My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Menyelinap menuju wilayah Kerajaan Ginryuu


__ADS_3

Dimalam hari ketika semua orang sedang tertidur, Suiren menyelinap keluar dari tendanya. Tubuhnya yang kecil menyelinap diantara tenda berwarna merah tanpa kesulitan.


Ia hanya bergurau ketika ia mengatakan bahwa ia mengikuti ayahnya untuk tujuan rekreasi, apalagi hanya untuk cuci mata melihat ksatria Kekaisaran. Ia memiliki rencana yang harus ia jalankan. Walau ia harus akui bahwa rencana yang ada dipikirannya ini sama sekali tidak matang. Tetapi ia mengadalkan keberuntungannya, biar bagaimanapun juga ia masih hidup setelah tenggelam sebagian karena keberuntungannya.


Ia menyusuri jalan di dalam hutan dan mengitari wilayah tambang emas kekasiaran. Untuk dapat sampai di wilayah tambang milik Kerajaan Ginryuu, Suiren harus mengitari tambang emas selama dua puluh lima menit.


Setelah berjalan kurang lebih dua puluh menit lamanya, Suiren mulai melihat tenda-tenda yang digelar


dengan bendera Kerajaan Ginryuu bertengger diatasnya. Bendera berwarna merah dengan bordiran naga berwarna perak ditengah-tengahnya. Walau langit terlihat sangat gelap, perkemahan pasukan Kerajaan Ginryuu terlihat menyala dari sinar api unggun yang dibakar di Kawasan perkemahan.


“Lalu bagaimana aku bisa menyelinap ke dalam untuk bertemu dengan Kazuma Enkai?” Gumam Suiren.


Suiren mengintip dari balik semak-semak sambil memikirkan berbagai cara yang bisa ia lakukan untuk menembus pertahanan pasukan Kerajaan Ginryuu tanpa harus berakhir menjadi tawanan atau yang lebih parah mati karena dianggap sebagai mata-mata. Terdapat dua penjaga di depan pintu masuk perkemahan Pasukan Kerajaan Ginryuu dan masing-masing bersenjata.


Salah satu langkah saja bisa mengakibatkan putusnya kepala dari lehernya.


Setelah lama berusaha memutar otak, Suiren memikirkan sebuah cara bodoh yang mungkin akan berhasil dan mungkin tidak. Tetapi ia tidak akan pernah tahu sampai ia mencoba.


“Baiklah kalau begitu. Mari berharap masih tersisa keberuntungan di hidupku.” Ujar Suiren pada dirinya


sendiri.


Ia kemudian melepas tudung yang menutupi kepalanya dan berjalan menuju arah masuknya perkemahan

__ADS_1


pasukan Kerajaan Ginryuu dengan kedua tangan dibelakang kepalanya.


Jantungnya berdegup kencang atas kemungkinan-kemungkinan yang terjadi selanjutnya. Kalau ia


beruntung, para penjaga perkemahan Kerajaan Ginryuu akan membawanya bertemu dengan pemimpin mereka yaitu Kazuma Enkai. Tetapi apabila rencana gilanya ini berjalan kearah yang salah, ia mungkin akan kembali ke perkemahan Kekaisaran tanpa nyawa.


Ia mengatur napasnya sambil tetap berjalan menuju pintu masuk perkemahan.


Kedua Ksatria penjaga perkemahan Kerajaan Ginryuu akhirnya melihat kearah datangnya Suiren. Mereka mulai bersiap siaga, salah satu dari mereka bahkan mulai mengeluarkan pedang mereka dari sarungnya dan berjalan mendekati Suiren.


“Siapa disana?!” teriak salah satu Ksatria dengan suara lantangnya.


Suiren tidak menjawab dan tetap melanjutkan langkahnya.


Mereka mengetahui secara langsung ketika melihat Suiren bahwa Suiren bukan merupakan warga Kerajaan Ginryuu. Fitur wajahnya terlalu berbeda dengan fitur wajah orang-orang yang lahir di Kerajaan Ginryuu.


Kedua penjaga tadi saling bertatapan dan kemudian menatap Suiren dengan tatapan aneh.


“Apakah kau warga Kekaisaran Helianthus?!” tanya penjaga dengan rambut hitam yang dikuncir kuda.


Suiren mengangguk.


Setelah melihat Suiren menganggukan kepalanya, kuda penjaga itu lagi-lagi bertukar pandangan. Setelah itu penjaga dengan rambut yang dikuncir kuda mendekati Suiren masih dengan pedang yang dihunuskan.

__ADS_1


“Kau tersesat?”


Lagi-lagi Suiren menggeleng. “Aku kemari untuk menemui Jenderal Kazuma Enkai. Tolong biarkan aku menemuinya, ada sesuatu yang harus kusampaikan.”


“Kita tidak menerima kabar dari atasan kami bahwa akan ada seorang tamu dari Kekaisaran malam ini. Apakah kau seorang mata-mata?!” penjaga dengan rambut yang dicepol berkata.


“Tidak. Aku memiliki informasi yang bisa membantu Jenderal Kazuma Enkai.”


“Kalau begitu kami tidak memiliki pilihan lain selain membunuhmu.” Balas penjaga berambut kuncir kuda.


‘Sial! Apa susahnya membiarkanku bertemu dengan sang Jenderal?!’


“Itu bukan langkah yang tepat, tuan-tuan. Kau tahu, aku adalah putri seorang Jenderal yang berkuasa di wilayah timur Kekaisaran Helianthus. Membunuhku disini hanya akan memperkeruh keadaan.”Suiren tidak mempercayai bahwa ia akan menggunakan pengaruh Ayahnya untuk suatu rencana yang bahkan Ayahnya sendiri tidak tahu.


Lagi-lagi keduanyabertukar pandangan. Kemudian salah satunya berjalan meninggalkan Suiren dan memasuki perkemahan.


“Bagus. Panggil atasanmu. Ini bukan masalah yang kalian bisa putuskan sendiri.” Ujar Suiren dengan senyum tipis.


Tidak lama kemudian penjaga tadi kembali dan memberikan isyarat kepada temannya untuk membawa Suiren kedalam perkemahan.


Mereka bahkan tidak repot-repot mengikat kedua tangan Suiren ataupun memegang kedua tangannya agar tidak melakukan hal-hal aneh. Itu karena mereka tahu, apabila Suiren melakukanhal-hal aneh, mereka bisa dengan  mudah membunuhnya.


Tenda demi tenda mereka lewati sampai pada akhirnya mereka sampai ke jantung perkemahan. Sebuah tenda dengan warna berbeda berdiri ditengah-tengah. Ukurannya lebih besar daripada tenda-tenda yang lain. Didepan tenda ini terdapat dua orang penjaga dengan pakaian perang lengkap. Mereka masing-masing memiliki pedang di tangan kanan masing-masing.

__ADS_1


“Jenderal Enkai akan menemuimu di dalam. Kalau ia memutuskan bahwa kau adalah mata-mata, maka ia sendiri yang akan menghabiskanmu.” Penjaga yang membawanya tadi berkata. Setelah itu kedua penjaga yang menjaga pintu tenda membuka tenda. “Ketika itu terjadi, kau akan menyesali permintaanmu tadi.”


Suiren melirik kearah penjaga tadi dan memberikan senyum manisnya tanpa memberi respon apapun. Ia kemudian memasuki tenda dengan perasaan gugup di dadanya.


__ADS_2