
“Dengan kata lain, Suiren Themisree memiliki kepribadian yang seperti boneka?” ulang Kyrie.
Harry mengangguk. Ia membenarkan kacamatanya dan membolak-balik kertas berisi informasi mengenai putri semata wayang Jenderal Arnold Themisree.
“Walau sepertinya mengatakannya seperti sebuah boneka terlalu kejam, Duke.” Harry berkata pelan.
“Aku hanya mengatakan fakta.”
Kyrie kemudian beranjak dari duduknya dan menatap kearah luar jendela. “Dalam dua hari.”
Harry menaikkan alisnya. “Maaf, Duke?”
“Dalam dua hari aku harus berada di wilayah timur. Persiapkan segalanya, Harry.”
Harry mengangguk dan kemudian meninggalkan tuannya sendiri di dalam ruang kerjanya.
Kyrie mengangkat telapak tangannya dan menatapnya untuk waktu yang lama. Ia kemudian mengarahkannya kepada sebuah pot kecil yang diatasnya tertanam bunga lavender yang sedang mekar. Kyrie menggunakan sihirnya kepada tanaman lavender itu dan memajukan aliran waktu di dalam tanaman itu. Tanaman lavender yang tadinya terlihat segar dan merekah menjadi layu dan lambat laun menjadi kering kerontang.
‘Sepertinya aku masih bisa menggunakan sihirku.’Gumamnya.
Seseorang mengetuk pintu ruang kerja Kyrie. Harry muncul dari baliknya.
“Duke Wisteria, semuanya sudah si-” Ia berhenti ditengah perkataannya dan kemudian memberikan Kyrie tatapan khawatir. “Duke Wisteria, hidung anda berdarah.”
Kalau Harry tidak memberi tahunya, ia tidak menyadari bahwa darah mengalir dari hidung kirinya. Baru setelah Harry mengatakannya, ia merasakan sesuatu yang hangat mengalir. Ia kemudian merogoh sapu tangan dari dalam sakunya dan mengusap hidungnya.
“Apa anda baik-baik saja, Duke? Sebaiknya anda membatalkan perjalanan anda ke wilayah timur. Anda tidak terlihat sehat.” Harry berkata.
__ADS_1
Kyrie menggeleng. “Tidak. Aku harus pergi sekarang juga.” Setelah itu ia meraih jasnya dan mengenakannya.
Sebelumnya ia tidak pernah seperti ini. Mimisan setelah menggunakan kekuatannya tidak pernah terjadi sebelumnya. Tetapi ia sadar bahwa mungkin ini adalah harga yang harus ia bayar untuk dapat menyelamatkan orang yang ia cintai.
Setelah itu ia berangkat menuju wilayah timur melewati malam dengan bulan purnama yang menyinari jalannya.
*****
Keesokan harinya di Kediaman Themisree...
Ia hampir saja telat.
Walau begitu, ia menyaksikan segalanya dengan sangat jelas. Sesuatu yang tidak mungkin ia saksikan jika ia memutar balikkan waktu.
Ia berdiri di balik pepohonan besar yang mengitari kediaman Themisree. Berjarak tiga puluh langkah kaki di hadapannya, sebuah danau dengan banyak bunga Teratai mengambang terbentang.
Di ketenangan itu, seseorang tiba-tiba muncul di belakang gadis itu. Bagaikan hantu yang keberadaannya tidak dapat dirasakan dan bagaikan angin kencang yang kedatangannya tidak dapat diprediksi. Seseorang itu mengenakan tudung, tetapi Kyrie tahu bahwa ia adalah seorang perempuan.
Hanya ada satu orang di kekaisaran ini yang memiliki kekuatan untuk melakukan teleportasi seperti yang dilakukan wanita bertudung tadi.
Achira Syringa. Kepala keluarga Syringa yang merupakan adik dari permaisuri yang bertahkta saat ini, Permaisuri Eleanor.
Achira Syringa menjadi kepala keluarga Syringa karena saudarinya menjadi Permaisuri dan menjadi pemilik kekuatan sihir ruang. Permaisuri Eleanor hanya bisa mempercayakan pekerjaan ini kepada saudarinya karena saudarinya tidak akan menyalahgunakan informasi yang apabila diberitakan kepada seluruh rakyat kekaisaran akan membuat kegemparan. Dan ia tidak salah memercayakan pekerjaan ini kepadanya.
Dengan sebuah dorongan dari belakang kepada seseorang yang sama sekali tidak mawas dengan keadaan sekitarnya dan sedang dalam keadaan melamun, dorongan itu sudah cukup untuk membuatnya tercebur kedalam danau.
Kyrie tidak bisa tidak mengutuk gadis itu. Ia berdiri sedekat itu dengan danau padahal ia sendiri tidak bisa berenang. Benar-benar bodoh.
__ADS_1
‘Apa dia pikir pengawalnya akan selalu bisa melindungi dirinya? Bodoh sekali.’
Sosok yang mendorong gadis itu kemudian menghilang secepat ia tiba. Meninggalkan sang gadis berambut perak tenggelam di danau.
Kyrie bergegas menuju danau. Disaat ia sudah tiba di dermaga, sang gadis sudah tenggelam menuju dasar danau. Kemudian menyeburkan dirinya ke dalam danau. Ia berenang menuju sang gadis yang sudah kehilangan kesadarannya. Rambut peraknya mengambang disekitarnya dengan sangat cantik, hampir seperti tentakel ubur-ubur.
Sang gadis terlihat seperti sedang tertidur. Ia terlihat jauh lebih cantik daripada foto yang diberikan oleh Harry kepadanya. Foto itu seakan-akan menutupi kecantikan alami yang dimiliki oleh sang gadis. Kecantikan yang hanya bisa terlihat apabila melihat orang aslinya.
Tangannya meraih pinggang sang gadis dan perlahan menariknya bersamanya ke permukaan danau. Ketika sampai di permukaan danau, Kyrie membaringkan tubuh sang gadis di samping danau, jauh dari dermaga. Ia kemudian menggoyangkan tubuh sang gadis untuk melihatreaksinya, tetapi tidak ada reaksi yang ia terima.
Kyrie mendekatkan telinganya ke dada sang gadis untuk mencari detak jantung.
‘Masih ada detak jantung!’
Ia kemudian melanjutkan dengan memberikan pertolongan pertama kepada sang gadis. Ketika ia memberi tekanan pada dada sang gadis, air keluar dari mulutnya.
Tetapi sang gadis tetap tidak memberikan respon apapun. Air yang keluar dari mulutnya hanya keluar karena Kyrie memberi tekanan pada dadanya.
Kyrie kemudian mendekatkan bibirnya kearah bibir sang gadis dan memberikan nafas buatan. Setelah itu ia lanjut memberi tekanan pada dada sang gadis. Ia terus mengulang-ulang prosedur itu sampai akhirnya sang gadis terbatuk dan mengeluarkan air dari mulutnya.
‘Sepertinya sudah aman.’
Setelah Kyrie yakin bahwa gadis yang tak sadarkan diri dihadapannya ini sudah baik-baik saja, ia kemudian meninggalkan gadis itu.
Ia berjalan menuju pepohonan besar yang mengelilingi danau dan kemudian berjalan menuju pagar yang membatasi kediaman Themisree dengan jalanan di luar.
Di luar kediaman Themisree, Kereta Kuda miliknya sudah terparkir. Harry berada di luar kereta kuda dan menatapnya dengan tatapan bingung.
__ADS_1
“Jangan bertanya apapun, Harry. Siapkan saja baju gantiku.” Kyrie berkata sebelum Harry sempat mengatakan apapun.