My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Parlor Nightingale


__ADS_3

Suiren selalu bertemudengan Serena di Parlor Nightingale. Banyak gadis-gadis yang berkumpul di tempat ini untuk sekedar bercengkerama satu sama lain sembari ditemani secangkir teh dan kue-kue yang menggugah selera.


Ketika sampai di Parlor Nightingale, Suiren bisa merasakan tatapan orang-orang tertuju kepadanya. Tatapan secara diam-diam sampai terang-terangan ia rasakan semua. Bisikan-bisikan juga terdengar jelas seperti mereka sengaja ingin terdengar olehnya.


Mereka pasti sudah membaca surat kabar hari ini atau mungkin seseorang membacanya dan menyebarkan berita itu dari mulut kemulut. Apapun itu, yang jelas sepertinya saat ini isu pertunangannya menjadi isu hangat.


“Apakah menurutmu ia sudah melakukan ‘itu’ dengan Duke Wisteria?”


“Saudaraku mengatakan bahwa ia sedang mengandung anak Duke Wisteria.”


“Benarkah? bibiku mengatakan ia hanya ingin menarik perhatian Putra Mahkota saja.”


“Lihat saja perutnya terlihat lebih buncit dari biasanya!”


“Hei jangan berbicara terlalu keras, ia terlihat tidak nyaman.”


“Selalu yang pendiam yang memiliki skandal paling besar.”


Semua perkataan itu masuk ke telinga Suiren dan membuat telinganya itu terasa panas.

__ADS_1


‘Ini harus berhenti,’ pikirnya,


Ia kemudian berjalan kearah dua orang gadis yang berambut pendek dan berambut kepang yang sedang berbisik-bisik sambil menatapnya dengan sinis. “Apakah kalian tidak penasaran dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi?” tanyanya sambil tersenyum.


Wajah kedua gadis tadi berubah menjadi merah dan mereka terlihat seperti anak kucing yang sedang tertangkap basah mencuri makanan dari dapur seseorang.


“Dengarkan aku! Kalau kalian memiliki pertanyaan untuk kujawab, silahkan bertanya langsung kepadaku.” Suiren berkata dengan suara lantang ditengah-tengah orang-orang yang sedang membicarakannya itu. Walau begitu, ia berusaha keras agar kaki-kakinya tetap berdiri. “Pertanyaan itu ditujukan untuk ditanyakan bukan untuk disimpan, bukan?”


Setelah mengatakan itu Suiren kembali berjalan menuju ruang privat tempat Suiren biasanya bertemu dengan Serena.


Ia merasa lega ketika menemukan Serena duduk di kursinya seperti biasa dan melambaikan tangan kepada Suiren. Senyum dari wajahnya menghilangkan segala kesuntukan di kepala Suiren. Memang ada alasan bagi penulis membuat Serena sebagai tokoh utamanya.


“Kau bisa menceritakannya kalau sudah siap, aku akan siap mendengarmu kapan saja.” Ujar Serena dengan suara lembutnya.


Ia tidak tahu apa ia bisa menceritakan semuanya atau tidak tetapi ia sungguh sangat lega karena ada seseorang yang tidak menghakiminya tanpa mencoba mengetahui faktanya terlebih dahulu.


“Tetapi tidak ada yang perlu kuceritakan…, semua yang ada di surat kabar itu benar. Aku memang bertunangan dengan Duke Wisteria.” Suiren menjawab sembari menyandarkan dagunya diatas meja.


Kemudian ia cepat-cepat menambahkan. “Kecuali bagian dimana kita melakukan penghinaan kepada keluarga imperial.”

__ADS_1


Serena menatap Suiren dengan bola mata hijaunya. “Kau tidak pernah bercerita kalau kau dekat dengan Duke Wisteria. Begitu juga dengan Kyrie.”


Kabar ini pasti membuat Serena bingung, sebab ia dan Kyrie merupakan teman masa kecil yang sangat dekat. Serena sudah menganggap Kyrie sebagai seorang kakak laki-laki, walau Kyrie jelas menganggap Serena lebih dari itu.


“Itu terjadi begitu saja.” Suiren mencoba mengelak.


“Omong-omong, aku benar ketika aku bilang kau akan bertemu lagi dengan Putra Mahkota.” Suiren mencoba mengalihkan topik.


Wajah Serena memerah dan ia mencoba keras untuk terlihat tidak salah tingkah. Hal itu membuat Suiren semakin ingin menggodanya.


“Kau pasti memikat hati Putra Mahkota pada saat itu.”


“Hentikan! Jangan menggodaku Suiren.” Rengeknya. Wajah malunya sangat manis sampai-sampai Suiren ingin mencubit pipinya.


“Aku sangat senang ketika mengetahui kita akan berkompetensi bersama-sama, tetapi sepertinya itu tidak akan terjadi.” Suiren memilin-milin rambut emasnya. “Aku khawatir aku tidak akan mendapat teman.”


Berdasarkan pengetahuan tentang novel ‘Serena’ yang ia miliki, Suiren mengingat kalau nantinya Serena akan banyak mendapat haling rintang, baik itu dari kompetitornya maupun dari Kyrie Wisteria.


“Kau tidak perlu khawatir, Serena. Aku yakin kau akan baik-baik saja.” Ujarnya dengan senyuman.

__ADS_1


“Apa yang membuatmu berpikir demikan?”


“Intuisiku saja.” Balasnya sambil tersenyum rahasia.


__ADS_2