My Psycho Husband

My Psycho Husband
Tidak butuh jawaban


__ADS_3

“Jen, kenapa aku harus memakai gaun seperti ini? Ini acara siapa sih?” tanya Ella bingung saat dirinya di pakaikan sebuah gaun yang begitu indah dan mewah. Rambut yang di sanggul ke atas dengan berbagai hiasan berlian dan permata menghiasi tubuh nya.


“La, kamu akan tahu nanti saat sudah sampai di bawah. Percaya sama gue, lo gak bakal nyesel,” kata Jenny lalu ia segera menggandeng lengan Ella menuju ballroom tempat acara di selenggarakan.


Semua tamu undangan yang hadir begitu terpana melihat kedatangan Ella dengan Jenny. Dua wanita yang begitu cantik dan anggun, sementara di ujung sana, seorang laki-laki dengan pakaian yang serba putih tengah tersenyum manis ke arah nya, dengan membawa sebuah buket mawar merah, laki-laki itu pun mulai berjalan menuju kearah Ella dengan senyum yang terus menghiasi wajah tampan nya.


“Stive, apa ini?” tanya Ella masih bingung menatap sekeliling nya, lalu di detik berikut nya, Ella langsung di buat terkejut oleh laki laki di depan nya. Dengan gagah nya, Stive berlutut tepat di depan Ella, menggenggam jari jemari Ella, di depan semua orang.


“Daniella, mungkin pertemuan awal kita terasa kurang menyenangkan bagimu. Tapi tidak bagiku, aku sudah mencintaimu sejak lama, aku selalu mencari mu, menjaga mu dari kejauhan dan aku selalu mengikuti mu. Daniella, i love you. Maafkan, bila caraku mencintai mu membuat mu sakit dan terluka, tapi aku berjanji, akan memperbaiki semua nya,sifat ku dan juga sikap ku terhadap mu.”

__ADS_1


“Daniella, menunggu mu itu hal yang sangat menyebalkan bagiku. Begitu lama aku menanti hari ini akan tiba, menanti dimana aku dan kamu kaan di satukan dalam ikatan yang jelas dan suci, aku bukan lah laki-laki baik. Namun aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik buat kamu. Daniella, hari ini, di depan semua orang di depan semua kerabat dan juga keluarga, aku ingin mempersunting mu, aku ingin menikahi mu dan aku ingin membina rumah tangga bersama mu.”


“Daniella, you have want to marry me,” ucap Stive panjang lebar, masih dengan posisi berlutut di depan Ella.


“Aku harus menjawab apa? Karena jawaban aku sama saja,” jawab Ella sedikit cemberut.


“Kamu gak ada romantis-romantis nya. Padahal Aku sudah terharu, tapi tetap saja ujung nya ada pemaksaan,” kata Ella menghela nafas berat.


“Aku tidak perduli, yang jelas sekarang kita akan menikah, dan aku akan membawa mu ke penghulu sekarang juga!”

__ADS_1


“Stive!” pekik Ella saat merasakan bahwa tubuh nya melayang, yah kini Stive langsung menggendong Ella menuju pelaminan dimana orang tua Ella dan penghulu sudah menunggu di sana.


“Jangan berteriak sekarang Sayang, berteriak lah nanti malam.” Bisik Stive menyeringai seketika membuat Ella langsung menatap Stive dengan tajam.


“Aku gak nyangka kalau kakak ku bisa se so sweet itu,” gumam Jasmine terharu melihat keromantisan Stive dan Ella.


“Mana ada romantis maksa,” cibir Jhon yang berada tepat di samping Jasmine.


“Iks, gapapa yang penting kakak ku udah gentle bawa wanita yang di cintai nya ke hadapan pak penghulu. Gak kaya laki-laki kanebo kaya kamu,” ucap Jasmine lalu ia terkekeh melihat wajah Jhon yang langsung memberengut kesal.

__ADS_1


__ADS_2