My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Masa depan pt. 3


__ADS_3

“Duke Wisteria, aku sudah mengumpulkan informasi yang anda minta.” Harry muncul dari balik pintu dengan membawa tumpukan kertas.


Kyrie memberi gestur kepada Harry untuk masuk ke ruangannya.


“Apakah anda benar-benar tidak akan pergi ke istana imperial untuk melepas kepergian Putra Mahkota ke medan perang?” tanyanya.


Kyrie mengernyitkan dahinya kearah Harry. Mengisyaratkannya untuk tidak banyak bicara dan langsung menjelaskan hasil risetnya kepadanya. Ia tidak habis pikir mengapa ia harus peduli dengan bocah itu, dia bukan siapa-siapanya.


Harry berdeham dan kemudian membuka lembaran pertama kertas yang dipegangnya.


“Pelayan Lady Silvya Themisree mangatakan bahwa sang Lady memiliki penyakit di dalam rahimnya yang mengakibatkannya tidak bisa mengandung alias mandul. Selain itu, saya juga menemukan fakta bahwa sebelum Meredith Themisree dinyatakan menghilang, ia menyerahkan surat pengunduran diri kepada mendiang Kaisar Thaddeus. Kemudian sembilan bulan kemudian, seseorang melihat dirinya memasuki istana imperial tetapi semenjak itu ia tidak pernah lagi terlihat.”


Kyrie menganggukan kepalanya. “Sembilan bulan… itu waktu yang sangat spesifik.”


“Saya menyimpulkan bahwa apa yang dikatakan Jenderal Themisree bukan suatu kebohongan. Mengingat bahwa mendiang Lady Suiren Themisree ternyata memiliki warna mata yang sama dengan warna mata mendiang Kaisar Thaddeus.”


Kyrie tertawa. Ia tidak habis pikir sudah berapa banyak orang yang sudah dikorbankan oleh Eleanor Helianthus untuknya bisa mendapatkan posisinya seperti saat ini? Thaddeus Helianthus, Frederick Helianthus, Serena Tagates, Suiren Themisree, Theophael Helianthus dan masih banyak lagi.


Semua orang itu ia singkirkan hanya karena mereka menjadi penghalang baginya untuk menguasai takhta.

__ADS_1


"Apakah ada kabar apapun mengenai Jenderal Themisree?" tanya Kyrie.


"Jenderal Themisree meninggal di medan perang, Duke. Pemberontakan di Tahlia benar-benar sudah mencapai puncaknya." jawab Harry.


Kyrie mendengus. "Jadi, Permaisuri Eleanor mengirimkan Putra Mahkota Theophael ke medan perang hanya untuk mati. Bocah itu tidak akan bertahan lebih dari satu minggu. Dengan kepergian Jenderal Themisree, seluruh pertahanan Kekaisaran tidak akan bertahan lebih dari satu minggu."


"Tahlia akan mendapatkan kemerdekaannya kembali." ujar Kyrie sambil menghela napas.


Kyrie berdiri dari kursinya dan menatap keluar jendela. Hujan membasahi kediaman Wisteria mengingatkannya kepada hari dimana ia menangisi nisan Serena.


“Aku baru mendapatkan ide brilian, Harry.” Ia memutar lehernya dan menyeringai lebar.


*****


Masa Sekarang...


Angin berhembus melewati Suiren, menerbangkan helaian rambutnya yang kini sudah jauh lebih kering daripada sebelumnya.


"Terserah kalau kau tidak percaya dengan perkataanku." Suiren berkata.

__ADS_1


Ia dan Kyrie saling bertatapan.


"Aku memberikanmu kesempatan terakhir untuk berkata jujur." Ujarnya sembari melemaskan genggamannya. Saat ini tangannya dan tangan Suiren berpegangan satu sama lain.


“Kau tidak akan menjatuhkanku, Duke Wisteria.” Ucap Suiren. “Tidak setelah kau sudah menyelamatkanku dua kali. Aku yakin kau membutuhkanku lebih dari aku membutuhkanmu. Itu sebabnya kau menyelamatkanku terus menerus.”


Kyrie tidak merespon. Entah berapa lama ia sudah memegang tangan Suiren untuk mencegahnya jatuh ke dalam laut, saat ini tangannya terasa sangat pegal. Niatnya memang hanya untuk menakut-nakutinya. Dan sepertinya itu tidak berhasil.


Kemudian Kyrie menarik tubuh Suiren dan menjatuhkannya ke dermaga. Ia bisa melihat bekas cengkeramannya di pergelangan tangan tunangannya.


“Bagaimana kalau kita bertukar informasi?” usulnya. Mengetahui bahwa ia dan gadis dihadapannya ini tidak akan sampai kepada titik terang jika keduanya terus berperilaku seperti ini.


“Kau boleh menanyakan segalanya kepadaku, dan aku akan menjawabnya dengan jujur. Begitu juga dengan sebaliknya.” Ia melanjutkan sambil duduk di samping Suiren.


“Aku menghargai tawaranmu, Duke Kyrie. Tetapi setidaknya biarkan aku berganti pakaian. Achoo!” Suiren bersin ditengah-tengah ucapannya.


Kyrie tersenyum dan kemudian berdiri. Ia mengulurkan tangannya kearah Suiren dan Suiren menerima uluran tangannya.


“Aku punya perasaan kalau kita akan menjadi teman baik setelah ini, Lady Suiren.” Kyrie dengan senyum menyebalkannya berkata. Ia berhasil membuat bulu kuduk Suiren berdiri.

__ADS_1


“Kuharap itu hanya perasaanmu saja, Duke Wisteria. Karena aku pribadi tidak ingin berteman dengan orang sepertimu.”


__ADS_2