
“Apa kamu tak ingin pergi? Jalan-jalan mungkin?” tawar Stive saat melihat Ella hanya fokus pada tugas sekolah nya, padahal ini adalah hari minggu.
“Em, tapi tugas ku masih banyak sekali, aku lelah. Tidak adakah cita cita untuk membantuku mengerjakan tugas?” ucap Ella balik bertanya sambil menatap Stive dengan tatapan memohon.
“Kenapa aku? Kamu yang sekolah, kalau tidak bisa lebih baik tidak usah sekolah. Selesai kan,” kata Stive dengan santai nya membuat Ela langsung mendelik tajam.
“Aku bisa, jangan ganggu aku!” ucap Ella ketus, lalu ia kembali menghadap meja nya dan fokus pada tugas nya.
Stive hanya terkekeh kecil karena berhasil menggoda Ella, karena tak tega, ia pun akhirnya beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Ella. Di rengkuh nya tubuh mungil itu dari belakang, lalu ia berikan kecupan ringan hingga membuat sang empunya menghela napas.
“Yakin tak perlu bantuan ku hem?” tanya Stive sambil terus mengganggu Ella.
__ADS_1
“Tidak! Dan pergilah, jangan ganggu aku,” Ella berusaha mendorong tubuh Stive agar menjauh, namun tenaga nya sia-sia karena tubuh Stive begitu kuat dan kekar. Hingga membuat tubuh Stive tidak bergeser sedikit pun dari tempat nya.
“Aku akan membantu mu, tapi-“
“Tidak, tidak, tidak. Jangan membantu ku,” potong Ella dengan cepat karena ia sudah merasa bahwa akan ada hal yang tidak beres saat Stive mengatakan kata tapi.
“Tapi aku sudah terlanjur bangun dan menghampiri mu, jadi kau harus mau ku bantu.” Paksa Stive membuat Ella langsung membulatkan matanya saat merasa bahwa tangan Stive mulai menggoda nya.
“Mana bisa juga begitu asal cancel, tidak bisa. Kamu harus menerima nya, dan memberikan hak ku.”
“Hak apa!” jerit Ella semakin terkejut, “Aku sudah membatalkan nya, jadi aku tidak mau membayarnya!"
__ADS_1
“Kamu yang sudah memesan mau tak mau kamu harus membayarnya, tenang saja aku akan memastikan kamu merasa puas. Kamu tidak akan menyesalinya.” Bisik Stive yang semakin membuat tubuh Ella meremang dan kaku.
“A-aku tidak—" Stive tidak memberikan Ella membalas ucapan nya lagi, dengan cepat ia pun langsung mengangkat tubuh Ella dan membawa nya ke atas tempat tidur.
“S—Stive, jangan begini. Aku bisa memberikan imbalan lain, tapi jangan ini plis aku mohon. Aku masih lelah, kamu jangan lupa kenapa hari ini kita berdua bisa libur begini, jadi tolong jangan lagi,” rengek Ella mencoba bernegosiasi kepada Stive.
“Ah iya aku lupa,” gumam Stive pelan, membuat Ella sempat bernafas lega, namun itu tak bertahan lama karena Stive langsung menindih tubuh nya dengan wajah menyeringai.
“Tapi karena itu, kita bisa memanfaatkan waktu kan, jadi hari libur kita tidk akan sia – sia.” Kata Stive membuat Ella langsung melongo menatap Stive tak percaya.
Dan detik berikutnya, dirinya hanya bisa pasrah menerima sentuhan dan kenikmatan yang Stive berikan. Apa lagi yang bisa Ella lakukan selain pasrah dan Menerima, berontak pun ia tidak akan kuat melawan Stive.
__ADS_1
“I love you, cup.” Stive selalu memberikan ucapan kata cinta serta kecupan di bibir juga kening setiap kali mereka selesai melakukan hubungan intim. Membuat Ella selalu merasa tenang dan yakin akan perasaan nya pada Stive.