
Hari ini merupakan hari yang berat bagi Jenderal Themisree. Pertama, surat dari keluarga imperial datang dan memberitahukan bahwa putrinya, Suiren, menjadi salah satu kandidat Putri Mahkota kekaisaran. Kemudian seakan-akan yang pertama tadi tidak sudah membuat dirinya pusing, Duke Kyrie Wisteria dari wilayah utara kekaisaran datang dan berlagak seolah-olah ia tahu segalanya.
“Semuanya tinggalkan ruangan ini.” Ia memerintahkan semua pelayan untuk meninggalkan ruang tamunya. Karena ia memiliki perasaan bahwa apa yang akan dikatakan putrinya bukanlah sesuatu yang bisa didengar oleh sembarang orang.
Setelah semua orang meninggalkan ruangan, Suiren kemudian mulai bercerita. Ia tidak percaya bahwa ia harus menceritakan rahasianya ini hanya karena Kyrie Wisteria menyuruhnya melakukan hal itu.
“Ada hal yang belum kuceritakan kepada siapapun, Ayah.” Mulainya. “Terkait hari saat aku tenggelam di danau.”
Jenderal Themisree mendengarkan dengan seksama.
“Hari itu aku bukan tergelincir.” Lajutnya. “Aku merasakan seseorang mendorongku dari belakang dan tiba-tiba saja aku sudah berada di dalam danau.”
Cerita putrinya itu membuat bulu kuduknya berdiri.
“Apa kau yakin seseorang mendorongmu? Apakah itu bukan hanya perasaanmu saja?”
“Sejujurnya aku pun berharap kalau itu hanya perasaanku saja, tetapi masih bisa merasakan dorongan di punggungku sampai hari ini.”
Semua mulai tergabung seperti potongan-potongan puzzle kecil dan perlahan-lahan Jenderal Themisree bisa melihat keseluruhan gambar di hadapannya. Mengapa putrinya bisa masuk ke daftar kandidat Putri Mahkota walaupun dirinya bukan keluarga bangsawan dan mengapa Kyrie Wisteria mengatakan bahwa ada alasan lain ketika putrinya masuk ke dalam daftar kandidat Putri Mahkota. Semua menjadi jelas.
Dan ia tidak suka arah dari kejelasan ini.
“Tetapi aku rasa tidak ada hubungannya antara tenggelamnya aku di danau dengan masuknya aku di daftar kandidat Putri Mahkota, Ayah.” Suiren cepat-cepat mencoba meluruskan kesalah pahaman ini. “Kurasa itu hanya akal-akalan Duke Wisteria untuk mendapatkan keinginannya.”
__ADS_1
Walau begitu, sebenarnya Suiren pun tidak mengerti tujuan Kyrie melakukan semua hal tadi.
Jenderal Themsiree tidak mendengar ucapan putrinya barusan. Ia terlalu larut dalam pikirannya.
'Seberapa banyak yang sudah diketahui oleh keluarga imperial?' Pikirnya.
Ia tidak sanggup untuk kehilangan seseorang yang ia cintai dan sayangi kepada keluarga imperial lagi.
“Satu hal yang saya tahu pasti, Jenderal Themisree. Bahwa Keluarga Imperial tidak memasukan Lady Suiren di dalam daftar kandidat Putri Mahkota untuk berkompetisi menjadi Putri Mahkota.” Jenderal Themisree terus terngiang-ngiang dengan perkataan Duke Wisteria tadi. Kalau benar apa yang dikatakan Suiren, itu artinya apa yang dikatakan Duke Wisteria juga benar.
'Sampai mana Duke Wisteria tahu akan hal yang selama ini sudah kututup rapat rapat?' pikrinya.
“-yah?”
Suiren memecah konsentrasinya.
Jenderal Themisree hanya menganggukan kepalanya walau dalam hati ia tahu bahwa tidak ada yang baik-baik saja. Ia kemudian mengelus kepala putri semata wayangnya tersebut.
“Suiren, untuk beberapa waktu kedepan lakukan sesuai dengan apa yang kusuruh. Jangan bertanya apapun.” Mata biru langitnya yang terlihat khawatir menatap mata emas Suiren yang penuh dengan kebingungan.
Jenderal Themisree kemudian bergegas berjalan menuju ruang kerjanya.
Sepertinya, untuk sekarang ini ia harus mengulurkan tangannya kepada bantuan yang diberikan oleh Duke Wisteria.
__ADS_1
***
Suiren Themisree tidak seperti apa yang dibayangkan oleh dirinya. Faktanya, ia sangat berbeda dari apa yang ia dengar. Pertemuan pertamanya dengan Suiren Themisree hari ini menepis rumor itu. Aura dan caranya membawa diri tidak seperti yang dirumorkan.
Setidaknya rumor tentang kecantikannya tidak berbohong.
“Apakah negosiasinya berjalan lancar, Duke?” tanya Harry dari sisi lain kereta kuda. Kyrie belum bisa menjawab pertanyaan itu, tetapi ia yakin Jenderal Themisree tidak akan tinggal diam setelah mengetahui bahwa putrinya tenggelam karena percobaan pembunuhan.
“Ini pertama kalinya kau memberikanku informasi yang tidak akurat, Harry.” Kyrie berkata sambil menatap pelayan pribadinya itu dengan tajam.
Harry mengernyitkan dahinya. “Informasi apa?”
“Suiren Themisree mungkin tidak seperti rumor yang beredar.” Balas Kyrie.
“Maksud anda?”
Kyrie tidak menjawab lebih lanjut karena ia baru bertemu dengannya satu kali. Sebenarnya dua kali, tetapi bertemu ketika Suiren pingsan akibat tenggelam tidak dihitung.
“Aku akan tinggal di Ibukota untuk sementara waktu.” Ujarnya sambal menyilangkan kaki dan menghadap ke arah luar jendela. Ia memiliki rumah singgah di Ibukota, dan jarak antara wilayah timur dengan Ibukota tidaklah jauh. Sebelum menjadi wilayahnya sendiri, Wilayah Timur masuk ke dalam wilayah Ibukota Kekaisaran.
Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari hidungnya.
“Duke Wisteria, hidungmu berdarah!” pekik Harry. Ia terdengar sangat khawatir.
__ADS_1
Kyrie cepat cepat mengambil saputangan dari balik sakunya dan menyeka darah segar yang mengalir dari hidungnya. Ini bukan kali pertama ia mengalami mimisan dan ini juga tidak akan menjadi kali terakhir. Ia harus mulai terbiasa dengan keadaan tubuhnya yang seperti ini mulai dari sekarang.
Karena ini adalah harga yang ia bayar ketika ia memutuskan untuk menyelamatkan orang yang ia cintai.