My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Rahasia sang Duke


__ADS_3

Di dalam kereta dalam perjalanan kembali ke kediaman Themisree, lagi-lagi keheningan menyelimuti kereta. Suiren bermain-main dengan jari dan gaunnya sedangkan Kyrie menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.


Kyrie memiliki karakter yang obsesif terhadap perempuan yang ia cintai. Ia bahkan rela melakukan apapun untuk menjauhkan Serena dari Putra Mahkota Frederick.


Tetapi berdasarkan pengamatan Suiren hari ini, Kyrie Wisteria seperti berubah menjadi orang yang sangat berbeda. Ini membuat Suiren berpikir, apakah benar dunia yang ia tinggali saat ini adalah dunia ******** ‘Serena’?


Kyrie sama sekali belum melakukan apapun terkait dengan masuknya Serena ke dalam daftar kandidat Putri Mahkota. Ia tahu karena beberapa hari belakangan ini, Kyrie menghabiskan waktunya dengan Suiren.


“Apa ada yang ingin kau sampaikan kepadaku, Lady Suiren?” Ujar Kyrie.


Tanpa sadar, sejak tadi Suiren menatap Kyrie dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.


“Sejujurnya banyak, tetapi aku tidak yakin anda akan mendengarkanku.”


Kemudian Kyrie menyilangkan kakinya dan menyenderkan tubuhnya di senderan kursi. “Baiklah, aku akan mendengarkan.”

__ADS_1


“Aku menyukaimu,” Mulai Suiren.


Kyrie terlihat sedikit terkejut.


“Dulu.” Lanjutnya sebelum Kyrie salah paham dengan maksudnya.


“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Kyrie.


Suiren menggeleng. “Tidak. Tetapi aku tahu banyak tentang kau, Duke Wisteria.”


“Kau tahu banyak tentang diriku?” Kyrie menatap Suiren dengan tatapan tak percaya. Pertanyaanya nyaris terdengar seperti ejekan.


“Mungkin kau memang tidak pernah mengetahui apa-apa tentangku.” Kyrie mulai terlihat bosan. Ia pasti berpikir Suiren sedang berbicara omong kosong.


Suiren tersenyum. Ia penasaran dengan reaksi yang akan diberikan oleh laki-laki ini ketika ia membuka rahasia terbesarnya. Rahasia yang ia ketahui dari kehidupan sebelumnya. Tentu, ia mungkin akan dibunuh oleh sang Duke ketika membeberkan pengetahuannya ini, tetapi sejujurnya ia tidak peduli dengan apa yang mungkin terjadi kepadanya. Karena sebenarnya ia seharusnya sudah mati.

__ADS_1


“Selama ini kau hanya menggunakan sihirmu kepada orang-orang yang terluka. Tentu saja mudah bagimu untuk berpura-pura sedang menyembuhkan mereka, padahal yang selama ini kau lakukan hanyalah memanipulasi aliran waktu dalam diri seseorang.” ungkap Suiren. “Keluarga Wisteria bukanlah pengguna sihir penyembuh. Kalian adalah pengguna sihir waktu.”


Kyrie menatap Suiren untuk waktu yang cukup lama sebelum berbicara. “Kau mulai berbicara yang tidak-tidak, Lady Suiren.”


Sejujurnya Suiren kecewa dengan reaksinya. Kalau Suiren tidak tahu kebenarannya ia pasti akan percaya dengan apa yang dikatakan laki-laki di hadapannya ini. Wajah datar tanpa ekspresi yang sempurna. Ia bisa membohongi dewa sekalipun dengan wajahnya ini.


Kemudian, Suiren berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Kyrie. Kereta kuda yang dimiliki Kyrie begitu besar sampai-sampai ketika ia berdiri ia tidak perlu menundukkan tubuhnya.


Kedua tangan mungilnya bergerak kearah leher Kyrie dan kedua mata emasnya menatap kedua mata ungu Kyrie dengan tatapan datar.


Kyrie menatap Suiren dengan tatapan penuh ancaman, tetapi disaat yang bersamaan ia juga terlihat terancam.


Jemari Suiren melingkari leher seorang Kyrie Wisteria. Jari jemarinya terlalu kecil jika dibandingkan lingkar lehernya sehingga ia tidak bisa sepenuhnya memegang leher laki-laki dihadapannya ini dalam genggamannya.


Kyrie menatap Suiren dengan tatapan horror. Ia jelas tidak mengharapkan wanita di hadapannya ini untuk mengetahui titik terlemahnya. Karena tidak ada orang di dunia ini yang mengetahui ketakutan terbesarnya.

__ADS_1


Ingatan mengerikan berhamburan di dalam kepalanya, ingatan tentang masa lalu yang berusaha ia kubur dalam-dalam.


Ingatan ketika ibunya kandungnya sendiri mencoba membunuhnya.


__ADS_2