My Psycho Husband

My Psycho Husband
Ingin menikah


__ADS_3

Sepanjang hari, Ella nampak selalu murung, dari dia berangkat sekolah, hingga ia pulang ke rumah. Pikiran nya masih melayang memikirkan kata-kata nyonya melanie tadi pagi.


“Kamu kenapa Sayang hem?” tanya Stive mengerutkan dahinya saat melihat Ella hanya diam saja sejak tadi.


“A-aku mau menikah!” kata Ella dengan cepat, namun matanya tak menatap kepada Stive. Matanya masih fokus menatap pemandangan luar jendela, sementara tangan nya sibuk meremas ujung seragam nya.


“Menikah? Kenapa? Dengan siapa?” tanya Stive beruntun, seketika membuat Ella langsung menatap nya dengan tajam.


“Dengan Janu! Puass!” seru Ella tak habis pikir, mengapa Stive begitu bodoh dan tidak peka. Tentu saja dirinya ingin menikah dengan nya, karena Cuma dia yang berani menyentuhnya. Dan bisa bisa nya ia bertanya dengan siapa dirinya akan menikah.


“Apa yang di katakan Mama ku pada mu?" tanya Stive dengan raut wajah datar nya, dan lagi agi membuat Ella sangat terkejut. Pasalnya, ia belum mengatakan apapun pada Stive mengenai nyonya Melanie, lalu ini? seolah Stive sudah mengetahuinya.


“Nyonya Melanie mengatakan apa? Aku tak tau,” jawab Ella sedikit gugup.

__ADS_1


“Kau bisa menutupi semua dari mereka, tapi tidak dengan ku.” Kata Stive.


“Kamu sudah tahu bahwa-“


“Hem!”


Beberapa hari yang lalu, Stive sudah ke pondok untuk melihat perkembangan nyonya Melanie, setelah melihat semua masih baik, ia pun segera bergegas hendak pergi, namun ternyata ada seseorang yang menahan tangan nya, yah itu mama nya. Stive terkejut bukan main, senang juga bahagia karena kini ia bisa melihat mama nya semakin membaik. Sepuluh tahun lebih mama nya berdiam diri di pondok tanpa bisa melakukan apapun, ia lumpuh total, dan kini sedikit demi sedikit ia sudah mulai bisa menggerakkan tangan nya bahkan menulis walau sedikit.


Melanie menyuruh Stive agar diam dan berpura-pura seperti biasa, ia tak ingin kondisinya yang membaik akan semakin membuat musuh mencelakai nya. Dan akhirnya Stive pun setuju, ia memilih diam. Hana Stive dan Ella yang mengetahui hal ini, dan juga saat itu Melanie juga sempat meminta Stive agar segera menikahi Ella, namun Stive tak menghiraukan nya. Dan kini tiba-tiba Ella meminta nya untuk menikahi nya, sejujur nya Stive tidak terlalu terkejut, karena ia sudah hafal pasti ini keinginan mama nya.


“Gak tahu,” jawab Ella polos dengan wajah tanpa dosa nya.


“Kalau kau tidak mencintai ku, lalu untuk apa kau ingin menikah!” geram Stive menyentil kening Ella.

__ADS_1


“Auuwhh! Sakitt!” rengek nya sambil memanyunkan bibir.


“Aku akan menikahi mu, tapi tidak untuk saat ini. Dan juga, cobalah membuka hati untuk mencintai pria tampan ini,” kata Stive mengerlingkan sebelah matanya sambil menyeringai, membuat Ella langsung berdecak.


“Kalau aku bilang aku mencintai mu sekarang, apakah kau akan menikahi ku sekarang?” tanya Ella.


“Apakah kau pikir mudah jatuh cinta? Apakah kau pikir menikah juga mudah? Tenang lah Sayang, waktu kita masih panjang. Dan juga, kau masih sekolah, aku tidak mau memiliki istri yang masih di bawah umur.”


“Kenapa?”


“Maybe,” jawab nya cuek.


“Di bawah umur juga tetap saja kau pakai. Lalu apa bedanya,” cibir Ella dengan ketus, membuat Stive terkekeh. Mobil yang dikendarai Stive pun sudah sampai di rumah, namun saat pintu gerbang di buka, tiba tiba ....

__ADS_1


Dorrr!


__ADS_2