My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Pertemuan Kyrie dan Kaen


__ADS_3

Kyrie memasuki tambang emas melalui jalan rahasia yang diberitahukan oleh Permaisuri Eleanor ketika ia menerima perintah untuk membunuh pangeran Kerajaan Ginryuu yang menyusup di dalam sindikat perdagangan manusia. Entah bagaimana caranya sang Permaisuri tahu mengenai informasi rahasia kerajaan Ginryuu.


Ia menyusuri terowongan gelap dengan cepat. Langkahnya tidak menimbulkan bunyi sama sekali. Satu-satunya bunyi yang terdengar hanyalah bunyi kehampaan terowongan.


Ini mungkin kali keduanya mencoba menyelamatkan Suiren. Keduanya tidak ia lakukan karena ia memiliki kekhawatiran terhadap gadis itu, keduanya ia lakukan karena gadis itu memiliki peran penting didalam rencananya.


Diujung terowongan ia berbelok ke kiri mengikuti liku tambang emas.


Sejujurnya ia tidak yakin apakah ia akan menemukan Suiren tepat waktu. Karena setelah pasukan Kerajaan Ginryuu menyerbu melewati perbatasan, pastinya sindikat perdagangan manusia sudah mengantisipasi masuknya pasukan Kerajaan Ginryuu kedalam tambang dan memindahkan korban perdagangan manusia ke tempat yang lebih aman. Tetapi ia tidak bisa diam saja dan menunggu.


Ia membutuhkan Suiren untuk menyelesaikan rencananya.


Kyrie berjalan terus sampai ia mendengar suara pedang yang saling beradu diujung terowongan.


'Apa yang sedang terjadi?' Pikirnya.


Ketika semakin dekat sengan sumber suara, ia melihat dua orang yang saling beradu dengan pedang. Satu orang dengan tudung berwarna gelap dan yang lainnya berpakaian serba hitam dengan penutup wajah senada.


Kyrie memutuskan untuk melihat dari kejauhan tanpa ikut campur dengan apa yang sedang terjadi dihadapannya.


Tiba-tiba seorang berpakaian hitam muncul dari arah berlawanan dan ikut membantu sosok berpakaian hitam satunya. Mereka mengeroyok laki-laki yang mengenakan tudung. Walau begitu, laki-laki dengan tudung tidak menunjukkan tanda-tanda akan kalah.


Setelah berhasil membuat kedua sosok berpakaian hitam tadi terjengkang, ia menggoreskan pedangnya ke tangan kirinya. Darah mengalir dari telapak tangan kirinya membentuk suatu benda yang tak lain tak bukan adalah sebuah pedang.


'Seni senjata darah.'


Sekali melihat, Kyrie mengetahui bahwa sosok bertudung tadi bukanlah orang biasa. Ia adalah sosok yang harus dibunuh olehnya atas perintah Permaisuri Eleanor.


Kyrie berjalan mendekati sosok tadi dan mengeluarkan pedang dari sarung yang menempel di pinggangnya.

__ADS_1


Bukannya mengayunkan pedang kepada sosok bertudung tadi sebagaimana yang seharusnya ia lakukan, ia mengayunkan pedangnya kearah dua sosok berpakaian hitam. Ia berhasil menggores tubuh kedua sosok itu dengan bilah pedangnya.


Seakan-akan meremehkan goresan yang diberikan oleh pedang Kyrie kedua sosok tadi mengambil ancang-ancang untuk melukai Kyrie. Tetapi mereka tidak berhasil melakukannya.


Kedua sosok itu berhenti bergerak dan menunjukkan gelagat aneh. Kemudian selang berapa lama, mereka mulai terbatuk dan  mengeluarkan darah dari mulut mereka.


“Kalian seharusnya tidak meremehkan goresan kecil, Tuan-Tuan.” Kyrie berkata sembari memberikan seulas senyum licik. Mata ungunya menyala dengan bangga.


Kyrie bukanlah seorang yang jenius dalam bertarung, tetapi karena ia memahami kekurangannya itu ia berusaha menutupinya. Pedangnya dibuat sesuai dengan keinginannya, yaitu sebuah pedang dengan tempat penyimpanan racun yang bisa dilepaskan kapan saja. Ia hanya perlu menggores sedikit bagian tubuh dari lawannya untuk mencapai kemenangan. Sedikit usaha tapi hasilnya lebih efektif.


“Sialan! Apa kau bekerja sama dengan bedebah ini?!” tanya salah satu sosok berpakaian hitam sembari berlutut menahan sakit.


Kyrie tidak menjawabnya. Ia hanya berdiri menatap kedua sosok dihadapannya perlahan-lahan kehilangan kesadarannya.


“Racun di dalam pedang? Ide yang bagus.” Sosok bertudung tadi mengambil tempat disamping Kyrie.


“Baiklah kalau begitu urusanku disini sudah selesai.” Kyrie menjauh untuk melanjutkan misinya untuk menemukan Suiren.


“Siapa namamu?” tanya sosok bertudung tadi. “Aku harus mengetahui nama orang yang membantuku.”


Kyrie menoleh tanpa memutar balik tubuhnya. “Kyrie. Kyrie Wisteria.” Ujarnya.


Sosok bertudung tadi tertawa keras. Tawanya terdengar sarkastik.


“HAHAHA!!! kukira dia hanya bergurau saja.” Ujarnya. Kedua mata merahnya seolah-olah menyala karena gairah. “Aku tidak menyangka seseorang benar-benar datang untuk membunuhku.”


Segera setelah mengatakan hal itu, ia mengayunkan kedua mata pedangnya kearah Kyrie.


Kyrie menghindar secepat kilat. Ia hampir terkena ayunan pedang dari sosok dihadapannya ini.

__ADS_1


“Barusan itu untuk apa?” Kyrie bertanya. Dahinya berkerut. Ia jelas tidak menyangka orang yang diselamatkannya akan berusaha membunuhnya.


“Kau kemari untuk membunuhku, kan?” ujarnya. “Aku Kaen Ginryuu.”


Lagi-lagi sosok tadi mengayunkan pedangnya kearah Kyrie. Dari kedua telapak tangannya semakin banyak darah mengalir tetapi darah itu tidak jatuh ke tanah melainkan seakan-akan masuk ke dalam pedang kembar di kedua tangannya.


Kyrie menangkis dengan pedangnya kali ini ia merasa sedikit kewalahan dengan tekanan yang ia terima dari tebasan pedang lawannya. “Darimana kau mendengar hal aneh itu?”


“Seorang gadis mengatakannya kepadaku.” Ujarnya. Tetap berusaha melukai Kyrie dengan pedangnya.


Kyrie merasa bahwa ia tahu siapa gadis yang dimaksud oleh laki-laki dihadapannya ini.


“Biar kutebak, gadis itu bernama Suiren Themisree?” tanya Kyrie sembari menangkis ayunan pedang yang ditujukan kepadanya.


“Melihat kau mengetahui nama gadis itu, sepertinya apa yang dikatakannya benar.”


Kyrie kemudian mengambil jarak dari lawannya dan mulai membuat gestur melingkar dengan jari telunjuk dan tengahnya.


Lingkaran ungu yang menyala terbentuk di ujung jarinya. Lingkaran itu berisi huruf-huruf kuno kekaisaran. Lingkaran sihir.


Kyrie kemudian membagi lingkaran sihir itu menjadi dua dan mengarahkannya kemasing-masing pedang di tangan Kaen. Sesaat setelah lingkaran itu menyentuh pedang Kaen, kedua pedangnya berubah menjadi abu.


Kaen terlihat terkejut dengan sihir yang dilakukan sosok dihadapannya ini. Ia jelas tidak mengharapkan hal itu terjadi.


Menggunakan momen itu, Kyrie kemudian menjegal Kaen dengan kakinya dan memiting tubuhnya ketanah.


“Aku tidak kemari untuk membunuhmu, Yang Mulia.” Ujar Kyrie sembari menyeka darah yang keluar dari hidungnya.


'Tidak dikehidupan kali ini.'

__ADS_1


__ADS_2