
“Selamat pagi Om,” sapa Ella saat di meja makan bertemu dengan ayah Jasmine, yakni Hendra.
“Kenapa kau ada disini?” tanya nya ketus dan tak suka dengan keberadaan Ella.
“Saya—"
“Ella akan tinggal disini Pa, sama kita.” Potong Jasmine menjawab pertanyaan hendra.
“Jasmine!” seru Hendra yang langsung menatap tajam pada putri nya,
“Kakak yang menyuruh,” kata Jasmine datar membuat Hendra dan Ella langsung terdiam.
‘Jadi Stive yang menyuruhku tinggal disini? Kenapa?’ gumam Ella dalam hati.
“Selesai sarapan, temui papa di ruang kerja sebentar!” ucap Hendra, lalu ia segera meninggalkan meja makan. Sementara Jasmine dan Ella hanya mampu menghela napas nya berat, terutama Ella yang merasa tidak enak dan segan berada di rumah itu.
__ADS_1
“Jasmine,” gumam Ella pelan menatap Jasmine.
“Gak usah lo pikirin, bokap gue emang begitu. Dan juga, soal ucapan gue tadi yang bilang kalau kakak-“
“Aku mengerti, tidak usah di jelaskan,” kata Ella tersenyum tipis.
“Ya udah, lo habisin aja dulu sarapan lo, habis itu kita berangkat. Gue samperin bokap dulu.” Jasmine pun beranjak dari kursi nya dan berjalan menuju ruang kerja Hendra.
Cklek!
“Kenapa kau bawa dia kemari? Ah, kenapa Stive menyuruh mu membawa gadis itu kemari!” kata Hendra mendengus kesal.
“Kenapa? Bukankah ini rencana papa? Papa menyuruh kak Mawar maju sekarang, lalu mengapa Papa masih nanya mengapa Ella disini? Kalau papa gak-“
“Cukup!” seru Hendra menatap Jasmine dengan tajam, “Kau antarkan dia sekolah! Dan jangan pernah bawa dia kemari lagi!”
__ADS_1
“Kalau aku tidak membawa nya kemari, dia mau kemana? Lalu apa yang akan aku katakan sama kakak nanti!”
“Bilang saja dia kabur!” katanya santai membuat Jasmine langsung menatap tajam ke arah papa nya.
“Pah, Jasmine capek loh kaya gini terus! Jasmine capek menuruti semua kemauan papa! Jasmine mau berhenti pah, sudah cukup, bukankah ini sudah lebih dari cukup? Apa lagi yang mau papa cari? Papa sudah tua, kakak juga sudah mapan, lalu apa lagi yang mau papa kejar? Ingat pah, keserakahan hanya akan membawa kehancuran buat papa!”
“Berani kamu menceramahi ku hah!” bentak Hendra marah, “Kamu itu masih kecil, baru anak kemarin sore, ngerti apa kamu hah! Ingat Jasmine, ini semua papa lakukan demi kamu dan Marko!” seru nya.
“Tapi Jasmine gak butuh pah!” kata Jasmine tak kalah seru, “Jasmine tidak butuh smeua harta ini, Jasmine Cuma mau hidup tenang kaya yang lain. Dan juga, tolong berhenti mencari masalah sama kak Stive. Atau papa akan menyesal nanti nya.” Kata Jasmine memperingatkan Hendra.
Setelah mengatakan itu, Jasmine pun segera menghapus air matanya dan segera keluar dari ruangan itu. Ia segera menghampiri Ella dan membawa nya pergi dari mansion. Sepanjang perjalanan menuju sekolah Ella, Jasmine terus berusaha menghubungi Stive atau Jhon, namun nomor mereka masih tidak bisa di hubungi, membuat Jasmine begitu frustasi di buat nya.
“Jasmine, kamu gapapa?” tanya Ella pelan, sedikit takut juga lantaran Jasmine membawa mobil dengan kecepatan penuh.
Tidak!” jawab nya singkat lalu ia melempar HP nya ke jok belakang dan memfokuskan dirinya untuk menyetir kembali. Meski ia sudah berusaha untuk fokus, namun bayang-bayang perdebatan nya dengan sang papa membuat nya hila konsentrasi hingga tiba-tiba ...
__ADS_1
“Jasmine awasss!” teriak Ella begitu kencang sebelum akhirnya ia hilang kesadaran.