
“Jadi ini yang kamu lakukan di dalam kamar tanpa aku?” tanya Stive dengan suara berat nya.
“Bu- bukan aku, i- itu tadi Jasmine yang mengajak nonton.” Jawab Ella sedikit gugup, ia tidak berani untuk mengangkat wajah nya, sedari tadi ia hanya menunduk sambil meremass ujung baju nya.
Ma;u, itulah yang di rasakan Ella saat ini, bagaimana bisa suaminya memergoki dirinya di dalam kamar sedang menonton film biru. Dan juga ia menonton bersama Jasmine yang notabene nya adik ipar nya, belum menikah. Tidak seharusnya ia menonton seperti itu, sungguh memalukan, batin Ella.
“Kak, aku juga tidak tahu mengapa film nya jadi biru begitu. Tadi, tadi tuh temen Jasmine nawarin katanya bagus dan bisa bikin seneng, lagipula cover nya juga gak ada unsur film biru. Noh cover nya juga pria tampan, jadi kan aku pikir bisa untuk menghibur Ella,” jelas Jasmine sedikit cemberut.
“Ah, jadi kamu ingin menonton pria tampan, begitu?” tanya Stive penuh penekanan.
“Bukan aku, tapi Jasmine!” seru Ella.
“El, tadi kita berdua menikmati film itu. Jadi jangan limpahin semuanya padaku sendiri!” gerutu Jasmine.
__ADS_1
“Jasmine bisa diem gak sih, iyain aja!” bisik Ella menatap Jasmine.
“Aku tidak menyangka, kalau kamu tidak ingin aku temani di kamar dan selalu bilang ingin sendiri, rupanya agar kamu bisa menonton film seperti itu. Baiklah, lanjutkan keinginan kamu,” ucap Stive dengan wajah datar nya, ia pun bangkit dari sofa dan berniat keluar kamar, namun dengan cepat Ella menahan nya agar tidak pergi.
"Stive, bukan seperti itu,” kata Ella menahan tangan Stive.
“Bukan seperti itu bagaimana? Film biru lebih kamu butuhkan daripada aku, tidak apa, nanti akan aku belikan yang banyak kalau kau suka, biar kau bisa membandingkan milik beberapa pria,” ujar nya datar.
“Sudahlah,” Stive kembali hendak melanjutkan langkah nya, namun lagi- lagi Ella menahan nya, bahkan kini matanya sudah memerah menahan tangis.
“Duo JJ, silahkan keluar!” usir Ella menatap Jhon dan Jasmine lalu menunjuk pintu.
“El, kamu mengusir ku?” tanya Jasmine tak percaya.
__ADS_1
“Jhon!” tekan Stive memberikan kode, Jhon pun yang sudah paham, langsung mengangkat tubuh Jasmine dan membawa nya keluar kamar.
Tentu saja gadis itu memberontak dan terus memukul mukul dadaa Jhon, namun bukan Jhon namanya bila tidak bisa mengurus seorang Jasmine.
Sementara itu, di dalam kamar itu kini terasa sangat hening dan sunyi. Stive dan Ella hanya menatap datar satu sama lain, tidak ada yang mengeluarkan suara, bahkan kini keduanya masih dalam posisi berdiri dan menatap satu sama lain.
“Stive,” panggil Ella lirih, “Capek, duduk dulu, kaki aku pegel,” cicit nya pelan sambil menunduk.
Menghela nafas berat, Stive pun akhirnya menuntun Ella agar kembali duduk di sofa. Keduanya duduk bersebelahan, dengan kaki Ella yang di letakkan di atas paha Stive untuk ia pijat. Sementara Ella terus mengoceh menjelaskan bahwa dirinya tidak sengaja menonton film lucknut tersebut.
Sejujurnya Stive percaya dan tidak terlalu mempermasalahkan nya, namun saat melihat wajah Ella Ketakutan dan seperti habis ketahuan mencuri, Stive pun memanfaatkan nya untuk berpura- pura marah. Dan ternyata ia berhasil, Ella tidak menyuruh nya keluar kamar lagi, dan itu bisa ia gunakan untuk bisa selalu berada di dalam kamar.
‘Selamat tinggal kamar tamu.’ Gumam Stive terkekeh dalam hati, namun wajah nya masih terlihat datar, ia masih terlihat seperti marah walau dalam hatinya ia sudah berjingkrak bahagia.
__ADS_1