My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Kunjungan yang tidak disangka


__ADS_3

Segera setelah Ethel selesai merias dirinya, Suiren berlari secepat kuda menuju ruang tamu kediaman Themisree. Yang menantinya disana adalah sosok yang sudah hampir satu bulan lamanya tidak ia temui. Hatinya bergejolak bagaikan deburan ombak ketika ia berlari menuju ruang tamu.


BRAKK!!!


"Ayah!" teriaknya dengan wajah berseri.


Sedang menatap ke luar jendela adalah Jenderal Themisree. Ia terlihat masih sama seperti terakhir kali Suiren bertemu dengannya. Hari ini, Jenderal Themisree mengenakan seragam lengkapnya yang berwarna hitam dengan insignia yang dikaitkan di atasannya.


Suiren memeluk Ayahnya dengan erat. Ketika ia melakukan itu, perasaan hangat familiar muncul di dadanya. "Aku sangat merindukanmu!"


"Apakah kau baik-baik saja?" Jenderal Themisree membalas pelukan Suiren dan kemudian mengecup kepala Suiren dengan lembut.


Suiren mengangguk, tetapi ia menolak untuk melepaskan pelukannya dari Ayahnya. Ia menggelandoti Ayahnya layaknya seorang anak berusia lima tahun yang sudah lama tidak bertemu dengan Ayahnya.


"Kenapa tiba-tiba sekali, Ayah? Kau bahkan tidak mengirimiku surat sama sekali." Suiren cemberut sambil menatap Ayahnya. Ia merasa seakan-akan Ayahnya melupakan segala tentang dirinya.


"Banyak hal yang harus kuselesaikan terkait dengan insiden di tambang emas Kekaisaran, dan itu cukup memakan waktuku. Jadi, setelah semuanya selesai aku memutuskan untuk mengunjungimu."


Suiren kemudian duduk di sofa yang tersedia di dalam ruang tunggu, sementara sang Jenderal duduk di sampingnya.


"Apakah Kaisar dan Permaisuri memarahimu Ayah?" tanya Suiren. Wajahnya terlihat khawatir.


"Tidak. Walau tidak bisa kukatakan bahwa mereka tidak murka sama sekali, terlebih lagi Permaisuri Eleanor. Tetapi, Putra Mahkota cukup membantu dalam mempertahankan argumen Ayah. Selain itu, sindikat perdagangan manusia adalah sebuah bom waktu, cepat atau lambat seseorang harus menghentikan praktik menyedihkan itu. Insiden dengan Kekaisaran Ginryuu kebetulan menjadi pemicunya."


"Keluarga Imperial beruntung mereka sama sekali tidak ikut campur di dalam sindikat perdagangan manusia, sehingga mudah bagi mereka untuk lepas tangan atas penangkapan ketua sindikat." lanjut sang Jenderal. "Penanganan insiden itu diserahkan sepenuhnya kepada Kerajaan Ginryuu."


Suiren menganggukkan kepalanya dan kemudian tersenyum lega. "Kurasa semua berakhir dengan baik."


"Cukup tentangku dan insiden sindikat perdagangan manusia, ceritakan tentang kehidupanmu disini."

__ADS_1


Setelah itu, ditemani teh dan kue-kue kering, Suiren menceritakan hal-hal apa saja yang sudah terjadi kepadanya selama ia tinggal di Kediaman Wisteria. Kejadian dengan sang Duchess, pertemuan dengan Tia dan pembunuhan berantai yang melibatkan teman yang baru ia kenal secara singkat itu. Suiren sengaja tidak menceritakan kemajuan hubungannya dengan Kyrie, karena ia merasa canggung untuk menceritakan hal itu. Tetapi Ayahnya juga tidak bertanya lebih lanjut mengenai hal itu.


Setelah mendengarkan cerita Suiren, Jenderal Themisree hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Ayah mengira kau tidak akan betah tinggal disini, tetapi sepertinya itu bukan suatu masalah."


Suiren hanya tertawa mendengar Ayahnya itu.


"Ah, dengan siapa Ayah kesini?" tanya Suiren sembari menyeruput teh di cangkirnya.


"Gilbert pergi bersamaku, tetapi ia memutuskan untuk menunggu di luar."


Suiren terlonjak dari duduknya dan kemudian menatap Ayahnya dengan cemberut di wajahnya. "Kenapa Ayah tidak mengatakannya dari tadi?"


Setelah itu ia langsung bergegas pergi dari ruang tamu untuk menemui Gilbert.


Sergei hampir memberi tahu Gilbert tentang kedatangan Suiren tetapi Suiren meletakkan jarinya di depan bibirnya untuk mengisyaratkan agar Sergei diam dan pura-pura tidak tahu.


Setelah Suiren sudah berdiri cukup dekat dengan Gilbert, ia menggelitik pinggang Gilbert.


"AAAAA!!!" Gilbert berteriak karena terkejut.


"Gilbert!"


segera setelah mendengar suara Suiren, Gilbert memutar tubuhnya dan menghadapi Suiren. "Lady Suiren anda mengagetkanku!"


"Kau yang tidak peka dengan keadaan sekitarmu, Gilbert."


Gilbert menatap Suiren dengan wajah kesal tetapi setelah itu ia hanya menghela napas panjang atas perilaku jahil gadis dihadapannya ini.

__ADS_1


"Anda sepertinya baik-baik saja." ucap Gilbert sembari memberi Suiren senyuman hangatnya.


Selain merindukan Ayahnya, harus ia akui, ia sangat merindukan Gilbert. Sosok yang sudah menjadi seperti kakak sendiri baginya. Sosok yang sellau menatapnya dengan hangat dan selalu berada disisinya terlepas seberapa buruk ia melakukan tugasnya, ia telah menjadi teman sekaligus saudara bagi Suiren.


"Kenapa semua orang menganggap bahwa aku akan tidak baik-baik saja disini?" Suiren cemberut.


"Yah... itu karena sang Duke punya reputasi yang-"


"Reputasi yang seperti apa, Kapten Trancy?"


Tiba-tiba dari belakang Suiren, Kyrie muncul dengan senyum sarkastiknya. Disampingnya, Jenderal Themisree berjalan mengikutinya. Ia menatap Gilbert sembari tersenyum, walau Suiren seratus persen yakin ia sedang menahan emosinya.


"Reputasi yang buruk, Duke Wisteria. Anda pasti setidaknya telah mendengar hal itu sekali atau dua kali bukan?" Balas Gilbert dengan senyuman diwajahnya.


Ketika keduanya berhadapan, mereka terlihat seperti sosok macan kumbang dan harimau yang seolah-olah sedang mempertahankan daerah kekuasaan mereka.


"Sepertinya Suiren belum menceritakan betapa aku telah menjaganya dengan sangat baik disini. Aku bahkan membantunya membersihkan tubuh-"


Kyrie tidak sempat menyelesaikan perkataannya karena Suiren telah dengan sigap menutup mulutnya untuk mencegahnya mengatakan hal-hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman.


"AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!" Suiren berteriak dan membuat semua orang yang ada disekitarnya kaget. "Waktunya makan siang!!! Ayo kita makan siang bersama!!!" Lanjut Suiren mencoba mengalihkan perhatian orang-orang.


Gilbert dan Jenderal Themisree hanya saling bertatapan satu sama lain, keduanya terlihat sama bingungnya.


Kemudian Suiren mendorong Ayahnya dan menarik lengan Gilbert untuk mengikutinya. "Kalian harus mencoba hidangan penutup yang dibuat oleh koki keluarga Wisteria, rasanya benar-benar tidak manusiawi!"


Suiren menoleh kearah belakang dan menembakkan tatapan tajam dan amarah kepada Kyrie. Ia kemudian mengeja sesuatu dengan mulutnya. "Kau. Punya. Permintaan. Sebelum. Kau. Mati?"


Kyrie menatap Suiren sembari tersenyum bodoh. Ia kemudian mengikuti Suiren dari belakang dan mereka menghabiskan sisa waktu untuk makan siang dan bercengkerama.

__ADS_1


__ADS_2