeluarkan pedang dari sarung pedangnya. Ia kemudian berdiri di samping Suiren dan mengambil ancang-ancang dan kemudian mulai mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


“Anda harus memperbaiki postur tubuh anda terlebih dahulu, baru setelah itu anda bisa mulai belajar cara memegang pedang.”


Suiren menatap Gilbert dengan tatapan penuh semangat. “Tolong ajari aku, Kapten Trancy!”


Gilbert memberikan tatapan kesal kepada Suiren. “Jangan panggil saya dengan sebutan Kapten, Lady Suiren.”


“Baik, Kapten Trancy!” kicau Suiren.


Ketika Gilbert sedang mengajari Suiren dasar-dasar memegang pedang, beberapa Ksatria mendekati Gilbert dan mulai membentuk kerumunan.


“Bagaimana, Kapten Trancy? Apakah anda sudah berbicara kepada Jenderal Themisree mengenai rumor tersebut?” salah satu dari Ksatria berkata.


“Aku sangat bersemangat untuk berkontribusi dalam pembongkaran sindikat perdagangan manusia yang telah banyak meresahkan penduduk Kekaisaran Helianthus!” kali ini Ksatria lain mengungkapkan pendapatnya dengan bersemangat.


Suiren tetap fokus mengayunkan pedangnya sambil mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan para Ksatria.


“Kita diberi perintah oleh Keluarga Imperial untuk menjaga perbatasan dari pasukan Kerajaan Ginryuu. Maka dari itu, kita harus melakukan tugas kita dalam menjaga keamanan Kekaisaran dengan sebaik mungkin.” Gilbert berkata tegas. “Detail dari strategi yang akan kita gunakan akan dijelaskan oleh Jenderal Themisree pada pertemuan kita besok pagi.”


Tidak ada yang langsung memberikan respon kepada Gilbert. Terdapat jeda sekitar dua menit yang diiringi dengan bisikan-bisikan satu sama lain. Sampai akhirnya seorang ksatria mengangkat tangannya untuk bertanya.


“Dengan kata lain, anda mengatakan bahwa misi kita kali ini adalah untuk melindungi sindikat perdagangan manusia?”


Gilbert menatap pemilik suara itu dengan tatapan tajam. “Kau memiliki keberatan yang ingin disampaikan, Ksatria Surrey?”


Ksatria bernama Surrey dengan rambut hitam hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Anda tahu bahwa beberapa diantara kami memiliki kenalan yang merupakan korban langsung dari sindikat


perdagangan manusia itu bukan, Kapten Trancy?” seseorang berkata dengan nada tegas.


“Apakah kau menyarankan kita melawan perintah keluarga imperial, Ksatria Dupois?” balas Gilbert dengan


pertanyaan. Menegaskan bahwa ia sama sekali tidak punya pilihan dalam hal ini.


“Tidak, Kapten. Sama sekali tidak. Hanya saja, apakah Jenderal Themisree tidak melakukan apapun soal ini? Wilayah timur merupakan jurisdiksinya, tetapi mengapa ia bertindak seolah-olah ia berada dibawah kaki keluarga impe−” Ksatria itu menghentikan perkataannya sebelum selesai dan kemudian melirik kearah Suiren yang masih


sedang mengayunkan pedangnya.


“Pembicaraan ini berhenti sampai disini. Kembalilah ke pos masing-masing dan siapkan mental dan fisik kalian untuk pertemuan esok pagi.” Perkataan Gilbert kemudian membubarkan kerumunan ksatria.


Setelah itu ia berjalan mendekati Suiren.


“Lady Suiren, kuharap anda tidak tersinggung dengan perkataan salah satu Ksatria tadi.” Ujarnya


pelan.


“Hmm? Perkataan apa?” Suiren bertanya dengan tatapan bingung.


Gilbert menatap Suiren lekat-lekat dan kemudian menggelengkan kepalanya. “Lupakan saja, Lady Suiren.”


Tetapi yang tidak Gilber ketahui bahwa Suiren mendengarkan seluruh pembicaraan para Ksatria tadi dan ia sama sekali tidak tersinggung dengan perkataan salah satu ksatria yang mengatakan bahwa Ayahnya berada dibawah kaki Keluarga Imperial. Ia justru mendapatkan ide brilian dari hasil menguping pembicaraan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2