
Pagi harinya, saat sedang sarapan semua orang terdiam. Hanya bertiga, namun semua duduk saling berjauhan. Bila biasanya, Clay dan Ella duduk di sisi kanan dan kiri Stive, namun kini semua duduk saling berjauhan. Ella memilih duduk di seberang Stive, sementara Clay memilih duduk di tengah tengah, sehingga terlihat jarak jauh, karena meja makan di rumah itu memang lumayan besar. Ada enam kursi di sebelah kanan dan enam lagi di sebelah kiri, jadi total kursi di meja makan itu ada empat belas, namun hanya tiga orang yang duduk di sana, dan itu pun saling berjauhan seperti kekasih yang sedang LDR.
“Bunda sudah selesai,” ucap Ella dengan wajah datar nya, lalu ia segera beranjak begitu saja dan kembali ke kamar tamu.
Braakk!
Suara pintu yang di tutup Ella begitu kencang, hingga membuat kedua pria yang masih duduk manis di meja makan itu sedikit tersentak karena terkejut. Bila sudah begini, itu berarti Ella memang benar benar marah pada keduanya.
“Ayah payah!” cibir Clay, lalu ia ikut beranjak dan segera menyusul bunda Ella ke kamar.
“Kenapa jadi dia yang marah. Harusnya aku yang marah, ckck, dasar wanita.” Stive menghela nya dengan berat, lalu ia mengabari Jhon bahwa dirinya tidak akan berangkat, tugas nya hari ini adalah membujuk sang istri. Tentu saja, itu bukanlah hal yang mudah.
Tok .. Tok .. Tok ..
__ADS_1
“Sayang, buka pintu nya dong.” Stive mencoba berbicara lembut kepada Ella di balik pintu.
“Bunda jangan mau! Biarin aja, jangan bukain pintu!” teriak Clay dari ujung tangga, dirinya mengurungkan niat untuk mengikuti bunda nya karena bunda Ella dengan cepat mengunci pintu kamar tamu tersebut.
“Clayton!” geram Stive langsung memberikan tatapan tajam pada putra nya.
“Makanya, Ayah jangan kaya anak kecil! Kaya Clay dong,” ucap Clay dengan merapikan gaya rambut nya ke samping.
“Kamu sama saja! Sudahlah, ayah libur kamu mau kemana?” Karena tidak mendapatkan jawaban dari istrinya, Stive pun menghampiri Clay yang hendak kembali ke kamar.
“Kemana lagi, my room my world.” Jawab Clay acuh pada ayah nya sendiri.
“Kenapa kau tak ingin tanggung jawab! Bunda mu sedang marah pada kita, kau tak ingin berusaha membujuk nya?” tanya Stive mengerutkan dahinya menatap sang putra.
__ADS_1
“Ayah yang membuat bunda marah. Jadi silahkan ayah tanggung sendiri,” Clay segera berlari meninggalkan ayahnya yang nampak mendengus dengan kesal.
‘Kenapa dulu aku bisa membuat anak seperti mu ckck,’ gumam Stive dalam hatinya, ia menggelengkan kepala nya, lalu kembali menghampiri kamar tamu dimana istrinya berada.
Kali ini, ia tidak mau mengetuk pintu nya lagi, namun ia langsung membuka nya begitu saja dnegan menggunakan kunci cadangan. Dan, setelah pintu terbuka, Stive langsung melongo tak percaya saat melihat apa yang di lakukan istrinya di dalam kamar saat mengurung diri.
“Sayang!” seru Stive tak percaya, sementara Ella yang merasa bahwa dirinya sudah ke geep, hanya bisa menelan saliva nya dengan susah dan berusaha menutupi kegugupan nya.
.
.
Ini mah udh bukan extra part lgi yah, udh masuk S2 kalau panjang begini 🙈🤣🤣
__ADS_1