My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Semua berakhir dengan baik


__ADS_3

Di situasi normal sangat tidak mungkin pertahanan pasukan Kekaisaran dapat ditembus dengan mudah oleh pasukan lawan. Sekalipun itu pasukan dari Kerajaan Ginryuu.


Pasukan Kekaisaran mungkin telah sengaja membiarkan pasukan Kerajaan Ginryuu untuk lewat. Hanya itu yang mereka bisa lakukan untuk membantu pasukan Kerajaan Ginryuu mencapai tujuan mereka sekaligus memberantas sindikat perdagangan manusia yang juga telah membuat rakyat kekaisaran merasa dirugikan.


Kalau mereka tidak bisa secara langsung melawan keluarga imperial dan antek-anteknya yang melindungi keberadaan sindikat perdagangan manusia, setidaknya mereka bisa mendukung Kerajaan Ginryuu secara diam-diam.


Jenderal Themisree juga tidak mengatakan apapun karena saat ini ia juga memiliki kepentingan sendiri yaitu untuk menyelamatkan putri semata wayangnya.


“Jenderal, pasukan Kerajaan Ginryuu telah berhasil meringkus sindikat perdagangan dan menyelamatkan korban-korban.” Salah satu anggota pasukan Kekaisaran mengabarkan kepada Jenderal Themisree.


Jenderal Themisree tidak bisa langsung merasa lega sampai ia melihat putrinya kembali dengan selamat. Dan Kyrie Wisteria tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan kembali.


Pada saat itu, ia melihat sesosok laki-laki berambut hitam dengan sepasang mata merah keluar dari dalam tambang emas. Jenderal Themisree pernah melihat laki-laki itu ketika ia mendampingin Kaisar Thaddeus dalam kunjungannya ke Kerajaan Ginryuu sekitar dua tahun lalu. Laki-laki itu adalah pangeran ketiga Kerajaan Ginryuu.


Ia pernah mendengar rumor tentang sang pangeran. Bagaimana ia memiliki kemampuan untuk menjadi seorang raja tetapi terhalang karena waktu kelahirannya.


‘Apa yang dilakukan pangeran ketiga di dalam tambang emas?’


Sang pangeran terlihat sedang mencari-cari sesuatu. Kemudian matanya saling bertukar pandang dengan Jenderal Themisree untuk waktu yang cukup lama. Sampai akhirnya Jenderal Themisree dikagetkan dengan suara familiar yang ia tunggu-tunggu sejak tadi.


“Ayah!”


Menoleh kearah datangnya suara, dua orang yang telah ia tunggu sejak tadi akhirnya telah kembali.


Suiren berlari menuju Ayahnya dengan tubuh yang basah kuyub. Selain daripada itu, terlihat baik-baik saja.


Jenderal Themisree memeluk putri semata wayangnya itu kedalam dekapannya. Di dalam hatinya ia mengucap syukur kepada para dewa karena telah mengembalikkan putrinya itu dengan selamat.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya sang Jenderal.


Suiren tertawa sambil mengangguk. “Sepertinya akhir-akhir ini aku banyak mendengar pertanyaan itu keluar dari mulutmu, Ayah.”


Kyrie berdiri dibelakang Suiren dan menganggukan kepala kepada sang Jenderal yang dibalas pula dengan anggukan.


“Sebaiknya kau berganti pakaian terlebih dahulu, Suiren. Setelah itu, datanglah ke tendaku. Ada yang perlu kubicarakan.” Ujar sang Jenderal dengan wajah lembut.


Suiren mengangguk. Tetapi sebelum ia meninggalkan Ayahnya untuk berganti pakaian sesosok mata familiar menangkap pandangannya.


Kaen sedang tersenyum dari samping pintu masuk tambang Kekaisaran kepada Suiren. Ia memberikan jari jempol kepada Suiren.


‘Kalau begitu, rencana ini berakhir dengan baik.’ Suiren menyimpulkan.


Ia kemudian membungkukkan kepalanya memberi hormat kepada sang Pangeran. Setelah itu ia melambaikan tangannya yang dibalas juga oleh sang pangeran.

__ADS_1


“Apakah kau mengenalnya, Suiren?” tanya Sang Jenderal penuh rasa ingin tahu.


Suiren mengangguk. “Aku bertemu dengannya di dalam tambang. Ia sedang dalam misi penyusupan menjadi salah satu korban sindikat perdagangan manusia.”


Tiba-tiba Suiren teringat akan pertaruhannya dengan Kaen.


“Ayah, aku harus menemui Pangeran Kaen. Ada sesuatu yang harus kukatakan kepadanya.” Suiren berkata dan kemudian berlari menuju Pangeran Kaen.


Suiren berlari dengan tubuhnya yang masih basah kuyub.


“Pangeran Kaen!” panggil Suiren.


Kaen menoleh dan menatap Suiren dengan wajah kesal. “Kukira kita teman dekat, Suiren.”


“Ah, maaf. Tetapi kupikir akan aneh kalau orang-orang mendengarku memanggilmu tanpa gelar. Mereka akan menganggapku tidak sopan.” Balas Suiren


“Aku sudah mengizinkanmu memanggilku tanpa gelar, opini orang lain tidaklah penting.”


Suiren hanya tertawa. “Sepertinya semua berjalan dengan lancar.”


Kaen mengangguk. “Kazuma sedang mengurus sindikat perdagangan manusia dan meringkus pemimpinnya.”


“Kalau begitu, kita bisa simpulkan bahwa rencanaku adalah rencana yang baik, bukan?”


“Kalau begitu kau berhutang satu permintaan kepadaku, Kaen. Tetapi kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan memintanya sekarang.”


“Janji adalah janji. Temui aku kapanpun untuk menagih permintaanmu.” Kaen kemudian mengulurkan tangannya kepada Suiren dan menjabat tangan Suiren.


Setelah itu Suiren membalikkan tubuhnya untuk kembali ke tempat Jenderal Themisree dan Kyrie sedang berbincang satu sama lain.


Tetapi, Kaen menarik lengan Suiren dan menghentikannya.


“Kau tidak mengatakan bahwa kau memiliki tunangan.” Tanyanya dengan nada pelan. Wajahnya terlihat sedikit kecewa.


“Aaahh…hahaha, sepertinya kau sudah bertemu dengan Duke Wisteria.” Suiren tertawa canggung. Ia benar-benar lupa akan masalah itu.


“Mengapa kau mengatakan bahwa ia datang untuk membunuhku, Suiren?” tanyanya lagi. Kaen menjalin jemarinya ke dalam jemari Suiren.


Suiren berusaha mencari alasan dengan memutar otak tetapi tidak ada alasan yang tepat muncul di kepalanya.


Tiba-tiba, Suiren merasakan sesuatu menggigit telinganya.


“Apa yang kau lakukan, Suiren. Membiarkan seorang laki-laki menyentuhmu seperti itu padahal kau sudah memiliki tunangan.” Bisik Kyrie di telinga Suiren. Rupanya yang menggigit telinganya adalah Kyrie. Nafas hangat Kyrie mengenai telinga Suiren.

__ADS_1


Refleks, Suiren langsung melayangkan tangannya kearah wajah Kyrie tetapi Kyrie dengan cepat menghentikan layangan tangannya.


“D-Duke Wisteria! Kau pikir kau sedang apa?!” Pekik Suiren dengan wajah merah dan panas.


“Aku yang seharusnya bertanya kepadamu, Suiren.” mata Kyrie melirik kearah tangan Suiren.


Suiren cepat-cepat melepaskan genggaman tangan Kaen.


“Ka-kalian pasti sudah bertemu sebelumnya. Duke Wisteria ini Pangeran Kaen, dan pangeran Kaen ini Duke Wisteria.” Suiren saling mengenalkan kedua laki-laki dihadapannya ini.


Mereka hanya bertatapan satu sama lain tanpa mengatakan apapun.


“Ja-jadi, aku memberi tahu Pangeran Kaen bahwa kau mungkin akan membunuhnya karena kupikir kau akan mengira Pangeran Kaen sebagai bagian dari sindikat perdagangan manusia.” Suiren baru saja menemukan alasan yang cocok untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang telah ia buat.


Walau sebenarnya masih menjadi misteri juga kenapa Kyrie tidak ingin membunuh Pangeran Kaen, padahal di alur novel sebenarnya Kyrie datang ke tambang emas untuk membunuh Pangeran Kaen atas permintaan Permaisuri Eleanor.


“Kalau begitu, saya permisi dulu Pangeran Kaen.” Ujar Suiren sembari mendorong Kyrie menjauh dari Kaen.


“Apa kau mau mandi bersamaku, Suiren?” ucap Kyrie dengan keras. Cukup keras untuk sampai ke telinga Kaen.


“DUKE WISTERIA, APA YANG SALAH DENGAN DIRIMU?!” Suiren menaruh tangannya di mulut Kyrie untuk mencegahnya mengeluarkan hal-hal yang dapat membuat orang salah paham. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan laki-laki ini.


*****


“Yang Mulia, Lady Suiren telah kembali bersama dengan tunangannya, Duke Wisteria.” Claudia mengabarkan kepada Frederick. Frederick baru saja berbincang dengan Jenderal Kerajaan Ginryuu mengenai jurisdiksi dari permasalahan sindikat perdagangan manusia ini.


Pembicaraannya dengan Jenderal Kazuma Enkai tidak berjalan dengan baik. Kerajaan Ginryuu bersikeras untuk mengambil alih penanganan sindikat perdagangan manusia dengan alasan bahwa korban yang berasal dari Kerajaan Ginryuu sudah sangat banyak. Mereka mengasumsikan bahwa sikap diam Kekaisaran adalah suatu perbuatan melindungi Sindikat Perdagangan secara tidak langsung.


Sekarang ada dua masalah dihadapan Frederick. Pertama adalah masalah sindikat perdagangan dan yang kedua adalah bagaimana ia akan menjelaskan ini semua kepada Ayah dan Ibunya.


“Apakah Lady Suiren baik-baik saja?” tanya Frederick.


Claudia mengangguk.


Frederick menghela napas panjang.


“Apakah kau baik-baik saja, Yang Mulia?” tanya Claudia. Wajahnya terlihat sedikit khawatir.


“Ada banyak hal yang ingin kutanyakan kepada Lady Suiren. Apakah kau bisa menjadwalkan audensiku dengannya segera setelah kita kembali ke Ibukota?” tanya Frederick.


“Tentu saja, Yang Mulia.”


Setelah itu Claudia menghilang dari pandangan Frederick. Meninggalkan Frederick dengan pikiran kalutnya.

__ADS_1


__ADS_2