My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Berpisah ditengah jalan


__ADS_3

“Bangun!” derap langkah mengikuti perintah dari orang-orang dengan pakaian serba hitam dan penutup wajah senada. “Ayo cepat bergerak!”


Suiren dan Kaen masih terduduk sambil mengobservasi apa yang sedang terjadi didepan mereka.


Sosok berpakaian serba hitam tadi memenuhi Terowongan tambang dan menyuruhi orang-orang didalamnya untuk bergerak. Mereka terlihat tergesa-gesa seakan-akan ada yang mengejar mereka.


“Ini jauh lebih cepat dari dugaanku.” Ujar Kaen pelan.


“Sepertinya rencanaku berhasil.” Ucap Suiren dengan wajah bangga. Kedua matanya berbinar.


“Masih terlalu cepat untuk mengatakan rencanamu berhasil.” Balas Kaen sembari memutar kedua bola matanya.


Kemudian Suiren dan Kaen berdiri untuk mengikuti alur pergerakan manusia didalam terowongan tambang emas. Setiap orang saling berdesak-desakan, membuat ruang bernapas terasa berkurang.


“Sepertinya mereka memindahkan orang-orang ini ke tempat yang lebih aman.” Kaen melihat ke kanan dan kekirinya. Dimana di setiap sisi terdapat setidaknya seorang penjaga dengan senjata di tangan masing-masing. “Kalau seperti ini, ketua sindikat perdagangan manusia akan lebih dulu kabur.”

__ADS_1


Kaen terdengar khawatir. Ia pastinya khawatir misi yang sudah sangat dekat dengan keberhasilan ini gagal tepat di depan matanya.


“Kau sebaiknya pergi dulu.” Ucap Suiren. “Tangkap ketua sindikat perdagangan dan bongkar organisasi kriminal ini di mata dunia.”


Karena antrian orang-orang ini berjalan dengan sangat lambat, para penjaga mulai mendorong orang-orang ini dengan senjata ditangan mereka sembari berteriak.


Kaen tidak membalas perkataan Suiren. Ia bisa saja menyelinap sendiri diantara kericuhan ini dan mencari ketua sindikat, tetapi kalau harus melakukan itu bersama Suiren ia tidak yakin akan berhasil.


“Jangan khawatirkan aku, aku yakin Ayahku akan datang menyelamatkanku.” Ucap Suiren sembari tersenyum.


Suiren menepuk punggung Kaen dengan keras sembari bergurau. “Aw… kau tidak perlu malu-malu seperti ini. Sangat menggemaskan.”


Kaen mencubit kedua pipi Suiren. “Kau sebaiknya menjaga dirimu dengan baik, karena kita masih memiliki taruhan.”


Suiren tertawa kecil.

__ADS_1


“Lalu bagaimana kau akan menyelinap diantara penjagaan ketat ini?” tanya Suiren.


“Jangan meremehkan aku. Aku sudah tiba disini jauh lebih lama dari dirimu sehingga aku tahu seluk beluk tempat ini.” Ujarnya. “Aku tahu jalan tikus menuju tempat ketua sindikat.”


Suiren mengangguk-anggukan kepalanya.


“AYO BERGEGAS!” seorang penjaga berteriak dengan nada memaksa. Tetapi seperti mayat berjalan, orang-orang ini tetap berjalan dengan lemas tanpa gairah. Akibat dari obat yang dicampur dengan air yang mereka minum setiap hari. Orang-orang ini hanya akan menjadi semangat ketika mereka meminum air dengan obat-obatan tadi, tetapi mengingat penyerbuat Kerajaan Ginryuu dilakukan dengan tiba-tiba sepertinya orang-orang ini tidak memiliki waktu untuk mencekoki para korban dengan air berisi obat-obatan itu.


“Aku akan meninggalkanmu sekarang.” Kaen berbisik di telinga Suiren.


Ketika terowongan terbagi menjadi dua dan orang-orang mulai berbelok kearah kiri mengikuti instruksi dari para penjaga. Disaat setiap penjaga sedang lengah karena sibuk mendorong para korban, Kaen mulai memepetkan dirinya kebagian kanan terowongan.


Suiren hampir lupa satu hal. Ia kemudian menarik jubah Kaen dan mendekatkan bibirnya ke telinganya. Tepat sebelum mereka berpisah jalan.


“Jangan percaya kepada seorang laki-laki bernama Kyrie Wisteria dengan mata berwarna ungu.” bisik Suiren. “Ia datang untuk membunuhmu.”

__ADS_1


Kaen mendengar perkataan Suiren dengan jelas tetapi ia tidak memiliki waktu untuk bertanya maksud perkataannya. Setelah itu mereka benar-benar berpisah.


__ADS_2