My Fiancé Is The 2nd Male Lead

My Fiancé Is The 2nd Male Lead
Sihir terlarang


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu di dalam perpustakaan milik keluarga Wisteria selama satu bulan untuk mencari tahu cara yang bisa ia lakukan untuk melaksanakan rencananya, akhirnya Kyrie menemukan apa yang selama ini ia cari.


Ia harus mengakui bahwa pendahulunya melakukan pekerjaan yang bagus ketika mereka mencoba menyembunyikan buku yang berisi ilmu sihir waktu terlarang. Mereka telah memecah buku mengenai ilmu sihir waktu terlarang menjadi lembar-lembar yang disebar di setiap buku yang ada di perpustakaan keluarga Wisteria. Butuh waktu dua minggu untuk menemukan keseluruhan lembaran buku dan butuh dua minggu untuk mengurutkannya kembali menjadi sebuah buku.


Tetapi semuanya itu terbayarkan. Biar bagaimanapun juga, ia membutuhkan buku ini untuk menjalankan rencananya. Ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan buku itu di dalam genggamannya.


Satu bulan ini ia telah menelantarkan tugas-tugasnya sebagai seorang duke yang berkuasa di wilayah utara. Harry mengambil alih sebagian tugasnya tetapi tetap saja ada beberapa hal yang hanya bisa dilakukan olehnya sebagai kepala keluarga Wisteria.


“Duke, Permaisuri Eleanor telah mengirimkan tiga buah surat dan tidak satupun telah anda buka. Kali selanjutnya mungkin ia akan mengirimkan orang untuk menemuimu.” Ujar Harry dari balik pintu. Ia membawa nampan berisi teh dan kue kering ke dalam perpustakaan.


“Itu tidak akan menjadi masalah lagi sehabis ini, Harry.” Ujar Kyrie tidak melepaskan pandangannya dari buku dihadapannya.


Ia menyusuri lembar demi lembar dan meresapi apa yang ditulis di dalam buku itu.


Intinya adalah, bahwa sesuai dengan namanya. Seseorang tidak seharusnya sembarang berkutat dengan ilmu sihir terlarang karena harga yang dibayarkan tidak main-main. Tetapi penggunaan sihir waktu terlarang sendiri dimungkinkan, walau tidak banyak yang pernah melakukannya.


Di dalam buku yang berhasil ia gabungkan, ia menemukan catatan-catatan kecil yang dituliskan oleh para pendahulunya. Kebanyakan berisi peringatan yang sama sekali tidak membantu.


“Harry, apakah Ayahku pernah menceritakan sesuatu tentang artefak yang menjadi warisan keluarga ini?” tanya Kyrie.

__ADS_1


“Tidak sepengetahuanku, Duke.”


“Kalau bukan artefak berarti…” gumam Kyrie. Jemarinya membolak balik halaman buku yang bertuliskan bahasa kuno. “Da…rah?”


“DARAH!” Pekik Kyrie.


“Itu dia, Harry! Sesuatu yang sudah turun temurun ada di keluarga ini tanpa terputus adalah darah!” Kyrie meloncat dari bukunya dan menatap Harry.


Harry terkejut melihat tuannya yang sangat antusias itu. Ia seolah-olah melihat bayangan tuannya itu ketika ia masih berusia tujuh tahun.


Kyrie bergegas mencari di sekitar perpustakaan. Mencari sebuah wadah. Matanya tertuju pada sebuah cawan yang terletak di dalam lemari kaca. Cawan emas yang berukiran lambang keluarga Wisteria.


“Duke Wisteria, apa yang sedang anda lakukan?!” Pekik Harry. Ia cepat-cepat mencari sapu tangan dari sakunya dan bergegas mendekati Kyrie.


Darah mengalir dari telapak tangannya jatuh ke dalam cawan. Ia memenuhi cawak sampai setengah penuh. Setelah itu ia mencoba untuk fokus dan merapalkan mantra yang ia temukan di dalam buku ilmu sihir terlarang.


Cahaya hijau berpendar muncul dari cawan yang berisikan darah membentuk lingkaran-lingkaran sihir yang bertuliskan tulisan kuno yang sama dengan yang ia temukan di dalam buku. Ia belum pernah melihat lingkaran sihir ini sebelumnya. Lingkaran itu semakin membesar sebelum akhirnya meledak.


Kyrie menelan ludahnya dan melihat ke sekeliling.

__ADS_1


Harry menghilang dari dalam perpustakaan. Begitu juga dengan nampan berisi teh dan kue kering yang dibawa oleh Harry.


‘Apakah aku merapalkan mantranya dengan salah?’


Tiba-tiba, suara pintu dibuka mengangetkan Kyrie.


“Duke, Permaisuri Eleanor telah mengirimkan tiga buah surat dan tidak satupun telah anda buka. Kali selanjutnya mungkin ia akan mengirimkan orang untuk menemuimu.”


Harry. Ia masuk ke dalam perpustakaan membawa sebuah nampan yang berisi teh dan kue-kue kering. Seperti yang ia lakukan lima menit yang lalu.


Kyrie menatap Harry dengan wajah bingung.


“Apakah ada masalah, Duke?” tanya Harry setelah mendapati tuannya menatapnya dengan tatapan aneh.


“Apa kau sedang bercanda denganku, Harry?” Kyrie bertanya.


Harry mengerutkan dahinya yang sudah berkerut. “Saya kurang paham dnegan maksud anda, Duke Wisteria.”


Kedua mata Kyrie melebar dan wajah bingungnya tergantikan dengan wajah bersemangat. Ia kemudian melihat kearah telapak tangannya yang berish tanpa ada goresan sedikitpun. Cawan dihadapannya juga hilang dan telah kembali ke tempat asalnya yaitu kedalam lemari kaca. Situasi yang sama dengan lima menit yang lalu sebelum ia merapalkan mantra terlarang yang ia temukan dari dalam buku.

__ADS_1


Percobaannya berhasil. Ia berhasil kembali ke lima menit sebelum ia merapalkan mantra.


__ADS_2