My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Konflik Perbatasan Timur


__ADS_3

Semenjak mengetahui kebenaran di balik percobaan pembunuhannya, Suiren merasa tidak memiliki napsu makan. Ia bingung, bagaimana ia harus melancarkan balas dendam kepada seseorang dengan seperti sang Permaisuri. Kalau ini sebuah game, mungkin sang Permaisuri akan menjadi last boss yang harus dikalahkan untuk dapat menamatkan game.


Salad kentang dan sup jagung dihadapannya tak tersentuh, dan gelas susu miliknya pun masih terisi penuh. Sementara itu, sarapan yang disajikan di hadapan ayahnya sudah habis tak tersisa.


“Jangan bertanya apapun, Ayah. Aku hanya sedang tidak ingin makan.” Sebelum Ayahnya mulai menginterogasinya, Suiren angkat bicara.


“Hari ini Ayah akan pergi melakukan pengawasan di perbatasan timur kekaisaran.” Jenderal Themisree mengambil sapu tangan dari sakunya dan mengelap bibirnya untuk menghilangkan sisa makanan dan minuman yang menempel.


'Perbatasan timur?' Pikir Suiren.


Di dalam novel ‘Serena’, Perbatasan Timur merupakan bagian yang sering disebutkan karena di perbatasan itu terletak tambang emas yang kepemilikannya terbagi dua antara Kekaisaran Helianthus dan Kerajaan Ginryuu. Sepanjang pengetahuan Suiren, konflik dimulai ketika Kerajaan Ginryuu mengetahui bahwa tambang emas bagian Kekaisaran Helianthus menjadi markas perdagangan manusia dan berusaha membongkarnya.

__ADS_1


Kerajaan Ginryuu telah menyusun rencana dengan sangat baik, bahkan salah satu pangeran Kerajaan Ginryuu membiarkan dirinya menjadi korban perdagangan manusia untuk dapat membongkar sindikat jahat itu. Tetapi sayangnya rencana ini tidak berakhir dengan baik.


Kyrie Wisteria melihat potensi munculnya perang dari konflik ini sehingga ia memutuskan untuk ikut campur didalamnya. Atas permintaan Permaisuri Eleanor, Kyrie membunuh pangeran ketiga Kerajaan Ginryuu. Kalau bukan untuk kepentingannya sendiri, Kyrie tidak akan mau ikut campur di dalam konflik keluarga imperial. Tetapi apabila kedua Kekaisaran dan Kerajaan berperang, maka Putra Mahkota Frederick akan ikut didalamnya dan Kyrie akan melakukan apapun untuk memisahkan Serena dari Frederick.


Akhirnya perang diantara Kekaisaran Helianthus dan Kerajaan Ginryuu tidak terelakan dan sesuai dengan rencana Kyrie, Putra Mahkota Frederick ikut memimimpin perang di garis terdepan. Walau begitu, rasa cinta Serena kepada Putra Mahkota Frederick sangatlah besar sehingga ia rela menunggu pulangnya sang Putra Mahkota walau ia harus mengalami perundungan dari kandidat permaisuri lainnya.


Di akhir, Putra Mahkota Frederick kembali dengan selamat dan Kyrie tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Sebuah usaha sia-sia yang membuat Kyrie terlihat menyedihkan di novel.


“Apakah kau yakin? Tidak ada apapun yang menarik di perbatasan timur.” Ayahnya balik bertanya.


“Aku harus ikut, Ayah! Sejujurnya aku tidak merasa aman berada di rumah tanpa dirimu.” Walau ia hanya mencari alasan untuk ikut, ia tidak benar-benar berbohong ketika menyatakan bahwa ia takut ditinggal oleh Ayahnya.

__ADS_1


Suiren kemudian bergegas memakan sarapan yang sudah disediakan di hadapannya dan menghabiskan susu panas yang sudah berubah hangat di cangkirnya.


Ayahnya mengangguk-angguk dan kemudian berdiri dari kursinya. “Sebaiknya kau siap-siap karena kita akan berangkat siang hari ini.”


Suiren berdiri dari kursinya dan mengikuti Ayahnya keluar dari ruang makan.


Tiba-tiba Ayahnya menghentikan langkahnya dan berbalik untuk menatap putri semata wayangnya itu. "Kau harus berjanji padaku bahwa kau tidak akan pergi kemana-mana tanpa pengawasan Gilbert."


Suiren memberikan senyumnya yang paling meyakinkan. "Tentu saja."


Walau begitu, di dalam hati ia tahu bahwa mungkin ia tidak akan bisa menepati janjinya itu.

__ADS_1


__ADS_2