My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Pembicaraan satu arah


__ADS_3

“Naiklah.” Kyrie Wisteria muncul di depan Parlor Nightingale seolah-olah itu bukan hal yang besar. Ia mengenakan pakaian resmi lengkap dan bros emas berornament batu amethyst yang senada dengan warna kedua matanya. Sangat disayangkan laki-laki setampan ini menjadi karakter laki-laki utama kedua dan tidak mendapatkan akhir bahagianya.


Kedatangannya membuat dirinya menjadi pusat perhatian. Orang-orang menatap kearah mereka berdua sambil berbisik-bisik.


Untung saja Serena sudah pulang lebih dulu kalau tidak situasi akan lebih canggung dari saat ini.


Tanpa basa-basi, Suiren menaiki kereta kuda yang sangat besar itu dan duduk di menghadap kusir. Kyrie kemudian naik dan duduk diseberangnya.


“Kita mau kemana?” tanya Suiren ketika keretanya berjalan.


“Istana Imperial.” Jawabnya singkat.


Suiren tidak bisa tidak merasa gugup. Ini akan jadi kali pertamanya menginjakkan kaki di Istana Imperial.


Setelah itu keheningan menyelimuti kereta. Suiren hanya bisa mendengar bunyi kereta yang berderik ketika melewati jalan yang tidak mulus.


‘Canggung sekali,’ Pikirnya.


“Saya ingin berterimakasih atas tadi malam.” Suiren memulai. "dan juga waktu anda menyelamatkan saya di danau."

__ADS_1


“Tentu saja.” Kyrie berkata dengan senyum di wajahnya. Setelah itu Ia kembali melihat kearah jendela dan tampak seperti sedang larut dalam pikirannya sendiri.


“Jadi, apa yang akan kita lakukan di Istana Imperial?”


Kali ini tanpa menoleh, Kyrie menjawab pertanyaan Suiren. “Aku menerima surat panggilan dari Keluarga Imperial. Terkait dengan pertunangan kita. Sepertinya mereka menginginkan penjelasan.”


Suiren hanya mengangguk-angguk. “Jadi, apa yang harus saya lakukan?”


“Tidak ada. Kau hanya perlu diam dan menyetujui semua perkataanku.” Jawabnya.


Di dalam hati Suiren merasa kesal. Semua orang memutuskan suatu hal tanpa persetujuannya dan tidak ada satu pun diantara mereka yang membiarkannya terlibat dalam pengambilan keputusan. Padahal ini adalah kehidupannya dan ia berhak memiliki suara atas pilihannya.


“Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kutanyakan, Duke Wisteria.”


“Hmm?” gumam Kyrie.


“Mengapa anda ada di sekitar danau ketika aku tenggelam? Anda tidak sedang memiliki kunjungan resmi ke kediaman Themisree hari itu.”


“Kebetulan aku ada disana.”

__ADS_1


Jawabannya sama sekali tidak menjawab pertanyaan Suiren.


“Bagaimana kau bisa masuk dan melewati penjagaan ketat kediaman Themisree?”


“Kau sebut itu sebagai penjagaan ketat?” balasnya. “Seseorang berhasil masuk tanpa izin ke kediamanmu dan mendorongmu ke danau, dan kau sebut itu sebagai penjagaan ketat?” Kyrie berkata sambil setengah tertawa.


“itu artinya anda ada disana ketika seseorang mendorongku?” Suiren mulai merasa ada hal ganjil yang berusaha ditutupi laki-laki dihadapannya ini.


“Duke Wisteria, kuharap anda tidak akan merasa tersinggung kalau saya mengatakan bahwa mungkin anda


yang mendorongku kearah danau.”


Tiba-tiba kereta berhenti. Pemandangan di luar menunjukkan kemegahan istana Imperial.


“Sayang sekali, kita sudah sampai Lady Suiren.” Kyrie dengan seulas senyum khasnya yang menyebalkan. Menyebalkan tetapi tetap tampan. "Kau harus menyimpan pertanyaan-pertanyaanmu tadi."


Setelah itu ia turun lebih dulu daripada Suiren dan mengulurkan tangannya untuk membantu Suiren turun. Ketika menuruni tangga kereta, Kyrie mendekatkan bibirnya ke telinga Suiren dan berbisik, “Bersikaplah yang baik, Lady Suiren. Kalau kau tidak mau sandiwara kita terbongkar.”


Kontras dengan nafas hangat yang menyentuh telinganya, ia merasa dingin sampai ke tulang sampai-sampai bulu kuduknya berdiri.

__ADS_1


__ADS_2