
Untuk pertama kalinya dalam satu minggu, Suiren akhirnya kembali makan bersama dengan Kyrie. Keduanya tidak saling mengatakan apapun kepada satu sama lain, mereka hanya menikmati hidangan yang disajikan di hadapan mereka.
“Kau tahu, apa yang terjadi kepada Tia bisa saja terjadi padaku.” Suiren berkata sembari menatap Kyrie dengan wajah suram.
“Selama kau pergi kemana-mana dengan Sergei, kurasa itu tidak akan terjadi.”
“Apakah kau masih tidak akan melakukan apapun terkait hal ini?”
Kyrie menatap Suiren. “Aku telah memerintahkan Ksatria Kota Birmin untuk cepat-cepat mengusut hal ini. Berhasil atau tidaknya mereka itu semua tergantung dengan kemampuan mereka.”
Suiren kemudian menyendok sup dihadapannya dengan lemas.
“Apa kau tahu siapa kekasih Lady Iris?” tanya Kyrie.
“Tidak. Ia belum menceritakannya kepadaku. Kurasa ia masih belum terlalu percaya padaku. Maksudku, kita baru berteman dalam hitungan minggu.”
“Setelah berbincang-bincang dengan Earl Iris, aku mendapatkan informasi bahwa sehari sebelum Lady Iris ditemukan tak bernyawa, Ia meminta izin untuk pergi ke rumah liburannya di Alora.” Ujar Kyrie. “Tetapi ia tidak pernah dikabarkan sampai di Alora.”
Alora adalah salah satu kota kecil yang ada di wilayah utara kekaisaran, letaknya di kaki gunung dan cuaca disana sangat cocok bagi orang-orang yang ingin pergi dari kepenatan hiruk pikuk Kota Birmin.
“Jadi, kau merasa bahwa kunci kasus ini mungkin terletak di tangan kekasih Tia?” tanya Suiren.
Kyrie mengangguk sembari menyeruput the di cangkirnya.
“Aku sebenarnya merasa bahwa Sir Naois memiliki hubungan dengan Tia.” Jawab Suiren.
“Mengapa kau berpikir demikian?”
__ADS_1
“Entahlah. Hanya intuisi saja.”
Kyrie meletakkan cangkirnya dan mengaitkan jemarinya. “Sepertinya kau salah.”
Suiren memberi Kyrie tatapan ingin tahu. “Kau tahu sesuatu?”
“Sir Dianthus akan menikah dengan putri kedua dari Marquess Narcissus. Jadi tentu saja dia bukan kekasih rahasia Lady Iris.”
Suiren mengangguk-anggukan kepalanya. Sekarang ia merasa malu karena telah bertanya hal aneh kepada Sir Dianthus.
“Ia pasti menganggapku aneh…” Gumam Suiren.
“Hm?”
“Aku menanyakan kepadanya apakah ia memiliki hubungan dengan Tia, tanpa mengetahui fakta bahwa ia adalah calon suami Lady Narcissus.”
“Sepertinya tidak ada yang salah dengan itu, kau hanya bertanya kan?”
“Aku senang kau mulai berbicara kepadaku dengan normal lagi.” Kyrie berkata sambil tersenyum.
Suiren membalas perkataan Kyrie dengan senyuman.
“Omong-omong, surat ini datang dari Ibukota.” Kyrie merogoh sesuatu dari sakunya dan mengeluarkannya. Sebuah amplop dengan segel keluarga imperial.
“Serena?” tanya Suiren. Ia mengulurkan tangannya untuk meraih surat yang sedang dipegang Kyrie.
Kyrie mengangguk.
__ADS_1
Kemudian Suiren bergegas membuka segel surat tersebut dan membaca isi suratnya.
“Kepada,
Suiren Themisree
Aku sangat merindukanmu. Aku mendengar dari Ayahmu bahwa saat ini kau sedang berada di Birmin bersama dengan Duke Wisteria. Kuharap kau baik-baik saja disana.
Aku disini baik-baik saja, walau sepertinya kandidat lain berusaha keras membuatku pergi dan menyerah dari kompetisi ini. Tetapi aku tidak akan melakukan apa yang mereka inginkan. Aku akan berkompetisi dengan baik dan benar.
Lalu, aku ingin bercerita banyak tentang Putra Mahkota tetapi aku tidak bisa menuangkan segalanya di dalam surat ini. Kuharap kita bisa bertemu secepatnya!
Salam hangat dan cinta,
Serena Tagates.”
Suiren mendapati dirinya cengar-cengir ketika membaca surat dari sahabatnya itu. Ia yakin seratus persen bahwa Serena akan dengan mudah melewati segala halang rintang yang ada dihadapannya untuk memenangkan kompetisi. Karena memang sudah takdirnya untuk memenangi kompetisi itu. Ia sangat merindukan Serena. Juga Ayahnya. Reina. Dan Gilbert.
“Dalam satu bulan, akan ada lomba perburuan yang diadakan oleh keluarga imperial.” Ujar Kyrie. “Apa kau mau pergi bersamaku ke Ibukota?”
Suiren menatap Kyrie dengan tatapan aneh. “Tentu saja? Kau tidak perlu bertanya soal itu.”
“Aku tidak ingin memaksamu dan membuatmu merasa tidak nyaman.”
“Pfft!” Suiren tertawa. “Pergi ke Ibukota untuk menemanimu adalah kewajibanku sebagai tunanganmu.”
Kyrie kemudian tersenyum lembut dan menatap Suiren lama.
__ADS_1
“Apa?”
Kyrie menggeleng. Setelah itu mereka menghabiskan malam dengan bercerita hal-hal yang mereka alami selama satu minggu tidak saling bertemu.