My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Novel Serena


__ADS_3

Ella melambaikan tangannya kearah Terry yang berjalan memasuki ruang kelas dengan seragam dan tas punggung hitamnya. Kemudian ia menepuk kursi disampingnya agar Terry duduk disebelahnya.


Senyum hangat Ella membuat segala kegugupan dan tatapan sinis yang diterimanya sedari tadi sirna.


Ia ingin menceritakan kepada Ella bahwa sepanjang koridor menuju ruang kelasnya, ia tidak habis-habisnya mendengar bisikan dari siswa siswi.


'Benar-benar mengecewakan. Kukira dia anak baik-baik.'


'Kau sudah lihat fotonya? dia pikir tubuhnya sebagus itu sampai-sampai ia menyebarkannya kepada pacarnya.'


'Bagaimana bisa ia muncul ke sekolah setelah apa yang terjadi? Benar-benar mental baja.'


Ketika duduk, Terry mengeluarkan napas panjang dan berat. Ia tidak mengharapkan semua orang tiba-tiba merupakan skandal yang menimpanya dalam waktu satu minggu, tetapi ia sedikit berharap bahwa mereka tidak akan terang-terangan menunjukkannya.

__ADS_1


“Waktu akan menyembuhkan segalanya.” Gumam Terry kepada dirinya sendiri. Ia mengulang-ulang perkataanya itu kepada dirinya sendiri bagaikan mantra.


“Tidak usah terlalu dipikirkan. Kau bukan yang pertama kali mengalami skandal seperti itu, dan jelas kau tidak akan menjadi yang terakhir. Bertahanlah sedikit, suatu saat nanti kau akan melihat kebelakang dan menertawakan hal ini.” Ella mencoba menenangkan sahabatnya itu.


Terry hanya mengangguk. Walau ia tidak yakin suatu saat nanti ia akan mengingat skandal ini dan tertawa. Ia bahkan tidak yakin jika ada suatu saat di masa depan ia akan berdamai dengan dirinya sendiri dan memaafkan dirinya atas tindakan bodoh yang ia lakukan. Satu tindakan. Satu pencetan di layar ponselnya. Satu hal itu cukup untuk menghancurkan kehidupannya.


“Daripada pusing, sebaiknya kau  membaca novel ini.” Ella menyodorkan ponselnya kepada Terry. Layarnya menunjukkan aplikasi untuk membaca novel yang sedang membuka halaman bertuliskan ‘Serena’ di tengah-tengahnya.


“Internet novel baru. Alur ceritanya menjanjikan dan cukup menyenangkan.” Ujar Ella. “Baru ada dua puluh lima chapter, tapi aku rasa ini akan masuk ke daftar novel favoritku.”


“Beritahu aku detailnya.”


“Hmm…, karakter utamanya adalah seorang putri bangsawan bernama Serena Tagates. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang Putra Mahkota di Kekaisaran tempat ia tinggal, yaitu Putra Mahkota Ferdinand Helianthus. Kemudian, Serena terpilih menjadi salah satu kandidat Permaisuri Kekaisaran bersama dengan empat orang kandidat lainnya.” Cerita Ella.

__ADS_1


“Jadi ini Romance ?”


Ella mengangguk. “Tetapi yang menarik adalah karakter utama pria kedua, walau masih belum terkonfirmasi tetapi aku yakin dia adalah karakter utama pria kedua. Namanya adalah Kyrie Wisteria, seorang Duke yang mendapatkan gelarnya ketika berusia sembilan tahun. Ia adalah teman masa kecil Serena yang sudah mencintainya sejak mereka pertama kali bertemu.”


“Kukira kau tidak suka novel bergenre romance?” tanya Terry sambil menaikkan alisnya.


“Memang,  tetapi yang satu ini pengecualian. Aku menyukai intrik yang dilakukan oleh sang Duke demi mendapatkan kembali teman masa kecilnya. Dia sangat licik dan menarik.”


Ella sangat pilih-pilih atas apa yang akan ia baca. Normalnya dia suka membaca novel dengan genre thriller atau action, hanya segelintir novel bergenre romance yang ia suka. Itu artinya, novel yang ia rekomendasikan tadi adalah novel yang sudah lulus seleksinya dan sudah pasti terjamin kualitasnya.


Terry mengangguk-anggukan kepalanya dan membuka ponselnya. “Aku akan mencoba membacanya.”


Setelah itu bel pun berdering dan kelas pun dimulai.

__ADS_1


__ADS_2