
“Hentikan…” Kyrie berbisik di bawah napasnya. Ia masih menatap Suiren dengan tatapan Horror. Jari
jemarinya bergetar karena takut dan amarah.
Tentu saja ia marah. Bagaimana bisa gadis dihadapannya ini mengetahui kelemahannya. Kelemahan yang
tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu.
Suiren mengencangkan tekanan di jemarinya. Walau tentunya cekikannya tidak akan membuat Kyrie mati, tetapi itu cukup untuk membuatnya gemetar karena takut. Walau ia sebenarnya merasa bersalah karena menggunakan trauma seseorang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, tetapi untuk melawan seorang Kyrie Wisteria, tidak ada hal yang bisa ia lakukan selain mengancamnya dengan kelemahannya sendiri.
Ia mengingat bagaimana di dalam novel ‘Serena’, sang penulis menggambarkan masa lalu kelam Kyrie
dengan sangat tragis. Ketika masa lalu Kyrie diceritakan di dalam novel, seluruh pembaca yang merasa kesal dengan tingkah Kyrie yang obsesif terhadap Serena menjadi kasihan kepadanya.
“K-Kau benar.” Akhirnya Kyrie menyerah.
Akhirnya setelah itu, Suiren melepaskan cengkeramannya dan kembali duduk di posisinya. “Sudah kubilang, kan? Aku mengenalmu.”
Kyrie terduduk lemas dan berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
“Kau gila.” Akhirnya Kyrie berkata setelah berhasil mengatur napasnya kembali.“Memeras seseorang dengan trauma mereka.”
“Aku tidak akan melakukan itu kalau kau tidak menyangkal.” Suiren menjawab sembari menoleh kearah jendela.
“Bagaimana kau bisa tahu?”
Suiren hanya membalas pertanyaan Kyrie dengan senyuman.
Bersamaan dengan itu, kereta kuda berhenti tepat didepan kediaman Themisree.
“Oh, sayang sekali kita sudah sampai, Duke Wisteria.” Suiren mengedipkan mata kirinya dan kemudian keluar dari kereta. Setelah itu ia berjalan masuk ke dalam kediaman tanpa menoleh kebelakang sekalipun.
Tiba-tiba, Ia merasakan Kyrie menarik pergelangan tangannya.
“Tentang rahasia Keluarga Wisteria atau tentang traumamu?” Suiren bertanya dengan nada candaan.
Kyrie menatap Suiren dengan tatapan tak percaya. Ia tahu gadis didepannya sedang bermain-main dengannya, tetapi ia tidak bisa mengatakan apapun.
Seumur hidup ia telah menutup rahasia tentang kemampuan sihirnya agar ia tidak menjadi alat bagi Keluarga Imperial. Ia tidak bisa membiarkan siapapun tahu tentang hal ini. Bahkan jika perlu, ia akan membunuh siapapun yang mengetahui rahasia ini. Tetapi ia tidak bisa membunuh Suiren, karena ia membutuhkannya.
__ADS_1
“Kenapa aku harus memberi tahu orang lain tentang kelemahanmu?” Suiren berkata sembari tertawa kecil. “Ini akan menjadi rahasia kecil diantara kita.”
Kyrie tidak melepaskan cengkeraman tangannya dari pergelangan tangan Suiren, ia malah mengencangkannya. Kedua matanya menatap Suiren dengan tatapan aneh, seolah-olah ia sedang menimbang-nimbang sesuatu.
“Tsk!” decaknya.
“Bukan aku yang mendorongmu.” ujarnya setengah berbisik.
“Ha?” Suiren sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan laki-laki di hadapannya ini.
Suiren diam dan mendengarkan.
“Yang mencoba membunuhmu bukan aku.” Kyrie kemudian melemaskan cengkeramannya.
Suiren menunggu Kyrie melanjutkan perkataannya. “Lalu?”
“Setelah kau mengetahui kebenarannya, kau tidak akan bisa mundur.” Ujar Kyrie dengan tatapan serius.
“Apa yang membuatmu berpikir bahwa setelah mendengar siapa yang mencoba membunuhku aku akan mundur?” Balas Suiren. Ia sudah lelah dengan semua hal ini, ia hanya ingin tahu mengapa tiba-tiba kehidupannya berputar 180 derajat seperti ini. lelah dengan orang-orang yang memutuskan sesuatu tentangnya tanpa melibatkannya.
__ADS_1
Setelah keheningan selama lima detik, Kyrie membuka mulut dan mengutarakan sesuatu yang benar-benar berada di luar ekspektasi Suiren.
“Permaisuri Eleanor Helianthus,” ujarnya dengan ekspresi serius. “adalah orang yang mencoba membunuhmu.”